https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 September 2021 - 19:35 wib

Pasha Ajarkan Politik Santun ke PSI

Perseturuan antara Ketua DPP PAN Sigit Purnomo Said atau biasa dikenal Pasha Ungu dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang membicarakan Formula E di DKI Jakarta ternyata masih terus berlanjut.

Jika sebelumnya vokalis band Ungu itu meminta pertanggungjawaban pernyataan Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai pembohong, kini gantian, Pasha dikritik soal APBD yang juga terkait Formula E.

Adalah Anggara Wicitra Sastroamidjojo, anggota DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan kader PSI. Melalui akun Instagramnya, @ara.sastroamidjojo meminta Pasha untuk menjawab empat pertanyaan yang diajukan.

Pasha yang mendapat pesan tersebut langsung menjawab semua pertanyaan Ara melalui akun Instagramnya @pashaungu_vm. Jawaban disampaikannya dengan lugas sekaligus memberikan saran kepada kader PSI agar menggunakan politik santun jika melontarkan kritik.

"Gunakan politik santun kekinian yang mencerminkan anak muda Indonesia yang responsif ramah serta cerdas dan peka dalam berdialektika," ujarnya.

Berikut adalah empat pertanyaan yang ditulis Ara ditujukan kepada Pasha,

1. Bang Pasha sebagai orang yang berpengalaman di eksekutif harusnya paham bagaimana proses dari hulu ke hilir proses penganggaran. Jadi silahkan jawab dulu pertanyaan, apakah sebuah program kegiatan dapat diusulkan jika tidak ada dalam RPJMD, RKPD bahkan Renstra dinas? Bukankah ini patut dipertanyakan dasar hukum penganggarannya?

2. Kalau Bang Pasha bertanya apakah kami tidak ikut pembahasannya pada 2019. Jelas tidak! Karena program kegiatan ini dibahas dan disepakatinya pada fase APBDP 2019 yang disepakati pada 22 Agustus 2019 oleh DPRD periode 2014-2019.

Kami, anggota DPRD DKI periode 2019-2024 dilantik tanggal 26 Agustus 2019. Dan kami hanya membahas APBD Murni 2020

3. Bang Pasha baiknya silahkan liat kembali rekam jejak digital yang tersimpan jelas sikap saya pribadi maupun secara fraksi terhadap kegiatan ini. Kami menolak dengan tegas, bahkan ketika itu belum masuk pandemi.

4. Kami itu dilantik untuk mewakili rakyat Bang Pasha, bukan mewakili Gubernur. Jelas dalam hal ini karena ada APBD yang tidak dibelanjakan dengan bijaksana perlu kami koreksi", tulis Ara.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan lirik lagu milik Ungu berjudul 'Andai Ku Tahu', namun di akhir liriknya diubah.

"Andai Ku Tau, Kapan Tiba ajal ku..
Ku akan memohon, biarkan ku selesaikan dahulu interpelasi ku..," tulisnya.

Melalui akun Instagram milikinya, Pasha menjawab satu per satu pertanyaan tersebut.

"Baik dinda izin saya mulai jawab ya dari poin No.1 rencana program kegiatan bisa kapan saja di usulkan dan dimasukkan tapi tidak boleh melanggar prosedur anggaran yang sudah ditetapkan makanya ada ruang untuk usulan kegiatan baru yg namanya anggaran perubahan di TW4. Jangankan RPJMD bahkan peraturan daerah/uu pun bisa dirubah makanya selalu ada yang namanya perubahan uu perubahan perda sampai ke sekian kali menyesuaikan kebutuhan dan kepentingan masanya sendiri," tulisnya.

"Di poin ke-2 saudara ara sudah menjawab sendiri bahwa anggaran ini sudah ditetapkan melalui APBD-P 2019 artinya ini legal sesuai prosedur tidak ada yang dilanggar," jelasnya.

Terkait Formula E, Pasha mempertanyakan PSI yang tidak ikut membahas ketika itu, kenapa harus menjegal atau menghilangkan anggaran yang sudah pasti disepakati periode sebelumnya?

"Poin yang ke-3 secara pribadi saya termasuk yang sangat senang dengan lahirnya PSI di republik ini sebagai ‘wahana politik’ baru bagi kaum millenial yang ingin membaur dengan lingkaran politik gaya baru," tulisnya.

"Poin ke-4 yaitu benar skali anda dilantik atas nama perwakilan rakyat bukan gubernur maka tunjukkan edukasi politik anak muda yang berakhlak dalam bahasa kepada masyarakat yang saudara wakilkan. Oiya dinda @ara.sastroamidjojo makasih udah nyanyiin lagu saya meskipun lirik terakhirnya beda. salam hormat untuk saudaraku Plt.ketum @giring salam solidaritas.! PAN menang!!" jawabnya.
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Kejar Target, Menkes Imbau Masyarakat Tidak Pilih-Pilih Vaksin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan
berita-headline

Viral

Kematian Akibat Serangan Jantung saat Covid-19 Meningkat

Sejak berlangsungnya covid-19 di awal 2020, sudah dilaporkan baik di luar negeri maupun Indonesia
berita-headline

Viral

Interpelasi Gubernur Anies Layu Sebelum Berkembang

Hari ini, Selasa, 28 September 2021, DPRD DKI Jakarta menggelar ra
berita-headline

Viral

Akhir Pandemi Covid-19 Tergantung pada Perilaku Manusia

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Virus corona asal Wuhan itu masih ada di muka bumi ini. D
berita-headline

Viral

28 Kasus Positif Covid-19 Muncul dari PON XX Papua

Kasus terkonfirmasi positif muncul dari ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Sekitar