https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   02 October 2021 - 17:42 wib

Psikologi Kejiwaan Dibalik Guncangan Emosi Risma

Viral
berita-headline

(ist)

Aksi marah-marah yang dilakukan Menteri Sosial Tri Rismaharini di berbagai kesempatan, kerap disorot oleh berbagai kalangan dengan beragam tanggapan.

Sikap Risma kembali murka terjadi lagi saat rapat bersama pejabat Provinsi Gorontalo terkait distribusi bantuan sosial (bansos).

Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik yang viral Risma terlihat mengacungkan pena pada seorang pendamping bansos Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Gorontalo. Diduga, Risma tak terima pihaknya disebut mencoret data penerima bansos sehingga bantuan tak tepat sasaran.

"Jadi bukan kita coret ya! Tak tembak kamu ya, tak tembak kamu!" ujar Risma dalam video yang diunggah akun Twitter @numadayana.

Hal ini turut direspon oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang mengaku tersinggung dengan sikap Menteri Sosial Tri Rismaharini yang marah-marah kepada warganya.

“Saya saat melihat video itu sangat prihatin. Saya tidak memprediksi seorang ibu menteri, sosial lagi, memperlakukan seperti itu. Contoh yang tidak baik,” ucap Rusli dikutip dari laman resmi Pemprov Gorontalo.

Seperti sudah menjadi gaya kepemimpinannya saat menjabat di Surabaya dua periode, Tri Risma begitu lekat dengan gaya kepemimpinan yang “meledak-ledak”. Ia  sangat kesal dan mudah marah jika menemukan ketidakberesan.

Emosinya begitu memuncak dan jengkel jika menemukan adanya penyimpangan yang dilakukan anak buahnya.

Psikolog Astrid Wen kepada Inilah.com mengatakan, rasa amarah atau emosional yang dikeluarkan pejabat publik dengan sikap pemarah, merupakan sifat bawaannya yang mungkin selalu ingin tampil frontal. 

"Marahnya tuh harus kita lihat, jika konsisten mungkin memang sudah karakter pembawaanya," tutur Astrid saat dihubungi lewat sambungan telfon, Sabtu (02/09). 

Ia menambahkan, rasa amarah normal terjadi saat emotional brain (otak emosional) seseorang terpicu dan seseorang tidak memiliki kontrol diri, bisa saja jadi kalap.

"Tapi tetap yang harus kita lihat marahnya atas dasar apa, apakah ini hanya satu model atau ada model pengeskpresian lain," ucapnya. 

Yang Perlu Dilakukan

Untuk mendinginkan sikap amarah tersebut, Astrid mengatakan, ada tiga cara yang dapat dilakukan oleh seorang pejabat publik. Teori itu  adalah I am; I have dan I can.

I am, Astrid mengatakan, keadaan di mana seseorang mengetahui tentang dirinya sendiri dari kelebihan, kekurangan, hal negatif dan positif sehingga bisa lebih menenangkan diri dan punya waktu berisitirahat.

I have artinya, seseorang mengetahui bahwa dirinya memiliki iman, keluarga, teman-teman dan sumber daya lainnya.

Untuk I can, Astrid mengatakan, Bercanda atau tertawa bersama teman dan keluarga. "Dia bisa juga dengan bentuk pergi berjalan-jalan sendiri hingga olahraga. Olahraga bisa jadi cara cukup ampuh untuk meredakan amarah," tuturnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

IXU

Penyaluran Bantuan Sosial Tunai Dihentikan

Masyarakat masih menunggu dan bertanya-tanya terkait keputusan pem
berita-headline

IXU

Kenali Inner Child, Ini Kalimat yang Bisa Anda Ucapkan

Apa itu inner child? Inner child adalah salah satu istilah psikologi yang kerap dib
berita-headline

Viral

Demokrat: Mensos Risma Bisanya Hanya Tebar Intimidasi dan Caci Maki

Mungkin kalau hari ini dilakukan survei, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang akrab disapa Risma,
berita-headline

Viral

Risma Terlibat Adu Mulut dengan Mahasiswa Soal Bansos

Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali menjadi perbincangan publik. Dalam video yang beredar poli
berita-headline

Viral

Wow, Setiap 40 Detik Seseorang Bunuh Diri di Seluruh Dunia

Menurut Asosiasi Internasional untuk Pencegahan Bunuh Diri, setiap 40 detik seseorang melakukan b