https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 September 2021 - 10:22 wib

Sederet Fakta Formula E, Jawab 'Katanya-Katanya'

Viral
berita-headline

Pemprov DKI buka sederet fakta tentang gelaran Formula E

Pasca kandasnya interplasi Formula E di Paripurna DPRD DKI Jakarta, sejumlah fakta mulai terkuak tentang seluk beluk penyelenggaran event internasional yang bakal di gelar di Jakarta.

Pemprov DKI menjawab semua sentimen negatif tentang penyelenggaran ajang balap Formula yang 'katanya' pemborosan APBD.

"Faktanya, hampir semua event dunia (Asian Games, Olimpiade, Formula 1, MotoGP, Formula E) membutuhkan dana dari pemerintah; termasuk Asian Games 2018 dan Moto GP Mandalika Maret 2022," ujar Pemprov DKI dalam keterangan tertulisnya.

Gelaran tersebut bakal memberi manfaat ekonomi hingga reputasi. Stimulus ekonomi dan multiplier efek yang ditimbulkan dari gelaran ajang balap mobil listrik tersebut. Sementara citra Jakarta bahkan Indonesia akan semakin mendunia jika berhasil membawa kalender balap Formula E ke Jakarta. Sehingga bisa menstimulus turisme dan investasi.

Pemprov juga menjawab soal sentimen negatif yang 'katanya' gelaran Formula E hanya untung jika dilaksanakan dalam 5 tahun berturut. Dan 'katanya' lagi, hanya 2 kota yang melaksanakan secara berturut-turut, rugi juga akhirnya.

"Investasi infrastruktur jadi optimal jika dimanfaatkan bukan hanya untuk sekali penyelenggaraan," jawab Pemprov DKI.

Selain itu, Pemprov juga memperbaharui informasi bahwa penyelenggaraan Formula E secara 5 kali berturut-turut telah di review ulang akibat pandemi Covid-19."Hasil kesepakatan Jakpro dengan FEO (Formula E Operations), adalah periode pelaksanaan disesuaikan 3 tahun, yaitu 2022, 2023, dan 2024," fakta lagi dari Pemprov DKI.

Kalau dihitung-hitung, 3 tahun sudah cukup untuk memaksimalkan manfaat dan dampak ekonomi dari ajang balap masa depan ini.

Pemprov DKI juga menjawab ‘katanya’ soal commitment fee senilai Rp 2,3 triliun dan biaya pelaksanaan Rp 4,4 triliun. Menurut Pemprov DKI, commitment fee yang dibayar senilai Rp 560 miliar untuk semua tahun penyelenggaraan."Tidak ada lagi tambahan biaya dari APBD untuk melaksanakan Formula E, baik untuk 2022, 2023, dan 2024," ujar Pemprov DKI.

Pemprov DKI mengatakan ada biaya pelaksanaan senilai Rp150 miliar per tahun. Namun, menurut Pemprov DKI, dana tersebut tidak dibayarkan oleh APBD, melainkan dari sponsor yang dilakukan oleh Jakpro.

Pemprov DKI juga mengatakan tidak ada lagi keperluan pembuatan bank garansi. Selain itu, jangka waktu pelaksanaan Formula E Jakarta ialah 3 tahun."Itu semua ada data yang akurat. Kesepakatan antara Jakpro dengan FEO (Formula E Operations)," tulis Pemprov DKI.

Ada lagi 'katanya' lain bahwa Formula E tidak berdampak pada Jakarta yang lebih ramah lingkungkan. Faktanya, Formula E senada dengan target Presiden Jokowi bahwa Indonesia akan menjadi 'Raja baterai hingga mobil listrik dunia'.

"Kondisi udara di DKI Jakarta jauh dari ideal. Diperkirakan 70% konsumsi BBM adalah oleh kendaraan bermotor, sehingga upaya mendorong mobil listrik merupakan solusi andal untuk memperbaiki kualitas udara dan lingkungan di Jakarta," jawab Pemprov.

Pemprov DKI Jakarta menyatakan bahwa seluruh rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penyelenggaraan Formula E sudah dituntaskan. Tiga rekomendasi BPK, sudah diselesaikan Pemprov DKI.

Rekomendasi pertama, tidak ada lagi dana dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan pelaksanaannya secara business to business (B to B)."Jakpro akan menjalankan Formula E secara B to B murni, di mana tidak ada tambahan dana dari APBD lagi, di luar dana yang telah dikeluarkan," tulis Pemprov DKI. Rekomendasi kedua yang disebut sudah dikerjakan yaitu pelaksanaan Formula E harus berkoordinasi dengan Formula E Operations.

"Jakpro terus berkoordinasi dengan FEO dan telah menyusun tim OC untuk melaksanakan Formula E 2022," kata Pemprov DKI.

Terakhir, 'katanya' soal gelaran formula E yang melebihi masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Faktanya, anggaran yang dibayarkan oleh Pemprov DKI hanyalah commitment fee awal saja yang telah dibayarkan pada tahun 2019, selanjutnya akan dilaksanakan oleh Jakpro secara murni B to B, melalui sponsorship," tegas Pemprov DKI.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

DKI Yakin Paling Pertama Selesaikan Vaksinasi

Program vaksinasi Covid-19 yang digelar Pemprov DKI Jakarta dinilai sudah hampir mencapai target
berita-headline

Viral

Disdik DKI: 1.509 Sekolah Siap Gelar PTM Terbatas Senin Besok

Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyebut sebanyak 1.509 sekolah siap menggelar Pembelajaran Tatap Mu
berita-headline

Viral

4 Tahun Anies Pimpin Jakarta, Benahi Trotoar hingga Buat Stadion Bertaraf Internasional

Tepat hari ini merupakan tahun keempat masa kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jaka
berita-headline

Viral

Anies Baswedan Serahkan Beasiswa ke Anak Yatim Piatu Akibat COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan beasiswa kepada 45 anak yatim piatu yang orang tu
berita-headline

Viral

Empat Tahun Jadi Gubernur DKI, Anies Telah Tepati Janji

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai selama empat tahun menjabat sebagai Gubernur