https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 September 2021 - 04:58 wib

Badan Obat Eropa Selidiki Peradangan Langka Usai Vaksin COVID-19

Badan Pengawas Obat Eropa atau European Medicines Agency (EMA) mengatakan akan menyelidiki risiko peradangan yang langka terkait vaksin COVID-19, menyusul laporan satu kasus pada suntikan vaksin Pfizer-BioNTech.

Mengutip Reuters, panel keselamatan EMA tengah memeriksa Sindrom Peradangan Multisistem atau Multisystem Inflammatory Syndrome (MIS) setelah kondisi tersebut dilaporkan terjadi pada seorang remaja pria 17 tahun di Denmark. Remaja tersebut kini telah pulih sepenuhnya.

Kondisi yang kurang lebihnya serupa juga dilaporkan menimpa beberapa orang usai menerima vaksin COVID-19, kata badan tersebut.

MIS sebelumnya juga telah dilaporkan terjadi pada orang-orang yang terinfeksi COVID-19, kata EMA. Namun, remaja Denmark itu tidak memiliki riwayat infeksi.

Sindrom tersebut merupakan kondisi serius tapi langka di mana sejumlah bagian tubuh yang berbeda mengalami peradangan, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, otak, kulit, mata, atau organ pencernaan.

Dalam tanggapannya, Pfizer mengaku tengah meninjau ulang semua kemungkinan efek samping secara menyeluruh bersama pihak berwenang.

"Penting untuk dipahami bahwa sebuah pemeriksaan MIS secara cermat sedang dilakukan dan belum disimpulkan bahwa vaksin COVID-19 berbasis mRNA menyebabkan MIS," kata juru bicara Pfizer.

​​​​​​​EMA mengatakan bahwa saat ini tidak ada perubahan pada rekomendasi mereka dalam penggunaan vaksin Pfizer dan vaksin-vaksin yang lain.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau Food and Drug Administration (FDA) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Lima kasus MIS usai disuntik vaksin Pfizer dilaporkan di wilayah Uni Eropa hingga 19 Agustus 2021, sementara satu kasus dilaporkan usai disuntik vaksin Johnson & Johnson dan vaksin Moderna, kata EMA.

Data keselamatan yang dirilis oleh CDC dan Pfizer dalam pertemuan awal pekan ini tidak mencakup kejadian MIS pada mereka yang menerima suntikan vaksin itu. Vaksin buatan Pfizer telah mendapat izin penuh dari AS bulan lalu.

Sementara itu, panel keselamatan Eropa juga tengah memeriksa kasus pembekuan darah di pembuluh vena atau venous thromboembolism usai penyuntikan vaksin Johnson & Johnson. Namun, pihak Johnson & Johnson belum mengomentari kasus tersebut.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Indonesia Siap Produksi Vaksin, Ogah Beli Lagi dari Luar Negeri

Pemerintah menyatakan kesiapan untuk memproduksi vaksin milik sendiri. Pemerintah juga siap untuk
berita-headline

Viral

Sydney Kembali Dibuka, Australia Berusaha Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Restoran, bar, kafe, dan pusat kebugaran di Kota Sydney pada Senin ini (11/10/2021) mulai dibuka
berita-headline

Viral

Penerima Vaksin Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 54,9 Juta Orang

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis per
berita-headline

Viral

Resmi Dinyatakan Halal oleh MUI, Indonesia Siap Datangkan 50 Juta Dosis Vaksin Zifivax

Vaksin Zifivax tela
berita-headline

Viral

Perjuangan Indonesia Dapatkan Vaksin COVID-19, Dicueki Swasta Hingga Jadi Top Six Vaksinasi Dunia

Menteri BUMN Erick Thohir menceritakan perjuangan Indonesia