https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   28 September 2021 - 07:07 wib

Taliban Larang Pria Cukur Jenggot karena Tak Sesuai Syariat

Viral
berita-headline

(ist)

Penguasa baru Afghanistan, Taliban baru saja mengeluarkan aturan baru ihwal melarang tukang cukur di provinsi Helmand Afghanistan untuk mencukur atau memotong janggut, alasannya disebut karena melanggar interpretasi mereka terhadap dasar syariat hukum Islam.

Aturan baru ini menandai serentetan pembatasan yang diberlakukan terhadap warga Afghanistan yang didasarkan pada interpretasi Taliban terhadap hukum syariat Islam.

"Anda segera diberitahu bahwa mulai hari ini, mencukur jenggot dan memainkan musik di tempat pangkas rambut dan tempat pemandian umum dilarang keras," demikian bunyi pernyataan otoritas setempat pada Minggu (26/9) dikutip dari BBCnews.

"Jika ada tempat pangkas rambut atau pemandian umum yang kedapatan mencukur jenggot siapa pun atau memainkan musik, mereka akan ditindak sesuai prinsip-prinsip syariah dan mereka tidak akan memiliki hak untuk mengeluh," imbuh pernyataan tersebut.

Kelompok Taliban sebelumnya menyatakan bakal menerapkan aturan yang lebih lunak kepada warganya dibandingkan kepemimpinan mereka pada dua dekade yang lalu di Afghanistan.

Namun pernyataan itu tidak sejalan dengan fakta yang ada di lapangan. Ada banyak laporan soal perlakuan kasar dan kejam oleh Taliban sejak kelompok ini berkuasa pada pertengahan Agustus lalu, mulai dari penahanan dan penyerangan terhadap wartawan, kemudian penggunaan cambuk terhadap wanita yang ikut unjuk rasa, hingga hukuman gantung di depan umum bagi pelaku kejahatan.

Tak hanya itu, perempuan di Afghanistan juga terdampak sejumlah aturan baru yang diterapkan Taliban. Taliban tidak mengizinkan perempuan untuk melanjutkan pendidikan padahal sebelumnya mereka berjanji akan memperbolehkan perempuan bersekolah.

Sejauh ini, hanya laki-laki Afghanistan yang diserukan untuk kembali bersekolah oleh Taliban.

Aturan larangan pendidikan ini sebetulnya pernah diberlakukan juga saat Taliban berkuasa antara tahun 1996 hingga 2001 silam. Saat itu, Taliban melarang perempuan untuk menempuh pendidikan dan bekerja, dan sangat membatasi hak-hak mereka.

Sekarang, perempuan Afghanistan juga mendapatkan perlakuan serupa. Para perempuan bahkan tidak disertakan dalam pemerintahan baru Taliban, dan bahkan dalam beberapa kasus diperintahkan meninggalkan tempat kerja mereka.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bersama Suami Pejabat Wanita ini Hanya Pasrah Tunggu Dibunuh Taliban

Wali kota perempuan pertama di Afghanistan Zarifa Ghafari pasrah menunggu Taliban datang membunuh
berita-headline

Viral

HTI 'Muncul' Lagi di KPK Setelah G30STWK

Foto bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di meja salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korups
berita-headline

Viral

Isu Bendera Mirip HTI Sengaja Dipolitisir untuk Fitnah 57 Pegawai KPK

Juru Bicara 57 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Hotman Tambunan telah membant
berita-headline

Viral

Media Barat Skeptis dengan Janji Taliban

Dun
berita-headline

Viral

Taliban Hanya Terbitkan 6000 Paspor per Hari, Warga Afghanistan Berebut

Afghanistan mulai menerbitkan lagi paspor untuk warga negaranya terhitung mulai Selasa, (5/10) .