https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 September 2021 - 12:39 wib

Terlapor Kasus Dugaan Pelecehan di KPI Ancam Lapor Balik Korban

Viral
berita-headline

Terlapor Kasus Dugaan Pelecehan Ancam Lapor Balik Korban

Terlapor atau terduga pelaku perundungan dan pelecehan seksual yang merupakan karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berencana melaporkan balik korban MS akibat identitas pribadi mereka disebar melalui rilis atau pesan berantai di aplikasi perpesanan.

Rilis pers tersebut berisi identitas pribadi para terlapor atau nama jelas yang mengakibatkan cyber bullying baik terhadap terlapor maupun keluarga mereka.

"Yang terjadi cyber bullying' baik kepada klien kami, maupun keluarga dan anak. Itu sudah keterlaluan menurut kami. Kami berpikir dan akan menimbang secara serius untuk melakukan pelaporan balik terhadap si pelapor," kata Kuasa Hukum terlapor, Tegar Putuhena saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat.

Rilis yang disebar di sejumlah grup media pada Rabu (1/9/2021) itu telah membuka identitas pribadi yang membuat pelapor dapat dipidanakan karena melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Semua unsur-unsur pidana akan kami pelajari, misalnya pertama membuka identitas pribadi secara tanpa hak, itu sudah melanggar UU ITE. Kemudian dari situ disebarluaskan, terjadi cyber bullying terhadap keluarga, foto keluarga disebarkan itu juga akan kita pertimbangkan," kata Tegar.

Tegar Putuhena juga mengklaim, tidak menemukan bukti pendukung terkait dugaan kasus yang menimpa korban MS. Menurut Tegar, satu-satunya sumber rujukan, yakni dari keterangan atau rilis yang disebarluaskan di sejumlah grup media melalui aplikasi perpesanan pada Rabu (1/9/2021) lalu.

"Intinya polisi mendalami kejadian di tahun 2015 dan sejauh ini yang kami menemukan tidak ada peristiwa itu. Peristiwa di tahun 2015 yang dituduhkan dan sudah viral tidak ada, tidak didukung bukti apa pun," kata Tegar saat ditemui di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin.

Tegar membantah, bahwa kliennya pernah melakukan perbudakan maupun pelecehan, baik verbal maupun seksual terhadap korban MS, seperti yang ditulis dalam pesan berantai tersebut. Berdasarkan keterangan, para terduga pelaku merasa tidak melakukan seluruh peristiwa perundungan sejak 2015 sampai 2017.

Dalam rilis, salah satu poin peristiwa tahun 2015 menyebutkan terduga pelaku melecehkan MS dengan mendokumentasikan alat vital korban, sehingga mengakibatkan korban trauma jika foto tersebut disebar dan diperjualbelikan.

"Tidak ada. Kami justru menunggu polisi untuk membuktikan itu. Kalau memang ada, coret-coret, ada fotonya, monggo (dibuktikan). Mungkin kami akan ambil langkah juga. Kenapa kami mau mendampingi klien kami, karena memang fakta-fakta itu setelah kita uji beberapa kali, tidak ditemukan," kata Tegar.

Kasus ini berawal dari pengakuan korban MS lewat media sosial yang viral. MS mengaku mengalami pelcehan seksual sesama pria sejak 2012. Juga dipaksa membeli makan bagi rekan kerja. Padahal kedudukan mereka setara dan bukan tugas MS untuk melayani rekan kerja.  

MS menuliskan pesan terbuka untuk Presiden Joko Widodo atas apa yang dialaminya. KPI Pusat juga menindaklanjuti dugaan pelecehan seksual, perundungan atau bullying itu. Merasa prihatin dan tidak mentoleransi segala bentuk perbuatan tersebut.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ratusan Ribu Anak Jadi Korban Pelecehan Seksual Pendeta di Prancis dalam 70 Tahun Terakhir

Sebanyak 216.000 anak mengalami pelecehan seksual di Prancis dalam kurun waktu 70 tahun te
berita-headline

IXU

Terlapor Pelecehan Seksual Pegawai KPI Ancam Lapor Balik, Dasar Hukumnya Kuat atau Lemah?

Pertanyaan : Terlapor pelecehan seksual sesama jenis pegawa
berita-headline

Viral

Prihatin Pelecehan Seksual Terjadi Dalam Lingkungan KPI

Pengakuan karyawan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berinisi
berita-headline

Viral

KPI Nonaktifkan 7 Pegawainya Buntut Dugaan Pelecehan

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat memberhentikan sementara seluruh terduga pelaku perundunga
berita-headline

Kanal

Gerombolan Seksual Terhadap Anak Terulang, KPAI Desak Polisi Usut Tuntas

Kejahatan seksual bergerombol terhadap anak (gengRAPE) di Medan terus terulang, dan jumlahnya jug