Viral Santri Tutup Telinga, Muhammadiyah, NU dan MUI Kompak Membela: Setop Nyinyir

Viral Santri Tutup Telinga, Muhammadiyah, NU dan MUI Kompak Membela: Setop Nyinyir - inilah.com
(ist)

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beserta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kompak meminta masyarakat tidak memberikan komentar negatif kepada para santri yang videonya beredar menutup telinga saat mau melakukan vaksinasi.

“Kenapa harus usil harus ada komentar-komentar negatif, sah-sah saja orang menyukai musik atau tidak menyukai musik itu adalah urusan masing-masing,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad saat dihubungi, Kamis (16/9).

“Di dunia ini tidak semua orang menyenangi musik, tidak semua orang menyukai hal-hal yang kesenian. Jadi kita harus menghormatilah kesenangannya, menghormati pada minat dan bakatnya,” lanjut Dadang.

Baca juga  Santri Pesantren Pengganti Menteri Agama Sudah Mulai Bekerja

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud menyatakan tindakan para santri untuk menutup telinga adalah hanya perkara pilihan.

Menurutnya, hal yang biasa ketika seseorang mau mendengarkan musik atau tidak.

“Hidup itu pilihan. Pilihan-pilihan banyak. Orang makan aja banyak pilihan, ada singkong ada tempe.”

“Begitu pula mau dengerin atau tidak dengerin, ya biasa saja.”

“Mau ndengerin musik atau tidak, itu sebuah plihan,” kata Marsudi Syuhud, dikutip dari tayangan YouTube TV One.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, M Ziyad, meminta masyarakat perlu melihat  secara proporsional apakah betul para santri tutup telinga itu sekedar menghindari dari suara bisingnya musik atau menjaga konsentrasi hafalan Alquran.

Baca juga  Anies Datang, Koleksi Emas DKI di PON XX Terus Menanjak

“Saya sebagai pengajar dan membina anak Tahfizul Quran, memang anak-anak sedang dalam pendidikan Tahfizul Quran perlu perlakuan khusus, beda dengan anak-anak yang menghafal buku-buku lainnya. Satu di antaranya orang hafal Alquran, dia harus dijaga tingkat konsentrasinya,” ujarnya.

Diketahui, dalam video yang beredar dan dibagikan di sosial media, terlihat sekelompok orang yang disebut sebagai santri menutup kuping. Si perekam yang diduga merupakan guru atau ustaz menyebut bahwa mereka menutup telinga karena ada alunan musik di lokasi. 

Hal ini viral karena beberapa pegiat media sosial seperti Denny Siregar sebagai salah satu yang memposting video ini, kemudian menulis narasi provokasi jika ia menjadi panitia di lokasi vaksin COVID-19, tersebut, akan memutar lagu lebih aliran yang lebih keras.

Baca juga  Ada Indikasi Kebocoran Data, Kominfo Panggil Pihak KPAI dan Bank Jatim

“Kalo gua petugasnya, langsung gua setelin mereka Metallica. “Exit light.. enter nightttt !” tulis Denny.

Tinggalkan Komentar