https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   23 September 2021 - 23:26 wib

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Siagakan Pompa Air di 180 Lokasi

Untuk mengantisipasi banjir, terutama pada saat puncak musim hujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan ratusan unit pompa air yang ditempatkan di 180 lokasi.

Menurut Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal, pompa yang disiapkan terdiri dari 480 pompa permanen (stationer) dan 327 pompa portabel (mobile).

"Lokasi pompa ada di 180 titik termasuk yang ada di waduk, di pinggir-pinggir kali itu jumlahnya ada 480 unit pompa stationer. Sementara 327 pompa mobile berada di pintu-pintu air," kata Yusmada, di Balai Kota Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Dia menjelaskan, sejumlah upaya dilakukan untuk memitigasi banjir di Ibu Kota, termasuk memastikan seluruh pompa air tersebut berfungsi dengan baik.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah membangun sumur resapan dengan target 40.000 titik sampai akhir tahun. Saat ini, pembangunan sumur resapan baru terealisasi di 22.000 titik.

Adapun mitigasi banjir dilakukan, seiring dengan puncak musim hujan di Jakarta yang diperkirakan terjadi pada awal 2022 mendatang, berdasarkan prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

BPBD pun juga melakukan serangkaian upaya preventif untuk menghadapi cuaca ekstrem, yakni dengan cara sosialisasi, membagikan buku panduan bencana kepada masyarakat, koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPDB DKI Jakarta Sabdo Kurnianto menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar apel kesiapsiagaan pada pertengahan Oktober mendatang untuk mematangkan langkah antisipasi cuaca ekstrem.

"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terjadi korban, mengurangi korban, dan kita mempercepat 'recovery', misalnya ada air genangan, kita cepat mengeringkan," kata Sabdo.

Keberadaan pompa air sangat penting dalam mengendalikan banjir di Jakarta. Pasalnya sebagian wilayah DKI Jakarta berada di bawah permukaan laut.

Akibatnya, air tidak dapat mengalir dari posisi tinggi ke rendah. Keberadaan pompa menjadi penting dan sangat dibutuhkan untuk membantu mengalirkan air ke sistem drainase yang lebih besar.

Contohnya pompa stationer yang umumnya berada di dekat sungai, waduk, maupun pintu air. Ketika tinggi muka air meningkat, pompa ini akan bekerja langsung untuk memompa air menuju sistem drainase yang lebih besar. Sementara pompa mobile lebih diprioritas untuk daerah-daerah yang rawan genangan air seperti Kali Betik, Muara Angke dan Teluk Gong.

Selain pompa stationer dan mobile, Dinas SDA DKI Jakarta juga memiliki pompa apung yang jumlahnya per Oktober 2020 sebanyak 65 unit dan telah disebar ke lima wilayah DKI Jakarta di mana masing-masing wilayah mendapatkan 13 pompa apung.

Pompa apung memiliki bentuk yang simpel sehingga praktis digunakan untuk menyedot air di permukaan yang tidak dapat dilalui pompa mobile. Daya sedot pompa apung cukup besar, yakni mencapai 50 liter per detik.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Ototekno

Sepeda Motor Ingin Terabas Banjir? Ikuti Tips Ini

MELEWATI jalanan banjir bisa mengakibatkan mesin motor mati atau mogok. Jika mesin kem
berita-headline

Rileks

Tiga Sumber Penyakit yang Timbul Pasca Banjir

INILAHCOM, Jakarta - Berbagai penyakit dapat ditimbulkan oleh tiga jenis. P
berita-headline

Viral

Antisipasi Sebaran Kasus Covid-19 Usai Gelaran PON Papua XX

Perhelatan PON Papua XX telah usia. Terdapat sekitar 83 orang terkonfirmasi positif Covid-19 saat
berita-headline

Rileks

Tiga Faktor Penyebab Timbulnya Penyakit

INILAHCOM, Jakarta - Terganggunya kesehatan akibat banjir terjadi karena adanya gangguan pa
berita-headline

Viral

Aturan Lengkap Tilang Emisi di Jakarta pada November 2021

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya akan mulai memberlakukan sanksi tilang p