https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 September 2021 - 16:52 wib

Heboh Kerumunan Holywings, Jangan Sampai Kasus Covid-19 Meledak Lagi

Viral
berita-headline

Foto: Istimewa

Rekaman video pendek yang viral di sosial media memperlihatkan kerumunan di Holywings, Kemang, Jakarta Selatan. Pada video tersebut terlihat banyaknya orang, tanpa jaga jarak, dan kepatuhan orang menggunakan masker yang kurang.

Karena itu dr. Muhammad Fajri Adda'i, selaku pengamat kesehatan yang kerap memberikan edukasi covid-19 menjelaskan, penyebaran covid-19 bisa semakin cepat jika berada di ruangan tertutup.

Bar atau tempat hiburan malam tersebut terlihat tertutup. Kemudian, para pengunjung dengan santai melepas maskernya. Karena pada dasarnya, ketika orang tidak menggunaka masker risiko terpapar virus lebih besar.

Bahkan, menurut Fajri, ketika orang pakai masker pun kemungkinan terpapar virus juga ada karena berada di dalam ruangan tertutup dan kerumunan.

"Kenapa lonjak lagi entar. Karena apa, walaupun kita pakai masker, pakai masker tapi itu kan ruangan tertutup," kata Muhammad Fajri saat dihubungi INILAHCOM lewat sambungan telepon, Jakarta, Senin, (06/09/2021).

Tren Kasus di Jakarta Menurun Membuat Orang Santui

Tren kasus positif di Jakarta terlihat menurun beberapa minggu ini. Hal ini terbukti dari penurunan penerapan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari level 4 menjadi 3 di DKI Jakarta. Kelonggaran pun terjadi di beberapa sektor. Muhammad Fajri menjelaskan pada dasarnya kasus di Jakarta sudah turun dari jumlah testing yang sudah terlihat.



"Karena testingnya sudah banyak angka yang ada di Jakarta ini bisa dibilang cukup valid dibandingkan dengan daerah lain. Karena memang angkanya 20 kali standar WHO. Artinya betul turun di Jakarta. Nah ini yang tidak khawatir kan jika orang merasa sudah santui, cuek atau enggak paham," tambahnya.

Solusinya adalah, untuk ekonomi memang tetap berputar agar roda kehidupan dapat berjalan. Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah covid-19 masih ada. Protokol kesehatan (Prokes) adalah kunci dari pengendalian penyebaran virus corona ini.

"Jadi kita harus memodifikasi kegiatan ekonomi, sesuai dengan dengan prokes. Kalau misalnya harus ada tempat yang tertutup makan minum di situ harus dipikirkan dengan regulator juga," paparnya.

Dia mengingatkan, jangan sampai kasus konfirmasi positif kembali bertambah dan membuat situasi tidak terkendali seperti dahulu.

"Daripada nanti meledak lagi itu yang risiko tinggi," katanya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Inilah Dampak Memaksakan Revenge Travel saat Pandemi

Revenge travel adalah fenomena balas dendam rekreasi akibat jenuhnya pembatasan sosial, ya
berita-headline

Inersia

Tren Menikah Pandemi, Sajian Makanan Dibawa Pulang

Selain penyesuaian dalam jumlah tamu undangan, perubahan cara penyajian makanan dalam wadah tertu
berita-headline

Kanal

Ucapan Selamat Adelia dan Pasha Ungu untuk Inilah.com

Pasangan dari Fraksi Anggota Partai Amanat Nasional (PAN) Adelia Wihelmin dan Sigit Purnomo Syams
berita-headline

IXU

Mengenal Fenomena Balas Dendam Revenge Travel

Apa itu revenge travel yang kini kerap terjadi di tengah pandemi?Jawaban:
berita-headline

Inersia

Hasil Riset, 54 Persen Calon Pengantin Putuskan Nikah pada 2022

Pandemi covid-19 berlangsung lebih dari satu tahun belakangan ini. Perubahan banyak terjadi. Damp