https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 September 2021 - 22:33 wib

Neraca Dagang Surplus Besar Ekonomi Segera Pulih, Mendag Lutfi Sumringah

Dari hari ke hari, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang menggembirakan. Di mana, produk Indonesia sangat diminati pasar global. Alhasil, nilai ekspor lebih unggul ketimbang impor. Informasi ini menggambarkan perekonomian Indonesia sudah berada di jalur positif.

Betul saja. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Agustus 2021 mengalami surplus US$4,74 miliar. Kalau di-rupiahkan sekitar Rp67,6 triliun. Angka ini naik 20,95 persen ketimbang Juli 2021 yang surplusnya US$17,71 miliar.

Atas keadaan ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pantas untuk sumringah. Segala jerih payah, kerja keras tak kenal lelah, mulai membuahkan hasil. Bahwa kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Agustus 2021, cukup oke.

“Saya sebenarnya sudah mendapatkan data dari bulan Agustus tahun ini, angkanya (surplus) luar biasa. Ini sangat menyenangkan, tetapi kita coba dengan Januari-Juli pada 2021. Untuk angka pastinya akan diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS)," kata Lutfi dalam webinar UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9/2021).

Mendag Lutfi memaparkan, ekspor non migas pada Januari hingga Juli 2021, tumbuh luar biasa. Tumbuh 33,94 persen dibandingkan periode yang di 2020. Nilainya melonjak dari US$85,43 miliar (Januari-Juli 2020) menjadi US$113,77 miliar (Januari-Juli 2021).

Pertumbuhan, kata Mendag Lutfi, dipantik gelombang supercycle. Atau kenaikan harga sejumlah komoditas yang lumayan tinggi. Sementara, angka impor non migas pada Januari hingga Juli 2021, tumbuh 30,46 persen dari US$81,37 miliar menjadi US$106,15 miliar.

Dia menyebutkan, langkah tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah sangat baik. Untuk impor pada Januari sampai Juli 2021, tercatat sebanyak 90 persen dihasilkan dari  bahan baku dan barang modal untuk industri, yang artinya impor Indonesia sangat berkualitas.

“Sebanyak 90 persen dari impor kita itu adalah bahan baku, bahan penolong dan juga barang modal. Hanya 10 persen impor kita adalah barang konsumsi. Jadi jika kita melihat dengan impor yang berkualitas maka sebenarnya bahan baku, barang penolong kita itu untuk industrialisasi," ujar mantan Dubes RI untuk AS itu.

Sementara itu, Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan, nilai neraca perdagangan Agustus 2021 sebesar US$13,06 miliar, jika dibandingkan dengan Agustus 2020 mengalami kenaikan yang signifikan yakni 64,10 persen (year-on-year/yoy).

"Neraca perdagangan barang kita Indonesia Agustus 2021 mengalami surplus US$4,74 miliar. Kenapa surplus itu karena ekspor kita saya katakan tadi sebesar US$21,42 miliar," kata Margo.

Untuk impor, nilainya mencapai US$16,68 miliar, atau naik 10,35 persen dibandingkan Juli 2021 yang sebesar US$15,11 miliar. Sedangkan jika dibandingkan dengan Agustus 2020 yang sebesar US$10,74 miliar, kenaikannya 55,26 persen.

Sementara melonjaknya kinerja ekspor di Agustus 2021, tak lepas dari tren kenaikan nilai ekspor sejumlah komoditas yang merupakan lanjutan dari bulan sebelumnya.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Indonesia Gudangnya Produk Halal, Mendag Lutfi Genjot Perdagangan dengan UEA Lewat IUAE-CEPA

Langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendorong semakin derasnya perdagangan antara
berita-headline

Kanal

Genjot Ekspor ke Amerika Latin dan Karibia, Mendag Lutfi Jajaki Kerja Sama Dagang

Saat pembukaan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia, Menteri Perdagangan (Mendag) Muh
berita-headline

Viral

Tunggu 9 Tahun Lagi, Mendag Lutfi: PDB Indonesia Tembus Rp24.000 Triliun

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memproyeksikan, salah satu sumber utama pertumbuhan e
berita-headline

Viral

Erick Thohir Jamin Mendag Lutfi Bukan Sosok yang Suka Impor

Sejak awal, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti para menteri untuk mengurangi ketergantungan terha
berita-headline

Viral

Mendag Lutfi: Ekspor Meroket, Sumbangan UMKM Masih Nomor Buncit

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyebutkan bahwa nilai ekspor dari pelaku usaha mikro kecil d