https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 September 2021 - 15:56 wib

Studi: Interaksi Hoaks di Facebook Lebih Banyak Ketimbang Berita

Hasil studi terbaru dari Universitas di AS dan Prancis menunjukan misinformasi memiliki keterlibatan (engagement) lebih tinggi dibandingkan berita di platform Facebook.

Laporan dari Washington Post menunjukkan interaksi pada konten misinformasi enam kali lebih tinggi daripada berita di Facebook, menurut telaah sejawat dari peneliti di New York University (AS) dan Universite Grenoble Alpes (Prancis).

Studi tersebut mempelajari lebih dari 2.500 berita di Facebook Page periode Agustus 2020 hingga Januari 2021.

Peneliti menemukan laman yang lebih banyak mengunggah misinformasi lebih banyak mendapatkan 'like', komentar dan dibagikan. Keterlibatan semakin tinggi jika konten tersebut berbau politik.

Temuan mereka penerbit konten dari sayap kanan cenderung lebih mungkin membagikan informasi yang menyesatkan dibandingkan kubu politik lainnya.

Studi tersebut akan diterbitkan saat Internet Measurement Conference 2021 pada November nanti.

Menanggapi studi tersebut, juru bicara Facebook menyatakan laporan hanya melihat pada keterlibatan bukan 'jangkauan', istilah yang digunakan Facebook untuk menggambarkan berapa banyak orang yang melihat sebuah konten.

Pendekatan 'jangkauan' ini tidak menghitung apakah ada interaksi di sana.

Facebook tidak menyediakan data jangkauan ini untuk publik. Peneliti biasanya menggunakan alat buatan Facebook yang bernama CrowdTangle untuk menghitung misinformasi di platform tersebut.

Agustus lalu, Facebook menutup akses peneliti untuk CrowdTangle dengan alasan memberikan akses ke peneliti bisa melanggar persetujuan mereka dengan Federal Trade Commission, yang dilakukan untuk menyikapi kasus Cambridge Analytica.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Penelitian di AS: Orang Tidak Divaksin 11 Kali Berpotensi Meninggal Karena COVID-19

Orang-orang yang tidak disuntik vaksin memiliki 11 kali kemungkinan meninggal karena COVID-19 dib
berita-headline

Inersia

Studi: Antibodi dari Vaksin Pfizer Mungkin Berkurang Setelah 7 Bulan

Tingkat antibodi yang diperoleh dari vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech kemungkinan dapat berkurang
berita-headline

Viral

Bendung Taliban dari Dunia Maya, Ini Langkah Facebook

Jatuhnya ibu kota Kabul, Afghanistan ke tangan kelompok bersenjata Taliban, membuat aplikasi What
berita-headline

Inersia

Unggah Jenis Konten Video Ini, Channel Youtube Kamu Bisa Langsung Hangus

Setelah melarang informasi palsu tentang vaksin COVID-19 di dalam konten, kini YouTube mengumumka
berita-headline

Inersia

Mitos Vaksin COVID-19, Masih Dipercaya Tukang Becak Hingga Rapper Dunia

Vaksinasi COVID-19 gencar dilakukan di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Namun, masih