https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 September 2021 - 06:36 wib

Berkat PON XX, Jaringan Internet di Papua Bakal Ngebut

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan optimistis penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan berlangsung dengan baik. Sepert halnya dalam penyelengaraan kapasitas atau bandwidth sebesar 11 Gbps untuk mengamankan jaringan internet saat PON XX yang akan dimulai pada 2 Oktober mendatang.

"Menyiapkan jaringan, dalam hal ini jaringan peta lebar untuk mendukung penyelenggaraan PON, di saat yang bersamaan juga tetap melayani kebutuhan harian pemerintahan dan masyarakat seperti sebelum PON ditambah dengan kebutuhan PON kapasitasnya 11 Gbps," ujar Menteri Johnny dalam temu media di Media Center cluster kabupaten Jayapura di Sentani, Jayapura, Papua, Kamis.

Kominfo juga telah memiliki rencana cadangan untuk mengantisipasi gangguan mengingat wilayah daratan dan lautan Papua yang luas.

"Sehingga Telkom dan Kominfo juga sudah merancang back up jaringan telekomunikasi untuk mendukung PON dan kegiatan masyarakat serta pemberitaan di saat bersamaan," kata Menkominfo.

Kominfo dan Telkom telah bekerjasama dengan operator-operator kabel optik internasional untuk back up jaringan yang ada saat ini dari Jayapura ke arah barat sampai ke Jakarta.

Menteri Johnny mengungkapkan Kominfo mengantisipasi gangguan dengan menggunakan jalur cadangan Jayapura - Madang - Port Moresby - Guam - Manado sebagai alternatif pertama, dan Jayapura - Madang - Port Moresby - Sydney - Batam sebagai alternatif kedua.

"Dukungan dari sisi infrastruktur telekomunikasi tersedia cukup dan memadai. Kami pastikan layanan untuk PON mudah-mudahan aman," ujar Johnny.

Namun demikian, Menkominfo mengungkapkan ada potensi terganggunya telekomunikasi dalam dua bentuk.

Bentuk yang pertama adalah akibat dari kejadian alam, seperti misalnya terjadi aktivitas vulkanis bawah laut, yang akan mengganggu keseluruhan jaringan.

"Sehingga jika itu terjadi, kita punya back up melalui Port Moresby - Guam - Manado atau melalui Jayapura - Madang - Port Moresby - Sydney - Batam, jadi kita sudah siapkan jaringan back upnya," kata Menkominfo.

Potensi kedua, menurut Menkominfo, adalah ulah manusia sendiri, misalnya kekeliruan di dalam penggelaran anchoring kabel laut, di mana kabel bisa juga putus akibat dari jangkar.

"Ulah manusia ini selain akibat jangkar, juga dengan sengaja, ini yang saya minta untuk jaga bersama-sama jangan sampai ada gangguan jaringan telekomunikasi karena ulah kita, misalnya vandalism, merusak, membuat rusak infrastruktur," kata Menteri Johnny.

"Karena Pon ini dilakukan di empat cluster, maka jaringan telekomunikasi pun berpusat di empat kluster, sehingga tentu komunikasinya tidak gampang dan harus dijaga dengan baik," dia menambahkan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Indonesia Tembus 100 Juta

Jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Indonesia sudah mencapai
berita-headline

Inersia

Waspada dan Cermat dalam Menemukan Praktik Penipuan Online

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menemukan ada lima modus penipuan online yang
berita-headline

Viral

Kominfo Paparkan 10 Sektor Prioritas Transformasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan transformasi digital Indonesia fokus
berita-headline

Viral

Prihatin Kondisi Tenis Meja Tanah Air, Turnamen Super Seri 2021 Digelar

Dualisme kepemimpinan pengusur Tenis Meja Nasional membuat dunia tenis meja tanah air suram. Tak
berita-headline

Viral

Kominfo: Siaran Migrasi TV Digital Resmi Diundur

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengumumkan