https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   18 September 2021 - 04:08 wib

Kepala Negara dan Diplomat Tak Perlu Tunjukkan Bukti Vaksinasi di Sidang PBB

Semua presiden, perdana menteri, dan diplomat yang akan mengikuti Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan depan, boleh memasuki ruang sidang utama, General Assembly Hall, tanpa harus memperlihatkan bukti vaksinasi COVID-19.

Keputusan itu telah disampaikan oleh Presiden Majelis Umum Abdulla Shahid kepada 193 negara anggota PBB melalui surat pada Kamis lalu (16/9/2021).

Mengutip Reuters, keputusan itu berbeda dengan sikap yang sebelumnya dia tunjukkan. Sebelumnya, Shahid mengatakan kepada negara-negara anggota PBB bahwa dirinya mendukung permintaan pemerintah New York City agar para peserta sidang menunjukkan bukti vaksinasi.

Saat itu, dia mengungkapkan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menerapkan aturan otoritas New York City tersebut.

Namun, aturan itu akhirnya tidak dipakai setelah ada keberatan dari Rusia yang menganggap aturan seperti itu bisa mengarah pada diskriminasi.

"Sekretariat PBB tidak bisa mengatakan kepada seorang kepala negara bahwa, kalau tidak divaksin, beliau tidak bisa masuk ke gedung PBB," kata Sekjen PBB Antonio Guterres kepada Reuters, Rabu (15/9/2021).

Puluhan kepala negara, kepala pemerintahan, dan menteri luar negeri beserta para diplomat yang mendampingi mereka akan berkumpul di New York untuk menghadiri serangkaian pertemuan tingkat tinggi.

Karena pandemi, sejumlah pemimpin negara memutuskan tidak hadir dan hanya mengirimkan pernyataan melalui video.

Berdasarkan sistem untuk 'menghormati status soal vaksinasi' yang diberlakukan mulai 1 Juni lalu, para diplomat diizinkan memasuki ruang sidang utama hanya dengan menggesekkan kartu identifikasi PBB mereka.

Penggesekan kartu dianggap sebagai pernyataan bahwa mereka sudah divaksin COVID-19 secara penuh.

Otoritas New York City mengatakan kepada badan dunia itu bahwa berdasarkan peraturan pemerintah kota, orang-orang yang 'memasuki kawasan PBB untuk masuk ke General Assembly Hall akan diwajibkan menunjukkan bukti vaksinasi'.

Wali Kota New York City Bill de Blasion pada Rabu mengatakan pemerintah kota pekan depan akan menyediakan fasilitas pengujian COVID-19 secara gratis, juga vaksin gratis dosis tunggal Johnson & Johnson, di sebuah lokasi di luar kompleks gedung PBB.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Sydney Kembali Dibuka, Australia Berusaha Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Restoran, bar, kafe, dan pusat kebugaran di Kota Sydney pada Senin ini (11/10/2021) mulai dibuka
berita-headline

Kanal

Jangan Kendor Melawan COVID-19, Empati Swasta Bergerak Bantu Tenaga Kesehatan

Tak ada yang tahu kapan pandemi COVID-19 berakhir. Namun, ada kabar baik bahwa penyebaran Virus C
berita-headline

Viral

Anies Baswedan Serahkan Beasiswa ke Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan beasiswa kepada 45 anak yatim piatu yang orang tu
berita-headline

Viral

Studi: Vaksin Ketiga COVID-19 Tingkatkan Imunitas 10 Kali Lipat

Vaksin ketiga COVID-19 bisa meningkatkan perlindungan imunitas 10 kali lipat terhadap infeksi, de
berita-headline

Viral

Gejolak Demokrat, Babak Baru Adu Kuat Hamdan Zoelva Vs Yusril Ihza Mahendra

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva ditunjuk DPP Partai Demokrat sebagai kuasa hu