https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 October 2021 - 14:40 wib

Baru Berdiri Ditinggal Pendiri, Partai Ummat Nasibmu Kini

Viral
berita-headline

Partai Ummat Ditinggal dua Petingginya

Baru juga resmi berdiri sudah ditinggal pendiri, begitulah gambaran Partai Ummat saat ini.

Terbitnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: M.KH Kep13.AH.11.01 Tahun 2021 tertanggal 20 Agustus 2021 tentang Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat jadi tanda keabsahan partai untuk berlaga di Pemilu 2024 mendatang.

Namun kabar tersebut dibarengi dengan dua pendiri sekaligus petinggi Partai Ummat yakni, Wakil Ketua Umum (Waketum) Agung Mozin dan juga Wakil Ketua Majelis Syura Neno Warisman menyatakan mundur dari partai bentukan Amien Rais tersebut.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Neno Warisman mengundurkan diri dari Partai Ummat dengan alasan ingin fokus mengurus anaknya.

Sekretaris Majelis Syuro Partai Ummat Ansufri Idrus Sambo mengatakan, Neno telah mengajukan pengunduran diri yang ditujukan kepada Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais.

"Ya, dia kirim WA ke kita, kirim surat, mundur karena mau fokus ngurus anaknya di Turki. Jadi dia takut khawatir tidak bisa aktif ngurus anaknya fokus, jadi mundur," kata Sambo kepada wartawan, Sabtu (2/10/2021).

Majelis Syuro akan menggelar rapat untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri Neno. Ia pun meyakini pengunduran diri Neno tidak mempengaruhi persiapan Partai Ummat menjelang Pemilu 2024 mendatang karena persiapan dilakukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Ummat, bukan Majelis Syuro.

"Beliau kan Majelis Syuro, Majelis Syuro kan sifatnya bukan bekerja tapi berpikir gitu lho. jadi yang bekerja kan DPP, kita memberi masukan-masukan yang bekerja DPP," ujar Idrus.

Sebelum Neno, Partai Ummat juga ditinggal oleh Wakil Ketua Umum Partai Ummat Agung Mozin yang menyatakan mundur pada Kamis (26/8/2021) lalu. Agung Mozin mengumumkan dirinya keluar dari Partai Ummat berdasarkan surat yang dikirim kepada Ketua Majelis Syuro Partai Ummat.

"Atas nama pribadi yang diamanahkan sebagai Wakil Ketua Umum Partai Ummat saya sampaikan terima kasih dan penghargaan tak terhingga kepada segenap pihak khususnya para sahabat pengurus, anggota, dan simpatisan Partai Ummat yang telah bekerja keras hingga terbitnya Pengesahan Badan Hukum Partai Ummat tersebut, teriring do'a Allah SWT memberkahi ikhtiar dan ibadah kita, aamiin," bunyi surat Agung Mozin kepada Amien.

Surat itu juga ditembuskan kepada Ketum Partai Ummat yang juga menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi. Dalam suratnya kepada Amien Rais, Agung Mozin berhenti dari Partai Ummat sebagai bentuk tanggung jawab etis dan moral.

"Selanjutnya memperhatikan dengan seksama dinamika internal partai, sekat-sekat informasi dan komunikasi elitis yang tidak mengedepankan akhlakul karimah, seraya mempertimbangkan beragam informasi dan aspirasi para sahabat Partai Ummat di berbagai daerah termasuk sahabat-sahabat aktivis demokrasi yang istiqomah konsisten-konsekuen melawan feodalisme dan dinasti politik, dengan ini saya Agung Mozin menyatakan berhenti sebagai Pengurus dan Anggota Partai Ummat sebagai bentuk pertanggungjawaban etika dan moral," ujarnya.

Mundur Justru Bagus Buat Partai
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, mundurnya dua pentolan Partai Ummat itu justru bagus."Itu malah bagus sih sebenarnya mundur satu-satu di saat partai masih hijau, jadi mereka bisa solid di awal," kata pria yang akrab disapa Hensat ini saat dihubungi, Senin (4/10/2021).

Justru, kata Hensat, hal negatif dari mundurnya Neno dan Agung sangat kecil, karena dengan mundurnya dua orang yang ikut mendirikan Partai Ummat ini, mereka bisa semakin memperkuat fondasi mereka."Justru saya sih melihat nilai negatifnya kecil, karena di awal itu bikin fondasi mereka, jadi kalau mundur satu-satu nggak apa-apa sih," terangnya.

Pendiri lembaga kajian KedaiKOPI ini menekankan, Partai Ummat baru akan layu jika Amien Rais mundur."Partai Ummat runtuh bila Amien Rais mundur, selama Amien masih ada, ya masih ada itu partai, tapi bila bicara seberapa besar (kekuatan politik), ya lain lagi," ujarnya.

Menurut Hensat, yang akan menjadi ujian bagi Partai Ummat ini adalah tahapan verifikasi parpol peserta pemilu, justru ini adalah ujian utamanya sebelum bisa bertarung di kelas premium dalam hal ini Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ratusan Kader dan Pengurus Partai Ummat di Batam Mengundurkan Diri

Ratusan kader dan pengurus Partai Ummat Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mengundurkan diri sec
berita-headline

Viral

Amien Rais Singgung Para Bandit Ekonomi

Kasus sengketa tanah antara Rocky Gerung dan PT Sentul City TBK&nb