https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 September 2021 - 09:06 wib

Akhir Bulan September Lagi 'Musim PKI'

Viral
berita-headline

foto istimewa

Setiap akhir bulan September, segenap elemen masyarakat di bangsa ini selalu di perhadapkan dengan topik sejarah kelam Gerakan 30 September PKI, yang membunuh  7 perwira TNI-AD, 6 di antaranya merupakan perwira tinggi alias jenderal yang kala itu cukup berpengaruh dalam pemerintahan RI di bawah pimpinan Presiden Sukarno.

Perdebatan terus bergulir tatkala, fakta peristiwa pemberontakan dengan penculikan para perwira militer Indonesia yang dilakukan pada tanggal 30 sampai tanggal 1 Oktober tahun 1965 silam, di selingi adanya pandangan bahwa itu tak dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI). 

Padahal, merujuk pada eksistensi PKI, tepatnya sejak bumi Nusantara masih di tangan penjajah, yakni pada tahun 1927 komunis sudah berusaha melakukan berbagai  pemberontakan guna merebut kekuasaan.

Setelah merdeka tepatnya pada tanggal 18 September 1948, komunis di bawah pimpinan Muso juga melakukan pemberontakan yang dikenal dengan Peristiwa Madiun.  

Pemberontakan ini diawali dengan jatuhnya kabinet RI yang pada waktu itu dipimpin oleh Amir Sjarifuddin, lantaran tak mendapat dukungan lagi sejak disepakatinya Perjanjian Renville. 

Kemudian dibentuklah kabinet baru dengan Mohammad Hatta sebagai perdana menteri, namun Amir beserta kelompok sayap kiri tak setuju dengan pergantian kabinet tersebut.

"Belajar dari sejarah tidak mungkin terjadi pertentangan kemudian saling membunuh di kalangan TNI Angkatan Darat. Saya walaupun bukan seorang sejarawan saya meyakini bawa itu (Gerakan 30 September PKI) didalangi oleh Partai Komunis Indonesia," kata Sosiolog Musni Umar, dikutip dari Akun Youtube-nya, Kamis (30/9/2021).

Sejarah mencatat bahwa Muso pernah lama tinggal di Uni Soviet dan belajar kepada Vladimir Lenin yang memerintah selama lima tahun dari 1917 sampai 1923.  

Periode pemerintahan Lenin, sebanyak 500 orang yang warga negara Uni Soviet dibunuh pada saat itu. 

Setelah Lenin meninggal dunia, kepemimpinan diambil oleh Josef Stalin. Era kepemimpinan pria yang terlahir dengan nama Loseb Besarionis dze Jughashvili itu sebanyak 6 juta orang petani yang dianggap membangkang dan melawan komunis dibunuh.

Bagi orang komunis merebut kekuasaan sangat penting. Dengan kekuasaan mereka bisa menjalankan manifesto politik yang diajarkan oleh Karl Marx. Ideologi itu dipegang kuat oleh orang-orang komunis di seluruh dunia. 

Muso belajar di sana dan mencoba mengamalkannya di Indonesia. Pada 3 Agustus 1948, dia kembali ke Indonesia setelah lama menetap di Moskow, Uni Soviet sejak 1926. 

Muso membawa amanat Moskow sejak berangkat ke Uni Soviet. Atas intruksi Moskow, ia mendirikan PKI muda. Muso dikenal sebagai orang yang bersifat otoriter dan tidak sabar.

Harus Waspada 

Sejarah mencatat pada Sabtu, 12 Maret 1966, Presiden Soeharto resmi membubarkan PKI melalui keputusan Nomor 1/3/1966. 

Tak hanya membubarkan semua bagian organisasinya dari tingkat pusat sampai daerah, tetapi PKI juga dinyatakan sebagai organisasi terlarang di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Atas dasar  ini kemudian berkembang pandangan bahwa komunis sudah bubar. 

Tetapi perlu diwaspadai bahwa saat ini Warga Negara Asing China sudah banyak masuk ke Indonesia, dalam rangka bekerja di berbagai perusahaan. Sementara di negara asalnya jelas diketahui bahwa hanya satu partai politik yang berkuasa yakni komunis. 

"Jangan pernah lupa bahwa mereka itu di sana diberlakukan yang namanya wajib militer. Jadi mereka sangat terlatih untuk memanggul senjata. Jadi kita harus betul-betul hati-hati," ucap Musni. 

Komunis adalah sebuah ideologi yang mengajarkan ajaran sama rata, sama rasa dan bila menang lahan atau pertanahan akan diserahkan pada rakyat. Tetapi itu hanyalah janji semata. 

Komunis juga disebut lihai melakukan penyusupan di berbagai sektor, menciptakan adu domba dan kebencian untuk memantik kekacauan di tengah masyarakat. Tetap waspada!

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

"Siapa itu Giring? Kita Tak Kenal"

Sikap pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI
berita-headline

Viral

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Kelarpun Buntung

Kereta Cepat Jakarta-Bandung dinilai sebagai proyek strategis nasional pemerintahan Presiden Joko
berita-headline

Viral

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Sangat Tak Penting

Kereta Cepat Jakarta-Bandung dinilai sangat tidak penting. Pasalnya saat ini sudah banyak transpo
berita-headline

Viral

Harap Anies Sirna Berbalik Terbit Beken

Berbagai kritik dengan motif tertentu dilayangkan kepada Gubernur