Selasa, 05 Juli 2022
06 Dzul Hijjah 1443

Viral Santri Tutup Telinga, Muhammadiyah, NU dan MUI Kompak Membela: Setop Nyinyir

Jumat, 17 Sep 2021 - 06:11 WIB
Penulis : Ibnu Naufal
Viral Santri Tutup Telinga, Muhammadiyah, NU dan MUI Kompak Membela: Setop Nyinyir - inilah.com
(ist)

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beserta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kompak meminta masyarakat tidak memberikan komentar negatif kepada para santri yang videonya beredar menutup telinga saat mau melakukan vaksinasi.

“Kenapa harus usil harus ada komentar-komentar negatif, sah-sah saja orang menyukai musik atau tidak menyukai musik itu adalah urusan masing-masing,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad saat dihubungi, Kamis (16/9).

“Di dunia ini tidak semua orang menyenangi musik, tidak semua orang menyukai hal-hal yang kesenian. Jadi kita harus menghormatilah kesenangannya, menghormati pada minat dan bakatnya,” lanjut Dadang.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Marsudi Syuhud menyatakan tindakan para santri untuk menutup telinga adalah hanya perkara pilihan.

Baca juga
Standar Ganda Media Asing, Gambar Karikatur Nabi Tapi Kritisi Azan di Indonesia

Menurutnya, hal yang biasa ketika seseorang mau mendengarkan musik atau tidak.

“Hidup itu pilihan. Pilihan-pilihan banyak. Orang makan aja banyak pilihan, ada singkong ada tempe.”

“Begitu pula mau dengerin atau tidak dengerin, ya biasa saja.”

“Mau ndengerin musik atau tidak, itu sebuah plihan,” kata Marsudi Syuhud, dikutip dari tayangan YouTube TV One.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, M Ziyad, meminta masyarakat perlu melihat  secara proporsional apakah betul para santri tutup telinga itu sekedar menghindari dari suara bisingnya musik atau menjaga konsentrasi hafalan Alquran.

“Saya sebagai pengajar dan membina anak Tahfizul Quran, memang anak-anak sedang dalam pendidikan Tahfizul Quran perlu perlakuan khusus, beda dengan anak-anak yang menghafal buku-buku lainnya. Satu di antaranya orang hafal Alquran, dia harus dijaga tingkat konsentrasinya,” ujarnya.

Baca juga
PBNU Rilis Aplikasi Perpesanan NUChat

Diketahui, dalam video yang beredar dan dibagikan di sosial media, terlihat sekelompok orang yang disebut sebagai santri menutup kuping. Si perekam yang diduga merupakan guru atau ustaz menyebut bahwa mereka menutup telinga karena ada alunan musik di lokasi. 

Hal ini viral karena beberapa pegiat media sosial seperti Denny Siregar sebagai salah satu yang memposting video ini, kemudian menulis narasi provokasi jika ia menjadi panitia di lokasi vaksin COVID-19, tersebut, akan memutar lagu lebih aliran yang lebih keras.

“Kalo gua petugasnya, langsung gua setelin mereka Metallica. “Exit light.. enter nightttt !” tulis Denny.

Tinggalkan Komentar