https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 September 2021 - 14:58 wib

Ekonomi RI Diselamatkan Supercycle, Mendag Lutfi Sudah Duga Sejak April

Viral
berita-headline

Foto: Istimewa

Perlahan tapi pasti, pergerakan perekonomian nasional terus menuju arah yang positif. Seiring membaiknya perekonomian dunia. Alhasil, permintaan komoditas naik, berdampak kepada membaiknya harga. Hal inilah yang menyelematkan ekonomi Indonesia dari kehancuran.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai kenaikan harga komoditas atau yang dikenal dengan supercycle memiliki andil menopang pertumbuhan positif kuartal II alias keluar dari resesi. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag, Kasan mengatakan, kenaikan harga komoditas ini kemudian berdampak positif bagi nilai perdagangan RI, khususnya dari sisi ekspor.

Pada kuartal II-2021, pertumbuhan ekspor sebesar 31,78 persen secara tahunan atau year on year (yoy). "Sejak kuartal II lalu kita sudah keluar dari krisis karena pertumbuhan sudah positif di kuartal II. Ada hal lain yang mempengaruhi, ialah isu adanya kenaikan harga-harga komoditas. Kenaikan harga komoditas yang disebut sebagai supercycle rasanya ini pernah kita alami," kata Kasan dalam webinar Gambir Trade Talk 2, Jumat (3/9/2021).

Ia menambahkan, Kemendag tengah mengkaji korelasi antara menggencarkan pembukaan pasar melalui perjanjian perdagangan dengan kenaikan ekspor komoditas. Kasan mengaku tak ingin melewati euforia supercycle tanpa mempersiapkan diri masuk ke sektor yang memiliki nilai tambah.

Pada April lalu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi sudah mewanti-wanti, perekonomian Indonesia bakal melesat. Lantaran terdorong melejitnya harga beberapa komoditas, alias supercycle.  Periode supercycle ini, kata dia, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Di mana, permintaan diprediksi meningkat yang berdampak kepada membaiknya harga komoditas.

"Indonesia akan memasuki periode supercycle, di mana harga beberapa komoditas akan naik secara signifikan, terutama komoditas dasar, diakibatkan pertumbuhan ekonomi baru dari permintaan yang terjadi di masa pandemi dan setelah pandemi," kata Kasan.

Menurut Mendag Lutfi, beberapa komoditas yang harganya naik dalam periode supercycle tersebut adalah minyak bumi, gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), bijih besi, dan tembaga. "Ini bukan kali pertama Indonesia menghadapi periode supercycle. Beberapa tahun lalu, Indonesia telah mengalami dan seperti periode sebelumnya, periode supercycle kali ini pun diharapkan juga akan membawa keberuntungan dan dampak positif bagi perekonomian Indonesia," jelas Mendag Lutfi.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Berdagang dengan Arab via IUEA-CEPA, Mendag Lutfi Optimis Ekspor Indonesia Bisa Lipat Tiga

Urusan ekspor produk Indonesia, Presiden Joko Widodo begitu menggebu-gebu. Sementara untuk impor
berita-headline

Viral

Pasar Tradisional Ditinggalkan, Mendag Lutfi Prediksi Ekonomi Digital RI Maju pesat

Masa depan, pasar tradisional kelihatannya semakin tidak menjanjikan. Bisa jadi bakal menjadi sej
berita-headline

Viral

Indonesia Gudangnya Produk Halal, Mendag Lutfi Genjot Perdagangan dengan UEA Lewat IUAE-CEPA

Langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendorong semakin derasnya perdagangan antara
berita-headline

Kanal

Genjot Ekspor ke Amerika Latin dan Karibia, Mendag Lutfi Jajaki Kerja Sama Dagang

Saat pembukaan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia, Menteri Perdagangan (Mendag) Muh
berita-headline

Kanal

Bangkitkan Spirit Kerja Cepat, Tepat dan Profesional, Mendag Lutfi Luncurkan Logo Anyar

Ingin suasana baru, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meluncurkan logo anyar Kementeria