https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   02 October 2021 - 13:54 wib

Novel Baswedan Cs Korban Dendam Orang Kuat

Viral
berita-headline

Ketua DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Jerry Massie (Foto Inilah.com)

Hasil pemeriksaan mendalam yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Komnas HAM, tes wawasan kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditemukan banyak perbuatan melanggar hukum dan HAM.  Bertujuan untuk menyingkirkan pegawai KPK.

Walau demikian KPK tetap melakukan  pemecatan terhadap Novel Baswedan dan pegawai KPK lainnya pada Kamis (30/9/2021). 

Dipecat ketika tak berbuat tercela atau melakukan pelanggaran etik. Bahkan sedang semangat dalam pemberantasan korupsi dan pencegahan.  

Novel Baswedan Cs diduga korban dari dendam pribadi orang kuat di republik ini, terutama yang pernah bersinggungan dengan Novel dalam proses pemberantasan korupsi.

"Ini bagian dari sakit hati. Ini pertarungan nuansanya jelas politik. Diduga dari anak emas pemimpin partai tertentu. Saya enggak sebut nama ya tetapi dugaanya bisa ke sana," kata Ketua DPP Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Jerry Massie kepada Inilah.com, Sabtu (2/10/2021).

Jokowi Ingin Bela Novel Cs

57 pegawai KPK yang tidak lolos TWK untuk peralihan status menjadi aparatur sipil negara (ASN), mau direkrut Polri menjadi ASN di Korps Bhayangkara, seakan mengambarkan keinginan Presiden Joko Widodo, untuk membela Novel Baswedan Cs.

Persoalan ini semakin melebar ketika proses perekrutan para mantan pegawai KPK sebagai ASN Polri juga masih belum dirincikan. Di tempatkan di mana?  Apakah divisi pemberantasan korupsi?  atau pada bagian lainnya masih belum jelas.

"Tapi kalau cuman kasinya ASN ini juga kurang tepat. Publik juga menungu-nunggu mau jadi apa mereka di sana? Justru lebih tepatnya mereka dikembalikan ke gedung KPK," kata Jerry.

Sepak Terjang Novel Baswedan

Sepak terjang Novel Baswedan dalam pemberantasan korupsi sudah tak diragukan lagi di KPK. Bahkan KPK pernah menetapkan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka kasus korupsi.

Keputusan KPK kala itu cukup mengagetkan publik, karena BG ditetapakan sebagai tersangka disaat namanya sudah secara resmi diajukan sebagai calon Kapolri ke DPR. Bahkan di hari dirinya ditetapkan sebagai tersangka, BG masih sempat menerima kunjungan Komisi III DPR.

BG ​lalu mengajukan permohonan praperadilan ke pengadilan terhadap KPK, terkait status tersangka yang ia sandang.

Dalam berproses BG memenangi sidang praperadilan atas penetapannya sebagai tersangka. Tetapi batal menjadi Kapolri, lantaran Presiden Joko Widodo memilih Jenderal (Pol) Badrodin Haiti dan resmi dilantik sebagai Kapolri di Istana Negara pada  Jumat (17/4/2015).

BG pernah menjabat sebagai ajudan Presiden ke-5 RI,  Megawati Soekarnoputri. Megawati pun diketahui sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus partai yang mengusung Jokowi sebagai orang nomor satu di republik ini.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Novel: Apakah Bisa Pegawai Baru Main 6 Perkara, Terima Rp11 miliar, Gak Logis Ya

Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak yakin dengan pengakuan bekas
berita-headline

Viral

Novel Baswedan : Teko Kalau Isinya Susu Keluar Susu, kalau Air Comberan Keluar Comberan

Istri Novel Baswedan, Rina Emilda, menanyakan kepada sang suami me
berita-headline

Viral

Jaksa Pemasang Bendera Mirip HTI Bukan Orang-nya Firli

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memasang bendera Al Liwa yang dikaitkan dengan atri
berita-headline

Viral

Penuh Haru, Momen Novel Cs Pamit Dari KPK

Mantan Penyidik senior KPK Novel Baswedan memimpin rekan-rekannya menyerahkan ID Card ke Gedung M
berita-headline

Viral

Tak Terima Dipecat, Novel cs Bikin Kantor Darurat

Sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dipecat dengan hormat pada