Minggu, 05 Februari 2023
14 Rajab 1444

Viral Video Ribut Ormas di Mampang Gegara Rebutan Lahan, 40 Orang Diamankan

Selasa, 18 Okt 2022 - 00:50 WIB
Penulis : Ivan Setyadhi
Bentrok Dua Ormas di Jaksel, 44 Orang Jadi Tersangka
Bentrok Dua Kelompok Pemuda Di Kawasan Mampang, Jakarta Selatan

Berawal dari video bentrok dua kelompok pemuda di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, polisi berhasil meringkus 40 orang yang diduga terlibat bentrok.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan dua kelompok pemuda tengah duduk sambil mediasi di sebuah bangunan di kawasan Mampang, Jaksel, Senin (17/10/2022) malam.

Namun diduga karena mediasi mentok, seorang pemuda tiba-tiba langsung berdiri dan menggebrak meja. Sejurus kemudian, sebuah pukulan mendarat ke kelompok pemuda lain disusul dengan lemparan kursi.

Selanjutnya, bentrokan tak bisa terelakan meski pun beberapa petugas kepolisian sudah berjaga mengantisipasi keributan.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah orang dilaporkan terluka dan beberapa bangunan mengalami kerusakan.

Baca juga
Kronologi Anggota TNI Dibegal: Motor Pelaku Ditendang, 7 Orang Langsung Kabur

Sementara Polda Metro Jaya yang langsung menerjunkan personilnya, berhasil mengamankan 40 orang yang diduga sebagai anggota ormas penyebab bentrokan.

“Sementara yang kita ketemukan ada tiga korban luka-luka dan yang diamankan ini masih kurang lebih 40,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Senin (17/10/2022).

Bentrokan antara dua kelompok pemuda itu terjadi pada sekitar pukul 19.00 WIB di salah satu kafe di wilayah Mampang, Jakarta Selatan.

Adapun pemicu bentrokan antara kedua kelompok pemuda tersebut adalah perebutan penguasaan lahan. “Diawali adanya konflik ataupun penguasaan lahan dari dua kelompok ini,” ujarnya.

Baca juga
Hero Alom, Si Paling Tampan di Bangladesh yang Katanya Beristri Dua, Punya Pacar Pula

Hengki mengatakan, Kepolisian mendapat laporan mengenai sengketa antara kedua kelompok tersebut dan menurunkan petugas untuk memfasilitasi mediasi. Namun mediasi tidak berjalan kondusif dan terjadi pemukulan di hadapan petugas.

“Tadi sore kita sudah menangkap adanya potensi konflik antara dua kelompok ini. Kemudian diadakan pertemuan antara keduanya ini musyawarah dan justru terjadi keributan pemukulan terhadap salah satu pihak di depan petugas,” kata Hengki.

Atas kejadian tersebut Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan dan personel Brimob mengamankan kedua pihak yang terlibat bentrokan ke Mako Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Tinggalkan Komentar