https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   28 September 2021 - 17:22 wib

Jadi Korban Hoaks, Terdakwa Korupsi PT. Asabri Lapor Dewan Pers

Viral
berita-headline

Jadi Korban Hoaks, Terdakwa Korupsi PT. Asabri Lapor Dewan Pers

Terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asabri, Heru Hidayat mengajukan protes dan hak jawab atas pemberitaan sejumlah media online yang dianggap tidak mengedepankan kode etik jurnalistik dalam melakukan peliputan.

Menurut kuasa hukum Heru Hidayat, Kresna Hutauruk, kliennya merasa keberatan atas pemberitaan media online tanggal 27 September 2021.

"Bahwa kami selaku PH Heru Hidayat keberatan atas pemberitaan beritaekspress.com dan beritabuana.co di mana wartawan seakan-akan telah melakukan wawancara dengan klien kami Heru Hidayat. Faktanya, Bapak Heru Hidayat merasa tidak pernah dilakukan wawancara oleh siapapun dan tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana berita yang di upload pukul 11.47 WIB pada tanggal tersebut di atas," kata Kresna di Jakarta, Selasa (27/9/2021).

Dalam pemberitaan, disebutkan bahwa Heru Hidayat selaku terdakwa kasus PT Asabri meminta agar Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung agar memproses mitra kerjanya yakni, AR selaku Dirut PT. FIRE maupun AF pemilik saham FIRE yang menjual sahamnya ke PT. Asabri.

"Kami melayangkan hak jawab dan protes keras atas pelanggaran kode etik jurnalistik serta melaporkannya pada Dewan Pers, PWI dan AJI," ungkapnya.

Kresna beralasan dalam persidangan, kliennya memang didekati oleh seseorang yang tidak dikenal bahkan saat orang ini bertanya tentang kasusnya serta menyebutkan beberapa nama, klien saya sudah menyatakan tidak ingin berkomentar apa-apa dan meminta seseorang tak dikenal yang diduga oknum wartawan tersebut untuk mencari informasi lainnya sesuai yang dipertanyakan.

"Yang jelas, orang tak dikenal atau oknum wartawan tersebut tidak pernah memperkenalkan diri sebagai wartawan dan menunjukkan identitas persnya. Bahkan klien saya tidak tahu bila pembicaraan yang sepotong sepotong itu adalah wawancara. Oknum wartawan itu mencoba menjebak Pak Heru dengan sejumlah pertanyaan yang menyudutkan," kata Kresna.

"Oknum yang tidak mengenalkan diri sebagai wartawan tersebut juga tidak meminta izin apakah pernyataan klien kami bisa dikutip dan ditayangkan di media online," ujarnya lagi.

"Harapannya dikemudian hari, hal seperti ini tidak terjadi lagi karena profesi wartawan adalah profesi yang mulia. Senantiasa bertindak dengan mengedepankan profesionalitas dan tidak mencampur adukkan antara opini dengan fakta. Dan oleh karenanya wartawan Indonesia dilengkapi dengan ‘hak tolak’ bila dirasakan tugas yang diemban telah melanggar independensinya", pungkasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Terlapor Kasus Dugaan Pelecehan di KPI Ancam Lapor Balik Korban

Terlapor atau terduga pelaku perundungan dan pelecehan seksual yang merupakan karyawan Komisi Pen
berita-headline

Viral

Perusahaan Asing Layangkan Gugatan Penyitaan Aset, Kasus Asabri Bisa Ganggu Investasi

Perusahaan pelayaran berbasis di Panama, Shining Shipping S.A. men
berita-headline

Viral

Peran Pers Intens Tangkal Isu Hoaks Saat Pandemi

Dewan Pers mendorong pers intens mengambil peran dalam menangkal isu hoaks sesuai panduan yang ad
berita-headline

IXU

Terlapor Pelecehan Seksual Pegawai KPI Ancam Lapor Balik, Dasar Hukumnya Kuat atau Lemah?

Pertanyaan : Terlapor pelecehan seksual sesama jenis pegawa
berita-headline

Kanal

Ketua Umum PWI Tegaskan Wartawan Tidak Tunduk pada UU Ketenagakerjaan

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari menegaskan bahwa wartawan tidak tundu