https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   12 September 2021 - 01:43 wib

Lapangan Kerja untuk Disabilitas Masih Terbatas, Peran Swasta Perlu Digenjot

Tentu saja, tak ada manusia yang ingin punya kekurangan. Semuanya pasti ingin sempurna. Namun, ketika memang ditakdirkan kekurangan, jangan berkecil hati. Banyak pihak yang berempati.

Berdasarkan data Badan pusat Statistik (BPS), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia pada 2020, mencapai 22,5 juta jiwa. Atau setara dengan 5 persen total penduduk Indonesia. Banyak juga ya.

Kaum disabilitas sangat mendambakan adanya kesetaraan. Baik hak, kewajiban, termasuk kesempatan mewujudkan cita-cita seperti halnya warga negara lainnya. Mereka punya hak hidup sejahtera, bekerja di segala bidang, memperoleh ilmu pengetahuan seluas mungkin.

Namun, untuk merealisasikannya, bukan perkara mudah. Tidak bisa hanya menggantungkan kepada pemerintah saja. Perlu peran swasta, industri dan seluruh lapisan masyarakat pada khususnya.

Nora Kartika Setyaningrum, Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kementerian Ketenagakerjaan, mengakui, tingkat pekerjaan yang diterima penyandang disabilitas di sektor formal, masih tergolong rendah.  "Untuk itu, Kemenaker mengimbau agar seluruh pelaku usaha semakin terbuka dan memberikan akses kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas," ungkapnya.

Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Joko Widodo di bidang sosial, mengakui, masalah yang dihadapi masyarakat berkebutuhan khusus saat ini, adalah kuota lapangan kerja. Dengan terbatasnya lapangan pekerjaan untuk kalangan disabilitas, perlu gerakan untuk meningkatkan potensi diri dan menjadi wirausahawan.

"Untuk mendukung hal itu, perlu adanya kolaborasi pemerintah dengan pihak swasta dalam memberikan akses yang terbuka terhadap penyandang disabilitas untuk mendapatkan layanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan," tuturnya.

Urusan memuliakan penyandang disabilitas, PT Bank Permata Tbk, sudah memulainya sejak 2017 melalui program PermataHati CSR. Tahun ini, ditingkatkan melalui kemitraan strategis dengan Thisable, Precious One dan mitra pilihan lainnya. Tujuannya cukup mulia, memberikan dukungan yang lebih konkrit bagi komunitas penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Nah, program berkelanjutan itu diberi nama PermataBRAVE People with Disabilities (PWD) Empowerment Program. Dengan program ini, penyandang disabilitas diharapkan bisa menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.

Richele Maramis, Head of Corporate Affairs Bank Permata, mengatakan, sebagai perusahaan yang berkomitmen dalam making a difference, melalui pemberdayaan komunitas penyandang disabilitas secara berkelanjutan, Bank permata terus mendukung upaya kesetaraan.

"Kami membuka akses dan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk mendapatkan pelatihan, edukasi literasi keuangan, bimbingan kewirausahaan serta peluang kerja. Kami percaya bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang sama dan harus mendapat kesempatan untuk bersaing baik di sektor profesional maupun kewirausahaan," tuturnya.

Langkah ini, merupakan komitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial, mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) No 4 yakni pendidikan berkualitas; No 8 yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; dan No 10 yakni berkurangnya kesenjangan serta menjalankan UU No 8 Tahun 2016. Bahwa, sektor privat wajib mempekerjakan disabilitas minimal 1 persen dari jumlah pegawai.
 
"PermataBRAVE kembali hadir dengan program baru yang diharapkan dapat lebih mengembangkan kompetensi, kreativitas, dan daya saing peserta program. Sehingga nantinya teman-teman penyandang disabilitas dapat mandiri secara ekonomi serta siap terjun ke dunia kerja dan usaha," ungkap Richele.

Apresiasi OJK

Atas peluncuran program tersebut, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kristrianti Puji Rahayu, memberikan apresiasi. "OJK sangat mendukung berbagai program yang menyasar penyandang disabilitas, terutama aktivitas yang dapat membantu mendorong kemandirian finansial mereka serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan," tuturnya.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dan komitmen PermataBank yang telah konsisten menggelar program PermataBRAVE sejak 2017, dan tentunya kami berharap para pelaku usaha jasa keuangan lainnya dapat mendukung hal yang sama," imbuhnya.

Sejauh ini, PermataBank terus mendukung komunitas penyandang disabilitas di Indonesia, memperoleh akses pendidikan, edukasi keuangan, bantuan finansial sebagai modal usaha, dan alat bantu disabilitas. Melalui PermataBRAVE, sedikitnya 5.000 penyandang disabilitas di berbagai daerah, mendapatkan bantuan.

Mudah-mudahan, semakin banyak perusahaan yang peduli dengan kalangan disabilitas.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Mensos Risma Berikan Penghargaan kepada Atlet Berprestasi di Paralimpiade Tokyo 2020

Menteri Sosial Tri Rismaharini mengapresiasi para atlet berprestasi yang berlaga di Paralimpiad
berita-headline

Viral

Stafsus Presiden: 95 Persen Penyandang Disabilitas di 6 Provinsi Telah Terima Vaksinasi

Program vaksinasi COVID-19 khusus penyandang disabilitas untuk pemberian dosis pertama di enam p