https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   18 September 2021 - 06:18 wib

Tok! Indosat Ooredoo Hutchison Jadi Nama Resmi Dua Operator Merger

Viral
berita-headline

(ist)

Operator Indosat Ooredoo resmi mengumumkan penggabungan bisnis (merger) dengan dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia yang diumumkan pada Kamis (16/9).

Perusahaan hasil merger akan diberi Indosat Ooredoo Hutchison.

Sebagaimana dilansir keterangan resminya, Managing Director of Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo mengatakan penggabungan bisnis dilakukan agar dapat saling melengkapi dan menciptakan perusahaan telekomunikasi digital yang lebih kuat.

Ia mengatakan perusahaan hasil merger ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia. Manajemen memperkirakan pendapatan perusahaan tembus US$3 miliar per tahun.

Sementara, perusahaan memperkirakan rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai US$300 juta-US$400 juta dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Ooredoo Group mengempit 65 persen saham di perusahaan hasil merger. Artinya, Ooredoo menjadi pemegang saham pengendali.

Sementara, CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo sebesar 21,8 persen dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Bersamaan dengan penggabungan ini, CK Hutchison akan mendapatkan 50 persen saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8 persen sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33 persen saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7 persen kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$387 juga.

Menyusul transaksi tersebut, para pihak akan memiliki saham masing-masing 50 persen dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru, yaitu Ooredoo Hutchison Asia.

Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain itu, pemerintah Indonesia memiliki 9,6 persen saham, Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8 persen saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0 persen saham.

"Kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk mencapai visi kami bersama dalam menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi terdepan Indonesia untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia," papar Fakhroo.

Sementara, Group Co-Managing Director of CK Hutchison Holdings Canning Fok mengatakan transaksi ini memiliki nilai tambah untuk pemegang saham dan pemangku kepentingan lain.

"Dengan skala yang lebih besar, spektrum jaringan yang semakin luas, dan pembiayaan yang lebih efisien, Indosat Ooredoo Hutchison akan dapat memperluas jaringannya dan menyempurnakan layanan, kualitas, serta kecepatannya," ujar Fok.

"Indosat Ooredoo Hutchison akan berada pada posisi yang dapat mempercepat laju pembangunan dan perkembangan jaringan untuk mendukung agenda digital pemerintah Indonesia," pungkasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Trafik Data Internet Melonjak Selama PPKM

berita-headline

Inersia

Trigeminal Neuralgia Kerap Disebut Penyakit Bunuh Diri

Banyak penderita nyeri wajah trigeminal neuralgia berada pada usia produktif. Trigeminal neuralgi
berita-headline

Viral

Modal Tol Cibitung-Cilincing Rp10,80 Triliun, Dijual Rp2,44 Triliun

Pembangunan jalan tol Cibitung-Cilincing dalam perjanjian pengusahaan jalan tol ditandatangani pe
berita-headline

Inersia

Jaringan 5G Indosat dan XL Resmi Hadir, Gacor Mana?

Seperti kita ketahui, baru ini setelah Telkomsel dan Smartfren menggelar 5G kini giliran Indosat