https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   25 September 2021 - 07:00 wib

Anak Penjahit Sekarang Sedang Menjahit Kemakmuran dan Kesejahteraan Warga Kota Kendari

Pada Jumat, 24 September 2021, Walikota Kendari H. Sulkarnain Kadir S.E., M.E.  menyempatkan diri hadir sebagai narasumber Inilah Podcast.

Dalam siaran podcast yang dipandu oleh Chief Executive Officer Inilah.com, Fahd Pahdepie.

Ia menuturkan kisahnya, jangankan mimpi kepingin terjun ke dunia politik, apalagi sampai menjadi Walikota tak pernah terlintas dalam pikiran Sulkarnain Kadir.

Begitulah refleksi orang nomor satu di Kota Kendari itu mengenang masa sebelum terjun ke dunia politik. 


Anak Tukang Jahit

Sulkarnain Kadir mengisahkan dirinya bukan lahir dari keluarga darah biru,  politikus, apalagi pejabat. Ibu bapaknya hanya berprofesi sebagai penjahit di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, pria kelahiran 4 Maret 1978 itu sudah mengalami berbagai macam kesusahan dalam hidup. Persoalan ekonomi semakin pelik ketika sang ayah divonis dokter menderita penyakit Tuberkulosis atau TBC.

Di usia anak-anak Sulkarnain Kadir mulai belajar menjahit guna membantu meringkan pekerjaan sang Ibu demi memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Bahkan menginjak kelas 1 SMP, anak bungsu dari tiga bersaudara ini sudah bisa menjahit baju dan celana sendiri. 

Sadar bahwa mengenyam pendidikan  akan memiliki ilmu dan menjadi harta karun yang akan mengikuti pemiliknya kemana-mana. Sang Ibu meminta Sulkarnain Kadir berhenti menjahit, agar lebih fokus pada studinya dan giat belajar.

"Walaupun bungsu saya merasa punya tanggung jawab karena sendiri laki-laki," ucap mantan Anggota DPRD Kota Kendari Fraksi PKS itu.

Cita-cita Teknik Kandas

Sulkarnain Kadir sangat suka terhadap pelajaran Matematika. Bahkan saat Ujian Nasional tingkat SMP nilai matematikanya 10.

Setelah tamat dari SMA Negeri 1 Mandonga, Sulkarnain Kadir terpaksa mengurungkan impian kuliah jurusan teknik. Lantaran keuangan orang tua tak memungkinkan.

Suami dari Sri Lestari itu, akhirnya beralih mengambil jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Haluoleo. Lalu lanjut S2 Ilmu Ekonomi di universitas yang sama.

Walau apa yang dijalani tak sesuai dengan dicita-citakan, namun dalam berproses di dunia politik  ilmu accounting ternyata sangat bermanfaat.

Seperti saat menjadi Anggota DPRD, ia dapat membaca dan memahami laporan keuangan pemerintahan daerah. 

Berlanjut menjadi Walikota Kendari keilmuan yang dimiliki, memampukan Sulkarnain Kadir mengelola keuangan daerah secara efesien bahkan masih bisa melakukan pembangunan di tengah pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah saat ini benar-benar bermanfaat. Jadi jangan sesali sesuatu yang terjadi. Lihat saja hikmahnya," kata Politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

'Tersesat' di Jalan Benar 

Sulkarnain Kadir semasa kuliah selalu aktif berorganisasi maupun kegiatan lainnya saat di kampus.

Idealismenya tetap dijadikan patokan dalam melangkah. Kondisi itu membuat tak ada ruang untuk dialiri rasa ingin masuk dan terlibat aktif dalam politik praktis.

Suatu ketika tanpa direncanakan,  Sulkarnain Kadir yang masih berusia muda dipertemukan dengan seorang mentor.

Ia dinasihati, bahwa bila anak-anak muda memiliki idealisme dan cita-cita membangun daerah dan negara memilih tak terlibat dalam politik, maka ruang politik bakal diisi oleh orang-orang yang tak idealis. 

Nasihat itu membuatnya meluangkan waktu untuk memikirkan ada hal jauh lebih penting berpolitik. 

Sadar bahwa selama  bermain pada posisi aman, selamanya bakal ada di tempat yang sama. Nasihat sang mentor dan idealismenya dilebur menjadi asupan menambah tenaga untuk maksimalkan potensi yang dimiliki. 

Sulkarnain Kadir mampu mengalahkan rasa takut dan khawatir. Hal ini dibuktikan dengan, usai lulus kuliah mengikuti pemilihan legislatif langsung dipercayai rakyat menjadi Anggota DPRD. 

"Di situlah pertama kali saya mengenal dunia politik. Saya tersesat di jalan yang benar," kata dia.

Sedangkan saat ini sebagai seorang Walikota Sulkarnain Kadir sadar bahwa dirinya hanyalah seorang pelayan rakyat.

Saat ini, anak tukang jahit itu sedang menjahit kemakmuran dan kesejahteraan bagi warga Kendari. 

Siap Hadapi Kesempatan

Sulkarnain Kadir menyampaikan dalam hidup ini tidak ada keberuntungan, yang ada itu bertemunya antara kesiapan dan kesempatan. 

Mesti demikian kesempatan adalah misteri tak tahu kapan datangnya,  sebagai generasi penerus bangsa tugasnya adalah menyiapkan diri sebaik mungkin dengan berbagai keahlian. 

Jangan sampai saat datang kesempatan, Anda tak bisa memanfaatkan, karena tak memiliki skill yang mumpuni.

"Makanya tugas kita adalah siapkan diri supaya kita menjadi orang yang beruntung tadi," tutup ayah dari Rosya Nafisa Firdausiah itu.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Anggota DPR dari PKS: Kereta Cepat Ambil Jatah Rakyat

Ecky Awal Mucharam, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS memberi kritikan keras terhadap dikeluarkannya
berita-headline

Inersia

Tersesat di Jalan yang Benar ala Wali Kota Kendari H Sulkarnain Kadir

Tak ada dalam benak Sulkarnain Kadir muda untuk menjadi anggota DPRD, politisi, atau wali kota se
berita-headline

Viral

Glorifikasi Bang Ipul Buat DPR Kebut Pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual

Fenomena glorifikasi Pedangdut Saipul Jamil akan menjadi pendorong kuat pengesahan RUU Tindak Pidana
berita-headline

Kanal

Kota Kendari Sabet Penghargaan STBM Kategori Berkelanjutan dan Suplay

Kota Kendari berhasil menyabet penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kategori Ber
berita-headline

Inersia

Ternyata Kendari Kota Masa Depan Dunia

Kendari merupakan nama Kota Madya sekaligus Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tenggara. Kota ini me