Selasa, 28 Juni 2022
28 Dzul Qa'dah 1443

Viral Gadis 18 Tahun Terkena Stroke, Yuk Cegah Saat Usia Muda

Kamis, 23 Jun 2022 - 05:45 WIB
Stroke Usia Muda
(ilustrasi)

Viral di media sosial Tiktok seorang gadis berusia 18 tahun mengalami stroke. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak remaja. Pencegahan sejak dini menjadi kunci dengan konsisten menjalani gaya hidup sehat.

Sebuah akun Tiktok mengunggah pengalamannya divonis terkena serangan stroke di usianya yang baru menginjak 18 tahun. Dia pertama kali diketahui kena stroke karena telinganya berdengung dan tidak bisa mendengar. Ternyata ketika konsultasi ke dokter disebutkan jika dia terkena stroke.

Banyak kalangan muda mengabaikan gejala stroke karena mereka pikir terlalu muda atau merasa sehat. Padahal stroke dapat menyerang siapa saja tak peduli dengan usia dan siapa Anda. Karena itu pencegahan stroke harus dimulai sejak saat ini terutama bagi yang Anda yang masih berusia muda.

Saat ini diperkirakan 10 persen stroke terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Banyak faktor yang ikut mendorong terjadinya gejala stroke bagi anak muda. Misalnya penggunaan obat-obatan terlarang dan kondisi genetik tentu menjadi penyebab beberapa stroke pada populasi yang lebih muda. Selain itu, penyebab stroke pada anak muda, mencerminkan penyebab diseksi arteri, yaitu robekan kecil di arteri (yang juga dapat terjadi dengan trauma) yang menyebabkan arteri menutup.

Beberapa penyebab stroke yang pada orang di bawah usia 50 tahun mengutip Health Essentials Cleveland Clinic di antaranya penyakit jantung bawaan, gangguan pembekuan darah, penyakit sel sabit hingga kondisi metabolik. Yang terakhir ini kondisi penyakit yang dapat menyebabkan Anda mengembangkan faktor risiko stroke seperti penyempitan pembuluh darah yang memasok darah ke otak, tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol abnormal.

Baca juga
Gaya Hidup Bupati Abdul Gafur Disorot, Naik Jet Pribadi Sambil Disuapin

Pencegahan di Usia Muda

Kunci dari pencegahan stroke adalah pengetahuan yang cukup tentang penyebab, gejala dan penanganannya. Dengan mengetahui faktor risiko tertentu menyabotase kesehatan dan membuat rentan terkena penyakit itu, segeralah mengambil langkah mengurangi efek risiko tersebut.

Health Harvard menyebut tujuh cara menghindari stroke bagi yang berusia muda sebelum menyerang. Yang pertama harus dilakukan adalah menurunkan tekanan darah. Tekanan darah tinggi merupakan faktor penyumbang yang sangat besar bahkan melipatgandakan risiko stroke Anda jika tidak dikendalikan. Pertahankan tekanan darah kurang dari 120/80 jika memungkinkan.

Kedua adalah menurunkan berat badan. Obesitas, serta komplikasi yang terkait dengannya (termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes), meningkatkan kemungkinan Anda terkena stroke. Ketiga adalah melakukan olahraga lebih banyak.

Olahraga berkontribusi untuk menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah, tetapi juga berdiri sendiri sebagai peredam stroke independen. Berolahragalah dengan intensitas sedang setidaknya lima hari seminggu.

Menghindari alkohol merupakan pencegahan keempat. Studi menunjukkan bahwa jika Anda minum minuman mengandung alkohol sekitar satu kali setiap hari, risikonya mungkin lebih rendah. Begitu Anda mulai minum lebih dari dua kali per hari, risiko Anda meningkat sangat tajam.

Berikutnya adalah obati fibrilasi atrium jika Anda mengalaminya. Ini merupakan bentuk detak jantung tidak teratur yang menyebabkan pembentukan gumpalan di jantung. Gumpalan tersebut kemudian dapat menyebar ke otak, menghasilkan stroke. Fibrilasi atrium membawa risiko stroke hampir lima kali lipat.

Cara selanjutnya adalah jika Anda menderita diabetes, segera obati karena memiliki kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu, membuat gumpalan lebih mungkin terbentuk di dalamnya. Karena itu penting bagi Anda untuk menjaga kadar gula darah terkendali.

Baca juga
10 Penyakit Anak di Musim Hujan yang Perlu Diwaspadai

Kebiasaan merokok juga dapat menambah risiko stroke. Merokok mempercepat pembentukan gumpalan dengan beberapa cara berbeda. Merokok mengentalkan darah Anda, dan meningkatkan jumlah penumpukan plak di arteri. Bersamaan dengan diet sehat dan olahraga teratur, berhenti merokok adalah salah satu perubahan gaya hidup paling kuat yang akan membantu Anda mengurangi risiko stroke secara signifikan.

Tanda Awal Stroke

Ada beberapa tanda Anda berisiko terkena stroke yang perlu kita kenali. Stroke merupakan kedaruratan medis yang dapat berakibat fatal jika terjadi keterlambatan penanganan. Mengenali tanda-tanda stroke penting untuk meminimalkan risiko dan melakukan pencegahan yang tepat sehingga terhindar dari risiko lebih parah. Karena itu mengenali tanda-tanda awal stroke sangat penting bagi Anda.

Salah satu yang harus dipahami adalah stroke iskemik yang paling umum yang menyumbang sekitar 87 persen dari semua kasus. Stroke iskemik merupakan salah satu jenis stroke yang ditandai dengan kehilangan suplai darah dari sirkulasi secara tiba-tiba pada suatu area di otak.

Sumbatan oleh gumpalan darah ini mengganggu aliran darah di otak dan sel-sel mulai mati. Penyebab lain stroke iskemik adalah penyempitan arteri karena aterosklerosis, penyakit di mana plak menumpuk di dalam arteri Anda.

Ini merupakan kondisi serius dan meningkatkan risiko menderita stroke serius di masa depan.
Tanda-tandanya sangat halus dan sulit dideteksi pada anggota badan. Mengenalinya dan mengambil tindakan pencegahan pada waktu yang tepat dapat menyelamatkan hidup Anda.

Baca juga
Sempat Terserang Stroke, Hilman Hariwijaya Penulis Novel Lupus Meninggal Dunia

Tanda-tanda umum stroke iskemik meliputi masalah penglihatan, kelemahan atau kelumpuhan pada anggota tubuh Anda, pusing, kebingungan, kehilangan koordinasi dan biasanya wajah terkulai di satu sisi.

Semua tanda stroke lainnya mungkin muncul secara tiba-tiba, tetapi tanda ini dapat terlihat beberapa jam atau terkadang beberapa hari sebelum stroke. Biasanya seseorang mungkin tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya karena nyeri otot atau ketegangan otot. Kondisi ini bisa terjadi di sisi tubuh mana pun atau anggota tubuh apa pun pada tangan atau kaki.

Mengapa itu terjadi? Alasan utama mengapa anggota tubuh kita terpengaruh adalah karena fungsinya dikendalikan oleh otak kita. Gerakan anggota badan dipicu oleh pesan yang dikirim dari otak yang mengendalikannya.

Ketika suplai darah di otak berkurang, pertukaran instruksi di antara mereka terpengaruh. Akibatnya, ia tidak bisa bergerak atau lumpuh. Ketegangan otot dan mati rasa cukup umum dalam kasus seperti itu.

Jangan terlambat dan menunggu untuk mendapatkan bantuan jika Anda mengalami gejala-gejala stroke. Segeralah lakukan pencegahan sedini mungkin.

Yang lebih penting, kita bisa melakukan lebih banyak dan lebih awal untuk melakukan pencegahan penyakit ini. Termasuk melakukan gaya hidup sehat dan asupan nutrisi seimbang sejak berusia muda. [ikh]

Tinggalkan Komentar