https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 October 2021 - 11:49 wib

Serangan Yusril ke Demokrat Sia-Sia?

Viral
berita-headline

Advokat Yusril Ihza Mahendra

Advokat Yusril Ihza Mahendra kembali 'menyerang' Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Yursil yang berdiri mewakili kepentingan hukum empat orang anggota Partai Demokrat mengajukan judicial review ke Mahkamah Agung terhadap AD/ART Partai Demokrat di Mahkamah Agung (MA).

Yusril mengatakan bahwa langkah menguji formil dan materil AD/ART Parpol merupakan hal baru dalam hukum Indonesia.

Yusril mengatakan hal substansial yang dipersoalkan dalam judicial review di MA adalah proses pembentukan dan materi muatan pengaturan AD/ART partai dengan Undang-Undang yang lebih tinggi.

Menurut saksi-saksi dari kliennya, kata Yusril, pada Kongres PD yang menetapkan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum PD, AD/ART PD tidak turut dibahas. Mereka, kata Yusril, hanya bersidang selama satu hari dan kemudian sidang tersebut diskors.

Hal tersebut disampaikannya dalam tayangan bertajuk Yusril di Pusaran Demokrat yang ditayangkan dalam program Newsmaker medcom.id di kanal Youtube medcom id dikutip pada Minggu (3/10/2021).

"Jadi saya pikir yang paling penting sekarang, ini saran saya saja, bukan mengajari, kepada Partai Demokrat, siap-siap mereka. Hadapi argumen di Mahkamah Agung, bukan di isu-isu Yusril dibayar Rp100 miliar. Isunya macam-macam lah," kata Yusril.

Yusri menilai terkait dengan tudingan bayaran Rp 100 miliar tersebut tidaklah sunstansial. Ia menilai MA tidak akan peduli dengan hal tersebut melainkan akan memeriksa sesuai kewenangannya.

"Saya pikir itu si tidak substansial. Itu persoalan politik, tidak menyangkut substansi, dan MA tidak peduli dengan semua itu. MA peduli dengan ini lho permohonan, ini jawaban anda, ini apa, itu yang diperiksa MA," kata Yusril.

Demokrat Menjawab
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Herzaky Mahendra Putra, mengatakan intelektualitas Yusril Ihza Mahendra perlu diragukan.

"Kami memperhatikan instabilitas emosi Pak Yusril," kata Herzaky dalam konferensi pers, Minggu (3/10/2021).

Herzaky mengatakan, ada kader Demokrat yang heran karena Yusril mewakili Ketua Umum Demokrat versi KLB Deli Serdang, Moeldoko, menggugat AD/ART Partai Demokrat. Padahal, AD/ART Partai Demokrat menjadi dasar dalam mengusung anak Yusril menjadi calon Bupati Belitung Timur.

Selain itu, Herzaky menyebut kubu Moeldoko kini sudah tercerai berai karena banyak pentolannya mengundurkan diri."Bukankah saat ini tim KSP Moeldoko pun sudah cerai-berai. Max Sopacua mundur teratur. Cornel Simbolon mundur. Nazaruddin pun sebagai salah satu investor keluar dari koalisi," ujarnya.

Herzaky mengatakan, sejumlah orang di kubu Moeldoko mundur karena ulah kuasa hukum Moeldoko, Rusdiansyah, yang memalsukan tanda tangan. Bahkan mereka melaporkan Rusdiansyah ke Polda Metro.

"Mereka marah karena diduga ulah Rusdiansyah yang memalsukan tanda tangan Kader Partai Demokrat, untuk menggugat Ketum AHY. Kader tersebut sekarang sudah melaporkan Rusdiansyah ke polisi pada tanggal 18 April 2021. Kami meminta agar pihak Polda Metro Jaya memprosesnya segera," katanya.

Herzaky juga menyinggung keuangan kubu Moeldoko yang disebutnya seret. Dia bahkan menyebut kalau Moeldoko tidak lagi percaya dengan Marzuki Alie dkk.

"Saat ini, semua kembali ke KSP Moeldoko. Beliau punya dua pilihan. Pertama, menghentikan semua ambisinya untuk mengambilalih Partai Demokrat. Mengakui kesalahannya. Meminta maaf kepada seluruh kader Partai Demokrat. Kami yakin, masih ada ruang perbaikan bagi siapapun manusia di muka bumi ini yang telah berbuat khilaf atau salah," sambungnya mantap.

Gugatan Yusril Sia-Sia
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menilai dari sisi hukum, gugatan yang dilayangkan kubu Moeldoko tak akan berujung pada pengalihan kekuasaan Demokrat yang sekarang.

Meskipun nantinya Yusril sebagai kuasa hukum kubu Moeldoko memenangkan judicial review itu, kata Mahfud, sususan pimpinan Demokrat saat ini tak akan berubah.

Hal tersebut disampaikan Mahfud dalam Diskusi Publik bertajuk Politik Kebangsaan, Pembangunan Daerah, dan Kampung Halaman yang dipandu Didik J Rachbini di Twitter @djrachbini pada Rabu (29/9/2021).

"Tapi begini ya kalau secara hukum, gugatan Yusril ini tidak akan ada gunanya, Pak Didik. Karena kalaupun dia menang, tidak akan menjatuhkan (pengurus) Demokrat yang sekarang," kata Mahfud.

Selain itu, menurut Mahfud, seharusnya kubu Moeldoko tidak menggugat AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung (MA).

Melainkan, menggugat SK pengesahan Menteri melalui PTUN. Dikatakannya, MA tak punya wewenang untuk membatalkan AD/ART sebuah partai."Kalau mau dibatalkan salahkan menterinya yang mengesahkan. Artinya SK menterinya itu yang diperbaiki, kan begitu, bukan AD/ART-nya. "

"Sehingga sebenarnya pertengkaran ini tidak ada gunanya. Apapun putusan MA ya tetap AHY, SBY, Ibas semua itu tetap berkuasa di situ, pemilu tahun 2024," kata Mahfud.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tak Dapat Rp100 Juta, Loyalis Moeldoko Kembali ke Kubu AHY

Mantan Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kotamobagu Gerald Pieter Runtuthomas yang sebelumnya peser
berita-headline

IXU

Kriminalisasi Ulama Atau Korban Tindak Kriminal?

Beberapa waktu terakhir peristiwa kriminal menimpa sejumlah tokoh
berita-headline

Viral

Mahfud MD: Sudah Terjerat Pinjol Ilegal, Jangan Bayar Lagi

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bisnis pinjaman online (pinjol) ilegal bisa diseret ke
berita-headline

Viral

Ditemui Moeldoko, Mahasiswa Sampaikan Selusin Tuntutan untuk 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI me
berita-headline

Viral

Gejolak Demokrat, Babak Baru Adu Kuat Hamdan Zoelva Vs Yusril Ihza Mahendra

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva ditunjuk DPP Partai Demokrat sebagai kuasa hu