https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 September 2021 - 15:18 wib

WHO Rekomendasi Koktail Antibodi COVID-19 Buatan Regeneron dan Roche

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meremendasikan penggunaan koktail antibodi COVID-19 buatan Regeneron dan Roche pada pasien yang berisiko tinggi mendapat perawatan di rumah sakit dan mereka yang sakit parah namun tidak memiliki antibodi alami.

Koktail antibodi adalah campuran cairan yang memiliki dua sumber antibodi. Mengutip Reuters, perawatan dengan koktail antibodi itu telah mendapat izin WHO untuk penggunaan darurat. Adapun, terapi itu menarik perhatian ketika digunakan untuk mengobati Presiden AS Donald Trump yang terinfeksi COVID-19 tahun lalu.

Kabarnya Uni Eropa sedang meninjau terapi tersebut, sementara Inggris menyetujuinya pada Agustus lalu.

Dalam pernyataan terpisah, WHO telah meminta Regeneron untuk menurunkan harga koktail antibodi buatan mereka dan mendistribusikannya secara adil di seluruh dunia, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

WHO juga mendesak Regeneron dan Roche untuk mentransfer teknologi pembuatan obat biosimilar alias obat biologis yang dibuat mirip dengan obat aslinya.

Terapi yang dikenal sebagai Ronapreve (atau REGEN-COV di AS) itu menghasilkan pendapatan yang besar bagi Regeneron. Perusahaan farmasi ini mencatat penjualan REGEN-COV senilai US$2,59 miliar atau Rp36,9 triliun pada kuartal kedua 2021.

Pada Juni lalu, terapi yang menggunakan koktail antibodi COVID-19 Regeneron di Inggris mengurangi kasus kematian pada pasien rawat inap yang tidak memiliki sistem kekebalan tubuh terhadap virus corona.

Sebagai informasi, koktail di sini jangan dibayangkan sebagai minuman beralkohol yang dibuat dengan berbagai kombinasi yang tersedia di berbagai bar. Namun, nama koktail itu sendiri diambil karena prinsipnya mirip, yaitu menggunakan campuran. Kali ini yang dicampur adalah kombinasi casirivimab dan imdevimab dan didasarkan pada antibodi monoklonal.

Dalam dunia medis, antibodi adalah semacam protein yang berperan sebagai senjata untuk melawan patogen yang secara alami diproduksi oleh tubuh seseorang setelah terinfeksi.

Sedangkan antibodi monoklonal merupakan protein buatan laboratorium yang meniru kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk melawan patogen berbahaya seperti virus.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Anies Baswedan Serahkan Beasiswa ke Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan beasiswa kepada 45 anak yatim piatu yang orang tu
berita-headline

Viral

Vaksinasi COVID-19 Dosis Pertama di Indonesia Tembus 100 Juta

Jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Indonesia sudah mencapai
berita-headline

Viral

Sydney Kembali Dibuka, Australia Berusaha Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Restoran, bar, kafe, dan pusat kebugaran di Kota Sydney pada Senin ini (11/10/2021) mulai dibuka
berita-headline

Viral

Sudah 42,5 Juta Warga Indonesia Peroleh Vaksin Lengkap

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat bahwa hingga hari ini, Selasa (14/9/2021), sebanyak 42.
berita-headline

Kanal

Sentra Vaksinasi dan Tim Vaksinasi Keliling Jemput Bola Hingga ke Pelosok

Kabupaten Semarang mulai meluncurkan sentra vaksinasi dan tim vaksin keliling. Program ini menargetk