https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 September 2021 - 13:51 wib

Terancam Gagal Bayar Utang Rp 400 Ribu Triliun, Amerika 'Shutdown'?

Viral
berita-headline

Pemerintah Amerika Serikat Terancam Gagal Bayar Utang

Pemerintah Amerika Serikat terancam gagal bayar utang atau default untuk pertama kalinya Oktober mendatang. Selain itu pemerintah AS juga menyebut jika negara akan kehabisan uang untuk membayar utang.

Jika itu terjadi, Amerika bisa mengalami Shutdown untuk kedua kalinya. Masalah batas utang yang berdampak pada berhentinya beroperasi pemerintahan Amerika pernah terjadi pada masa pemerintahan Donald Trump. Ketika itu pemerintahan Trump berhenti beroperai atau shutdown selama 35 hari mulai Desember 2018 hingga Januari 2019. Dampak dari shutdowm membuat 300 ribu pegawai pemerintah bekerja di rumah dan PDB juga terpangkas. Perekonomian Amerika tetap bergerak ketika itu. Namun, kondisinya berbeda dengan saat ini yang masih dalam pemulihan pandemi Covid-19.

Kegagalan ini akan menciptakan jurang resesi baru yang lebih dalam. Ada banyak dampak yang akan terjadi misalnya ada 6 juta orang yang berpotensi kehilangan pekerjaan hingga angka pengangguran yang bisa naik hingga 9%.

Kemudian, kegagalan itu akan menciptakan kehancuran di pasar keuangan dan mengganggu harga saham hingga menurunkan USD15 triliun kekayaan masyarakat.

Saat ini utang Amerika mencapai USD28,78 triliun atau sekitar Rp400 ribu triliun. Jumlah ini telah melewati plafon atau batas pinjaman dalam undang-undang yang berlaku saat ini sebesar USD28,5 triliun. Posisi utang tersebut telah mencapai batas maksimal sehingga AS tidak bisa menambah utang tanpa kebijakan penangguhan.

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen bergerak meminta Kongres AS segera menaikkan batas atau plafon utang sesegera mungkin. Yellen pun mengambil langkah-langkah luar biasa untuk membiayai anggaran yang diperkirakan habis pada akhir September ini.

Diantaranya, meminta bantuan kepada sejumlah perusahaan keuangan terbesar di Wall Street untuk menekan Partai Republik di parlemen agar mendukung kebijakan untuk menaikkan atau menangguhkan plafon utang.

Langkah menaikkan batas utang pemerintah hampir dipastikan terjegal di Senat karena tak dapat dukungan dari oposisi, yakni Partai Republik. Pemimpin Republik di Senat Chuck Schumer, menilai kenaikan plafon utang dapat membawa malapetaka ekonomi.

Anggota Demokrat di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat meloloskan rancangan undang-undang untuk mendanai pemerintah AS hingga 3 Desember. Persetujuan RUU ini penting untuk mencegah pemerintah AS dari ancaman shutdown atau berhenti beroperasi karena masalah keuangan. Selain itu DPR sepakat menangguhkan pembahasan batas utang negara hingga akhir 2022.

Kongres Amerika memiliki tenggat waktu hingga 30 September untuk menyetujui pendanaan sementara yang akan mencegah penutupan sebagian pemerintah dengan dimulainya tahun fiskal baru pada 1 Oktober. Yellen mengatakan tanggal 1 Oktober merupakan tanggal kritis bila tak ada kenaikan plafon.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bila Terjebak Utang China, Indonesia Bisa Seperti Sri Langka, Maladewa dll

Tak cuma Indonesia, utang terselubung juga menjerat banyak negara. Bahkan di
berita-headline

Viral

Presiden Dianugerahi Bapak Infrastruktur, Utang BUMN Karya Makin Menggunung

Ambisi besar Presiden Joko Widodo yang berjuluk Bapak Infrastruktur Indonesia, membangun jalan to
berita-headline

Viral

Makalah Ilmiah China Sebut COVID-19 Sudah Menyebar di AS Sejak September 2019

Sebuah makalah ilmiah yang ditulis oleh para peneliti dari University of Science and Technology o
berita-headline

Viral

Ketika Utang Negara Menggunung, Banyak Proyek Infrastruktur Malah Buntung

Presiden Joko Widodo begitu gencar membangun infrastruktur. Puluhan bahkan ratusan triliun uang nega
berita-headline

Inersia

Jadwal Semifinal Piala Thomas 2021: Indonesia Vs Denmark

Indonesia lolos ke babak semifinal dan siap bertemu Denmark dalam lanjutan turnamen bulu tangkis