https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   21 September 2021 - 22:03 wib

Jagung Mahal, Mendag Lutfi Sudah Prediksi, Masalahnya Stok Memang Tak Cukup

Hari-hari ini, masalah jagung cukup menyalitkan para peternak ayam petelur. Lantaran jagung langka, harga bahan utama pakan ternak itu menjadi mahal. Sementara, harga telur ayam anjlok.

Alhasil, peternak ayam kompak mengalami kerugian besar. Dan, sudah banyak peternak di sentra-sentra telur ayam harus gulung tikar. Terkait masalah jagung, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi buka suara.

Dengan jelas bersuara soal harga jagung di dalam negeri yang belakangan ini tinggi dan membuat peternak menjerit.

Saat Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR, Selasa (21/9/2021), Mendag Lutfi tegas menyebut ada masalah terkait persediaan jagung.

"Masalah harga jagung, kalau kita punya sekarang 2,3 juta ton jagung, mungkin tidak harganya naik meroket seperti itu. Jadi, kalau ada barangnya, sekarang kita jangan bicara jutaan, bicara 7.000 saja tidak ada untuk kebutuhan 1 bulan di Blitar (Jawa Timur)," kata Mendag Lutfi.

Pernyataan Mendag Lutfi, langsung membuka mata banyak pihak.  Lantaran seratus delapn puluh derajat dengan keterangan dari Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi bahwa persediaan jagung nasional mencapai 2,3 juta ton.

Tersebar untuk Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) sebanyak 722 ribu ton. Lalu, di pengepul 744 ribu ton, agen 423 ribu ton, dan sisanya di usaha lain sampai eceran ke rumah tangga.

Sejatinya, kata Mendag Lutfi, Kemendag sudah memprediksi masalah ini sejak jauh-jauh hari. Bahwa harga jagung pasti akan melonjak karena itu tadi, stok minim. Atas kekhawatiran ini, kemendag telah menyurati Kemenko Perekonomian pada Maret 2021. Isinya agar mewaspadai kemungkinan melonjaknya harga jagung.

Informasi, harga jagung di pasaran belakangan ini melambung jadi Rp6.000 per kilogram. Itu jauh di atas harga acuan pembelian sebesar Rp4.500 per kilogram yang ditetapkan Kementerian Perdagangan.

Anggota DPR RI Komisi VI Mufti Anam mempertanyakan kenaikan harga jagung itu.
"Fakta sebenarnya harga jagung ini sudah meningkat bahkan jauh sebelum Juni 2021 dan sudah mulai merangkak naik pada bulan Juni. Sudah melewati poin harga yang ditetapkan," ujar Mufti.

Mufti mengingatkan agar pemerintah tidak melakukan impor sebagai jawaban atas kelangkaan dan mahalnya jagung.

"Apakah solusinya kita harus impor begitu? Tidak harapan kami karena jangan setiap persoalan yang ada di lapangan selalu solusinya impor dan impor," pungkas Mufti.



Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Mendag Lutfi: Alat Ukur dan Timbangan Dagang Harus Sesuai Aturan

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, literasi seperti memahami ukuran, takaran
berita-headline

Viral

4 Hari Sidang ASEAN, Mendag Lutfi: Ekonomi Digital Kikis Kesenjangan

Selama empat hari, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berjibaku dalam sidang ASEAN. Banyak masala
berita-headline

Viral

Tinjau Pasar Rakyat di Bali, Mendag Lutfi Cek Persiapan SOP PeduliLindungi

Menteri Perdagangan  Muhammad Lutfi mengunjungi pasar rakyat, yakni Pasar Badung dan Pasar S
berita-headline

Viral

Indonesia Gudangnya Produk Halal, Mendag Lutfi Genjot Perdagangan dengan UEA Lewat IUAE-CEPA

Langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendorong semakin derasnya perdagangan antara
berita-headline

Kanal

Genjot Ekspor ke Amerika Latin dan Karibia, Mendag Lutfi Jajaki Kerja Sama Dagang

Saat pembukaan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia, Menteri Perdagangan (Mendag) Muh