https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   27 September 2021 - 19:42 wib

Utang Era Jokowi Menggunung Rp6.625,43 Triliun, Makin Lama Makin Mencekik Leher

Pelan tapi pasti, utang di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terus membuncit. Saking tambunnya banyak yang khawatir meledak. Kira-kira, berapa besarnya ya?

Per Agustus 2021, posisi utang pemerintah menyentuh level Rp6.625,43 triliun. Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), mencapai 40,84 persen. Posisi utang Agustus 2021 ini, mengalami kenaikan dibandingkan posisi Juli 2021 yang mencapai Rp6.570,17 triliun.

“Posisi utang pemerintah pusat mengalami kenaikan sebesar Rp55,27 triliun apabila dibandingkan posisi utang akhir Juli 2021,” demikian data Kemenkeu dalam Laporan APBN Kita September 2021, Minggu (26/9/2021).

Peningkatan rasio utang tersebut, dinilai semakin membahayakan kredibilitas pengelolaan fiskal. Pasalnya, kemampuan pemerintah untuk memungut penerimaan, terutama penerimaan pajak, masih sangat rendah yakni di kisaran 11 persen. Angka ini terendah se Asia-Pasifik, menurut OECD.

Idealnya, di tengah semakin agresifnya menarik utang, pemerintah mengimbanginya dengan menaikan kinerja penerimaan pajak. Namun yang terjadi, jsutru sebaliknya. Rasio utang pemerintah terus membumbung. Sementara, rasio pajak atau kemampuan pemerintah dalam memungut pajak justru terus mencapai titik nadir.

Adapun dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kenaikan utang Indonesia terutama disebabkan adanya kenaikan utang dari Surat Berharga Negara (SBN) Domestik sebesar Rp80,1 triliun.

Di sisi lain, utang SBN dalam valuta asing mengalami penurunan sebesar Rp15,42 triliun. Pemerintah mencatat jumlah pinjaman juga mengalami penurunan sebesar Rp9,41 triliun. Kemenkeu menyampaikan, pemulihan ekonomi Indonesia akibat dampak pandemi COVID-19 hingga saat ini masih berlangsung.

Namun, untuk tetap menjaga pengelolaan utang yang hati-hati, terukur, dan fleksibel, pemerintah telah melakukan langkah-langkah pengelolaan utang, yaitu dengan menjaga komposisi utang SBN domestik lebih besar daripada utang dalam bentuk valuta asing.

Lebih lanjut, Kemenkeu mengatakan seluruh negara, terutama negara berkembang mengalami peningkatan utang akibat adanya peningkatan belanja, terutama untuk sektor kesehatan dan perlindungan sosial bagi masyarakat di masa pandemi.

Adapun hingga Agustus 2021, Kemenkeu mencatat penerimaan pajak mencapai Rp741,3 triliun. Di sisi lain, pemerintah mencatat total belanja mencapai Rp1.560,8 triliun. Defisit APBN pada Agustus 2021 tercatat Rp383,2 triliun, atau setara 2,32 persen dari PDB Indonesia.

Tag :
utang
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bila Terjebak Utang China, Indonesia Bisa Seperti Sri Langka, Maladewa dll

Tak cuma Indonesia, utang terselubung juga menjerat banyak negara. Bahkan di
berita-headline

Viral

Indonesia Terima 71 Proyek Infrastruktur yang Dicatat Utang, Hati-hati dengan China!

Sepanjang 2000-2017, Indonesia menerima 71 proyek infrastruktur dari China berskema Belt and Road
berita-headline

Viral

Presiden Dianugerahi Bapak Infrastruktur, Utang BUMN Karya Makin Menggunung

Ambisi besar Presiden Joko Widodo yang berjuluk Bapak Infrastruktur Indonesia, membangun jalan to
berita-headline

Viral

Awas Jebakan Utang Jilid II di Pembangunan Ibu Kota Baru!

Direktur Center of Economic and Law studies (CELIOS), Bhima Yudhistira mengingatkan potensi jebak
berita-headline

Viral

Ketika Utang Negara Menggunung, Banyak Proyek Infrastruktur Malah Buntung

Presiden Joko Widodo begitu gencar membangun infrastruktur. Puluhan bahkan ratusan triliun uang nega