https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 September 2021 - 04:51 wib

Wagub DKI Yakin Balapan Formula E Nantinya Bisa Dibiayai Sponsor

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merasa yakin jika pelaksanaan balapan Formula E pada masa mendatang bisa dibiayai sponsor dan berbagai pihak pendukung lainnya.

Pernyataan Riza itu untuk menanggapi pendapat Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI yang meminta agar legislatif tak mengizinkan pengajuan anggaran Formula E pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Insya Allah, ke depan harapan kita penggunaan anggaran Formula E pada tahun-tahun berikutnya, itu dapat menggunakan anggaran dari publik, masyarakat, dari swasta, atau dari sponsor," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (28/9/2021) malam.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk ajang yang digelar tahunan secara berkesinambungan itu, akan disiapkan kebutuhan anggaran sesuai dengan ketentuan aturan yang ada.

Terkait dengan sikap PDI Perjuangan soal Formula E tersebut, Riza menilai hal tersebut adalah hak sebagai anggota legislatif, namun dia mengingatkan Pemprov DKI Jakarta juga memiliki hak dalam mengatur anggaran.

"Itu soal kewenangan dari DPRD. DPRD punya pendapat dan sikap masing-masing terkait anggaran. Silakan, kan ada hak dari eksekutif, ada hak dari DPRD. Semua dibahas bersama, antara eksekutif dan DPRD. Nanti diputuskan bersama," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Manuara Siahaan meminta anggota dewan tidak mengizinkan pengajuan anggaran Formula E dari Pemprov DKI saat pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) 2021 dan rancangan APBD 2022.

Hal itu, menurut Manuara, jika Pemprov DKI tidak memberikan dokumen revisi kajian kelayakan (feasibility study) balap mobil listrik tersebut hingga pembahasan anggaran nanti.

Manuara menyampaikan pernyatan itu saat Rapat Paripurna Usulan Interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Formula E, Selasa siang.

Tetapi, setelah tujuh fraksi di DPRD DKI, yakni Gerindra, PKS, Nasdem, Demokrat, Golkar, PAN, PKB-PPP, menyatakan menolak untuk hadir dalam rapat paripurna, praktis rapat hanya dihadiri oleh 32 orang anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan dan PSI.

Dengan jumlah tersebut rapat tidak bisa mengambil keputusan karena tidak kuorum atau tidak memenuhi ketentuan jumlah anggota yakni 50+1 dari 106 anggota. Akhirnya rapat ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan setelah perwakilan masing-masing fraksi dan anggota menyampaikan pandangannya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Wagub DKI: Lokasi Balap Formula E Akan Segera Diumumkan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa lokasi sirkuit balap mobil listrik
berita-headline

Viral

Interpelasi Anies, Agenda Colongan?

Wakil ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik bersama tujuh fraksi lainnya menolak dan tidak menandatanga
berita-headline

Viral

Ini Alasan Arena Formula E Jakarta Digeser dari Monas

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraks Nasdem, Jupiter SE, menyebut pindahnya arena balap Formula E dari
berita-headline

Viral

Digoyang Formula E, Gubernur Anies Tak Perlu Ciut Interpelasi PDIP dan PSI

Menghadapi manuver politik PDIP dan PSI terkait hak interpelasi Formula E di DPRD DKI, Gubernur A
berita-headline

Viral

7 Fraksi Penolak Interpelasi Laporkan Ketua DPRD DKI ke Badan Kehormatan

Tujuh fraksi DPRD DKI Jakarta penolak interpelasi Formula E resmi melaporkan Ketua DPRD DKI Jakar