https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 September 2021 - 16:52 wib

70 Persen Harta Pejabat Negara Bertambah Saat Pandemi

Viral
berita-headline

Foto Istimewa

Pandemi Covid-19 menekan seluruh sendi-sendi perekonomian. Banyak yang mengeluh mengalami kebangkrutan, bahkan harta ludes terjual.

Tetapi ada yang berbeda. KPK mencatat 70 persen harta kekayaan pejabat negara mengalami penambahan selama pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan.

Mayoritas pejabat negara hartanya bertambah sekitar Rp1 miliar. Itu terdapat di pejabat kementerian dan DPR RI. Namun penambahan masih bersifat wajar.

"Kita amati juga selama pandemi setahun terakhir ini secara umum penyelenggara negara 70 persen hartanya bertambah. Kita pikir pertambahannya masih wajar," kata Pahala di sela-sela Webinar Talkshow LHKPN, Selasa (7/9/2021).

KPK juga mencatat sebanyak 22,9 persen pejabat negara harta kekayaannya mengalami penurunan selama pandemi. Diduga pejabat itu berasal dari kalangan pengusaha atau pebisnis yang terdampak pandemi.

"Kita pikir pengusaha yang bisnisnya surut atau bagaimana. Tetapi kita cuma ingin lihat apa ada hal yang aneh dari masa pandemi ini. Kita lihat kenaikan terjadi tetapi penurunan terjadi," pungkasnya.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Dokter Reisa, Sudah Vaksin Jangan Abai Prokes

Juru bicara Penanganan covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan
berita-headline

Viral

Kejar Target, Menkes Imbau Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan
berita-headline

Viral

Harus Mulai Siap Pandemi Jadi Endemi

Masyarakat harus mulai menyiapkan diri kemungkinan dari masa pandemi Covid-19 ke endemi. Jadi sia
berita-headline

Inersia

Greysia dan Apriyani Terus Dihujani Apresiasi

Dukungan dan apresiasi untuk pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu ter
berita-headline

Viral

Diskrepansi Data Utang Indonesia ke China, Bos BI dan Sri Mulyani Harus Bisa Jelaskan

Laporan lembaga riset AS AidData tentang besarnya utang Indonesia ke China, bikin heboh. Karena,