https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 September 2021 - 17:11 wib

(Paradoks Pendidikan) Bukan Ciptakan Pedagogik Jarak Jauh, Malah Jadi 'Panicgogy'

Viral
berita-headline

Pemerintah Diminta Menyiapkan Skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang Efektif

Sejak diuji coba 30 Agustus lalu, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih menunjukkan sejumlah kekurangan. Bahkan dibeberapa daerah, ditemukan kasus Covid19 dari kalangan pelajar.

Kini, sekolah dihadapkan pada Asesmen Nasional (AN) tingkat SMA sederajat. Selama seminggu, Asesmen pengganti Ujian Nasional ini, mewajibkan siswa hadir di sekolah. Seminggu berselang, AN kembali digelar untuk siswa SMP sederajat. Makin bahaya, waspada klaster sekolah!.

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai, gagapnya pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek menjalankan PTM lantaran tak memiliki opsi lain. Padahal, harusnya pemerintah memikirkan alternatif lain sebelum melaksanakan PTM.

"Ini dilematis ya, PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau PTM, yang kami minta itu pemerintah dalam hal ini kemendikbud membuat formula PJJ yang efektif. Nah selama ini Kemendikbud hanya memberikan dua pilihan. PJJ karena gak efektif, maka harus PTM," kata Satriwan kepada Inilah.com, Rabu (29/9/2021).

Pemerintah kata Satriwan, bisa mencontoh penerapan PJJ di negara lain yang terbukti efektif."Setahu saya negara seperti Finlandia itu dia mendesain PJJ yang relatif efektif di awal-awal pandemi, sekarang sudah tatap muka seiring vaksinasi yang merata," ungkapnya.

"Kemudian Harvard melakukan kajian model formulasi PJJ yang efektif tahun 2020. Itu ternyata mampu meningkatkan kemampuan membaca," sambungnya menekankan.

"Saya berharap Mas Nadiem ini karena juga lulusan Harvard juga, Kemendikbud juga ada bagian Ristek-nya, kenapa tidak bisa mendesain PJJ yang efektif. Atau kita sebut formula dari Pedagogik PJJ. Kan ada waktu dua tahun utnuk bisa menciptakan Pedagogik PJJ yang efektif," tegasnya.

Masih dalam kajian P2G, selain pandemi yang belum berakhir, tidak ada jaminan bencana serupa tak terulang dan memaksa para siswa kembali belajar dari rumah."Jadi kalau ada Katastrofi (bencana besar yang membuat sejarah), harus dipaksa lagi PJJ. Berarti sistem pendidikan kita, khususnya sistem persekolahan kita belum mampu menjawab berbagai macam Katasrofi saat ini maupun ke depan. Sehingga pilihannya hitam putih, PJJ atau PTM. Mestinya harus ada formulasi Pedagogik PJJ. Semua sistem kita ga siap, mulai dari kompetensi guru, infrastruktur digital, kurikulum. Sehingga yang terjadi sekarang Panicgogy," tandasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Disdik DKI: 1.509 Sekolah Siap Gelar PTM Terbatas Senin Besok

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebut sebanyak 1.509 sekolah siap menggelar Pembelajaran Tatap Mu
berita-headline

Viral

Menuju Digitalisasi Sekolah di Pelosok Garut

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia lebih dari satu tahun. Hal yang hangat perbincangkan dan
berita-headline

Viral

Paradoks Pendidikan dan Pandemi di Perkotaan

Efek pandemi telah menghantam banyak pihak, tetapi golongan miskin yang paling banyak mendapat be
berita-headline

Viral

Ada Asesmen Nasional (AN), Waspada Klaster Sekolah

Proses Asesmen Nasional (AN) saat ini sedang dilaksanakan untuk jenjang SMK dan sederajat. Pelaks
berita-headline

Viral

149.336 Guru Honorer Gagal Tes P3K, P2G Sebut Nadiem Ingkar Janji

Menteri Pendidikan dan Ristek Nadiem Makarim dituduh ingkar janji, lantaran kebijakan nilai afirm