https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   16 September 2021 - 21:47 wib

Jadi Tersangka, Alex Noerdin Langsung Ditahan di Rutan KPK

Viral
berita-headline

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin Langsung Ditahan Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka

Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Anggota DPR Alex Noerdin langsung menjalani penahanan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (16/9/2021) sore.

Mengenakan rompi warna pink (rompi khas Kejagung), Alex tampak pasrah begitu keluar dari gedung pemeriksaan dan digelandang ke rumah tahanan.

Wakil Ketua Komisi VII itu akan menjalani masa penahanan 20 hari pertama di Rumah Tahanan Kelas I Cipinang cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi mereka kami sudah periksa kesehatannya dan dinyatakan sehat bebas covid-19. Mereka kami tahan selama 20 hari pertama," Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejaksaan Agung, Leonard Eben dalam keterangannya kepada wartawan.

Sementara satu tersangka lainnya, Muddai Madang (eks Komisaris Utama PDDE Gas merangkap Direktur Utama PT Dika Karya Lintas Nusa (PT. DKLN) ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.

Alex dan Muddai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi kontrak pembelian gas di Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan.

Keduanya memiliki peran berbeda dalam kasus ini. Alex saat menjabat sebagai Gubernur Sumatera Selatan menyetujui kontrak kerja sama antara PDPE dengan PT Dika Karya Lintas Nusa untuk membentuk PT PDPDE Gas. Tujuannya, agar bisa mendapatkan alokasi gas milik negara.

Sementara itu, Muddai selaku Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa menerima pembayaran tidak sah berupa fee marketing dari PT PDPDE Gas. Namun, Leonard enggan menyebut besaran aliran dana yang diterima oleh Alex maupun Muddai dalam kasus tersebut. Sebab, hal tersebut sudah masuk pokok perkara.

Atas perbuatannya, Leonard menyebutkan, para tersangka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam kasus ini, penyidik lebih dulu menetapkan Direktur Utama PDPDE Sumsel Caca Isa Saleh S dan A Yaniarsyah Hasan sebagai tersangka.

Kasus ini berawal dari perjanjian jual beli gas bagian negara antara KKS Pertamina Hulu Energi (PHE), Talisman dan Pacific Oil dengan Pemprov Sumsel.

Hak jual ini merupakan participating interest PHE 50%, Talisman 25%, dan Pacific Oil 255 yang diberikan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah Pemprov Sumsel.

Namun, pada praktiknya bukan Pemprov Sumsel yang menikmati hasilnya. Namun, PT PDPDE Gas sebagai rekanan selama periode 2011–2019.

PDPDE Sumsel, yang mewakili Pemprov Sumsel, hanya menerima sekitar Rp38 miliar. Itupun masih dipotong utang saham Rp8 miliar sehingga pendapatan bersih selama sembilan tahun kerja sama di bidang migas sekitar Rp30 miliar.

Sebaliknya, perusahaan patungan yang dibentuk ini mendapatkan banyak keuntungan dari penjualan gas bumi bagian negara ini. Diduga selama kurun waktu delapan tahun, mendapatkan pendapatan kotor sekitar Rp977 miliar. Setelah dipotong dengan biaya operasional, pendapatan bersih yang diterima kurang lebih Rp711 miliar.

Kerugian negara bertambah senilai USD63,75 juta dan Rp2,1 miliar yang seharusnya tidak dibayarkan oleh PDPDE.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Jadi Tersangka Korupsi, Berapa Harta Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin
berita-headline

Viral

Novel Baswedan, dari Penyidik Senior Kini Jadi YouTuber

Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mulai melakukan aktivita
berita-headline

Viral

Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka, Kasusnya Jual Beli Jabatan Kades

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari dan suamin
berita-headline

Viral

Gubernur Sumsel Tunjuk Beni Hernedi sebagai Plt Bupati Musi Banyuasin

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menunjuk Wakil Bupati Kabupaten Musi Banyuasin Beni Hernedi
berita-headline

Viral

Setoran Lelang Aset Korupsi Triliunan Sangat Kecil, Pengamat: Jangan Terulang Seperti BPPN

Pengamat Keuangan Achmad Deni Daruri mempertanyakan minimnya hasil lelang aset koruptor PT Asuran