https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 September 2021 - 10:43 wib

Soroti Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo, KPK: Ini Korupsi Kejam!

Viral
berita-headline

Ketua KPK Firli Bahuri menyoroti kasus yang menjerat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyoroti kasus yang menjerat Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya yang Anggota DPR, Hasan Aminuddin.

Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin diciduk KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) karena diduga melakukan praktek jual beli jabatan kepala desa di Kabupaten Probolinggo Rp20 juta per orang, ditambah dalam bentuk upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp 5 juta per hektare.

"Ini korupsi kejam yang dilakukan penyelenggara negara, yaitu bupati dan suaminya anggota DPR RI. Coba bisa bayangkan Pjs kades saja dijual belikan, tentu kita bertanya berapa tarif jabatan camat, kepala sekolah, kepala dinas, sekda, dan jabatan publik lainnya di Pemkab Probolinggo," ujar Firli dalam keterangannya.

Firli menekankan campur tangan Hasan dalam pengambilan keputusan Puput sebagai bupati."Semua keputusan yang akan diambil bupati harus dengan persetujuan suami bupati, termasuk pengangkatan pejabat harus lewat suaminya dan suaminya membubuhkan paraf dulu," ungkap Firli.

Jenderal bintang tiga Polri itu juga menyebut bahwa sebelum kerja saja setiap calon kepala desa ini akan menanggung beban berat."Pejabat yang diangkat bupati adalah orang yang akan bekerja membantu bupati tetapi belum kerja saja sudah harus menanggung beban. Kalau begini, jangan berharap rakyat mendapat pelayanan. Kita juga tidak bisa berharap banyak kesejahteraan rakyat meningkat," tegas Firli.

Hingga kini, KPK telah menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi jual beli jabatan di Kabupaten Probolinggo.

Adapun, sebagai penerima, yakni Bupati Probolinggo periode 2013-2018 dan 2019-2024 Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya, yakni anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 dan pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo 2003-2008 dan 2008-2013 Hasan Aminuddin (HA).

Kemudian, Doddy Kurniawan (DK) selaku Aparatur Sipil Negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo dan Muhammad Ridwan (MR) selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo.

Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO). Selanjutnya, Akhmad Saifullah (AS), Jaelani (JL), Uhar (UR), Nurul Hadi (NH), Nurul Huda (NUH), Hasan (HS), Sahir (SR), Sugito (SO), dan Samsuddin (SD).

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Jual Beli Jabatan Masih Marak, 1 Dari 5 PNS Akui Ada Nepotisme Saat Rekrutmen

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan masalah nepotisme dalam jual beli jabatan saat pene
berita-headline

Viral

Penarikan Pegawai Nonaktif KPK, Menpan RB: UU ASN Tak Boleh Dilanggar

Penarikan pegawai nonaktif KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri tak bolah melanggar
berita-headline

Viral

Dipecat Firli Bahuri Cs, Kader NU Sang 'Raja OTT' Dagang dan Mengajar Mengaji di Pesantren

Harun Al Rasyid, merupakan salah satu dari 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak
berita-headline

Viral

Eks Pegawai KPK: Orang yang Berhentikan Kami Tak Boleh Tenang

Mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, memiliki tugas dan tanggung jawab moral untu
berita-headline

Viral

Tak Sampaikan Hasil Pemeriksaan Ajudan Lili, KPK Dituding Munafik

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum juga menyampaikan hasil pemeriksaan ajudan Wakil Ketua K