https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   03 October 2021 - 06:22 wib

Angka Kematian Akibat COVID-19 di Dunia Tembus 5 Juta

Viral
berita-headline

(gettyimages.com)

Angka kematian akibat COVID-19 di dunia melampaui 5 juta, demikian menurut data Reuters.

Dunia perlu waktu lebih dari satu tahun untuk mencapai 2,5 juta pertama angka kematian COVID-19 selama pandemi, akan tetapi 2,5 juta kedua dicapai hanya dalam waktu kurang dari delapan bulan.

Rata-rata 8.000 kematian dilaporkan setiap hari di seluruh dunia dalam sepekan terakhir, atau sekitar lima kematian per menit.

Lebih dari separuh angka kematian global dalam rata-rata sepekan itu berasal dari AS, Rusia, Brasil, Meksiko, dan India.

Total jumlah kematian di AS pada Jumat (1/10/2021) menembus angka 700.000, tertinggi di dunia.

Meski kasus COVID-19 dan pasien rawat inap di AS cenderung turun, otoritas kesehatan di negara itu bersiap menghadapi lonjakan pada musim dingin saat orang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan.

Pada Jumat, Rusia juga melaporkan 887 kematian, angka harian tertinggi di negara itu selama pandemi.

Amerika Selatan menjadi kawasan dengan angka kematian tertinggi di dunia, menyumbang 21 persen dari semua kematian yang dilaporkan.

Kawasan itu diikuti oleh Amerika Utara dan Eropa Timur, yang masing-masing berkontribusi lebih dari 14 persen dari semua kematian, menurut analisis Reuters.

Meski demikian, angka kematian di India --salah satu negara yang terhantam parah oleh virus Corona varian Delta-- telah menurun drastis dari rata-rata 4.000 per hari menjadi kurang dari 300 ketika program vaksinasi diluncurkan.

Delta kini menjadi varian virus corona yang mendominasi dunia dan telah ditemukan di 187 dari 194 negara anggota Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian ini telah memperlihatkan perbedaan tingkat vaksinasi yang tinggi antara negara kaya dan negara miskin.

Perhatian dunia dalam beberapa hari terakhir berfokus pada upaya berbagi vaksin ke negara-negara miskin, di mana banyak orang belum menerima dosis pertama.

Di saat yang sama, orang-orang di negara yang lebih kaya mulai diberikan dosis penguat alias booster.

Lebih dari separuh penduduk dunia belum menerima satu pun dosis vaksin COVID-19, menurut Our World in Data.

WHO mengatakan pekan ini bahwa untuk pertama kalinya program COVAX akan mendistribusikan dosis hanya ke negara-negara dengan tingkat vaksinasi paling rendah.

Program berbagi vaksin itu sejak Januari 2021 telah mengalokasikan sebagian besar dosis vaksin ke lebih dari 140 negara penerima secara proporsional sesuai jumlah penduduk.

"Untuk distribusi Oktober kami membuat metodologi yang berbeda, hanya mencakup negara peserta dengan pasokan vaksin yang rendah," kata Mariangela Simao, asisten Direktur Jenderal WHO, dalam rekaman presentasi konferensi pekan lalu yang diunggah ke situs resmi WHO.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Penerima Vaksinasi COVID-19 Dosis Lengkap di Indonesia Capai 57,6 Juta Orang

Jumlah penerima vaksinasi COVID-19 dengan dosis lengkap (dua kali suntikan) di Indonesia mencapai
berita-headline

Viral

Waspada Adanya Varian Baru Covid-19

Sekitar 98 persen virus Covid-19 yang beredar di Indonesia adalah
berita-headline

Viral

Penerima Vaksin Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 54,9 Juta Orang

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis per
berita-headline

Viral

Menteri Kominfo Ajak Kelompok Lansia Segera Vaksin

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengajak kelompok lanjut usia atau l
berita-headline

Viral

Pasien Sembuh dari COVID-19 Terbanyak di DKI Jakarta

Kementerian Kesehatan menyebut jumlah pasien yang berhasil sembuh dari penularan COVID-19, pada S