https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   22 September 2021 - 03:19 wib

Pemerintah Ajak Semua Pihak Antisipasi Gelombang Ketiga COVID-19

Pemerintah mengajak semua pihak mengantisipasi gelombang ketiga COVID-19 dengan mempertahankan tren penurunan kasus positif di Indonesia.

Pemerintah juga menyuarakan penguatan 3T (testing, tracing, treatment), disiplin memakai masker, vaksinasi, serta penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai kunci untuk menjaga momentum saat ini.

"Pemerintah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengantisipasi gelombang ke-3 COVID-19 seiring meningkatnya kasus di beberapa negara tetangga, seperti Filipina, Malaysia, dan Singapura," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran persnya, Selasa (21/9/2021).

Dia menjelaskan bahwa berdasarkan penelitian berjudul 'Multiwave Pandemic Dynamics Explained: How to Tame The Next Wave of Infectious Diseases' dalam jurnal Scientific Reports, gelombang baru COVID-19 tidak dapat dihindari.

​Hal yang dapat dilakukan, kata Johnny, adalah memperlambat terjadinya gelombang baru dengan mengendalikan jumlah kasus ketika berada di level rendah. Hal tersebut harus diiringi dengan peningkatan intervensi farmasi seperti vaksinasi.

Hingga Selasa kemarin, jumlah kasus aktif COVID-19 di Indonesia berada di angka 52.447 dengan penambahan kasus harian sebesar 3.263.

"Hal ini yang harus dipertahankan serendah mungkin dalam waktu yang lama, untuk meminimalisir dampak buruk gelombang baru," ujar Johnny.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi gelombang COVID-19 sebelumnya pada Juni-Agustus 2021.

Menurut Johnny. pemerintah dipastikan sudah lebih siap mengantisipasi potensi gelombang baru dengan terus mengoptimalkan sinergi antar lembaga dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan dengan tepat.

Kebijakan tersebut meliputi pembatasan pintu masuk kedatangan internasional via udara (Tangerang dan Manado), via darat (Aruk, Entikong, Nunukan, Motaain), dan via Laut (Batam dan Tanjung Pinang).

Selain itu, kebijakan itu juga diikuti dengan peningkatan pengawasan oleh TNI dan Polri di pintu masuk internasional yang tidak resmi, baik di darat maupun laut. Kebijakan lain juga diterapkan dengan mensyaratkan vaksinasi, tes PCR tiga kali, dan karantina terpusat selama delapan hari untuk setiap perjalanan internasional.

Langkah selanjutnya yang dikedepankan pemerintah untuk menjaga momentum saat ini adalah dengan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel, mengakselerasi vaksinasi, serta Penguatan 3T dan 3M.

Terakhir pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi untuk mempercepat identifikasi potensi penyebaran kasus baru.

"Butuh kerja sama yang baik dari seluruh pihak agar Indonesia berhasil mengendalikan pandemi COVID-19 dan memulihkan perekonomian nasional," ujar Johnny.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Empat Alasan Anak Tidak Butuh Vitamin

Vitamin mendukung anak-anak untuk menjaga imunitas. Terlebih untuk anak-anak  di tengah pand
berita-headline

IXU

Kapan Status Endemi Covid-19 Bisa Dicapai di Indonesia?

Kapan Indonesia keluar dari situasi pandemi menjadi endemi covid-19?Jawaban:
berita-headline

Inersia

COVID-22, Rumor Sekaligus Kode Keras bagi Umat Manusia

Pandemi COVID-19 sudah berlangsung 1,5 tahun dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Kini muncul
berita-headline

Viral

Angka Kematian Akibat COVID-19 di Dunia Tembus 5 Juta

Angka kematian akibat COVID-19 di dunia melampaui 5 juta, demikian menurut data Reuters.
berita-headline

Viral

Tujuh Negara Afrika Hadapi Gelombang Keempat COVID-19

Tujuh negara di Afrika tengah menghadapi gelombang keempat pandemi COVID-19, sementara 43 negara