https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 October 2021 - 17:37 wib

KPK Kalah Telak dan Singkap Tabir Taliban

Viral
berita-headline

Foto Istimewa

Novel Baswedan bersama 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dipecat  pada Kamis (30/9/2021). Akibat tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK), sehingga tak dapat diangkat menjadi  aparatur sipil negara (ASN) KPK.

Walau demikian para pegawai KPK yang tidak lolos TWK itu, justru mau direkrut Polri menjadi ASN di Korps Bhayangkara. 

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, sangat serius merekrut Novel Baswedan Cs, karena mereka mewarisi rekam jejak yang baik selama proses pemberantasan korupsi saat aktif di lembaga anti rasuah.

Keyakinan lembaga Polri yang dipimpin oleh Jenderal Bintang Empat itu, sekaligus mementahkan ketidakpercayaan KPK yang juga saat ini dipimpin oleh Polisi aktif, Komjen Pol Firli Bahuri terhadap Novel Baswedan dkk. 

"Narasi murahan tentang “taliban” diruntuhkan oleh pernyataan Kapolri yang justru membuka pintu untuk para pegawai KPK tersebut," ujar eks juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam akun Twitter, dikutip Senin (4/10/2021).

Pengakuan Mantan Satpam KPK

Mantan petugas keamanan (satpam) KPK Iwan Ismail yang dipecat terkait keberadaan bendera HTI di gedung KPK, akhirnya buka suara setelah dua tahun dipecat.

Iwan membenarkan adanya pemasangan bendera mirip Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di salah satu meja pegawai KPK. Itu terlihat olehnya di lantai 10 saat patroli pada Februari 2019 lalu.

Iwan kemudian mengambil foto bendera tersebut dan berencana melaporkan temuannya itu, tetapi karena Iwan adalah anggota Banser Kabupaten Bandung, ia terlebih dahulu menyebarkannya ke grup WhatsApp grup Banser dan kemudian menjadi viral. 

"Saya bekin surat dengan harapan meluruskan isu rumor dulu 2019 yang pernah terbesit di khalayak mengenai ada atau tidaknya berita itu. Saya buktikan itu sudah terbukti dan dilihat CCTV dan  emang ada bendera itu pas saya di BAP Pengawas Internal KPK," ungkap Iwan lewat video yang beredar di media sosial. 

Singkap Tabir Isu Taliban

Tabir soal isu Taliban, diklaim Febri Diansyah akhirnya terungkap setelah merujuk pada pengakuan Iwan Ismail, soal keberadaan bendera organisasi yang sudah dilarang di Indonesia HTI di Gedung KPK.

Sebab, bendera yang diceritakan sedemikian rupa seolah-olah simbol Taliban di KPK ternyata tidak berada di meja kerja 57 pegawai KPK yang dipecat karena tak lulus TWK. 

"Tapi karena enggak ada isu lain yang bisa dipakai menyerang apa boleh buat yang basi diolah lagi. Isu bendera ini semakin membuktikan Pegawai KPK yang disingkirkan adalah korban," ucap Febri. 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Curhat Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK Masih Ngotot, Apa Yang Dicari?

Polemik Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih bergulir.
berita-headline

Viral

Novel: Apakah Bisa Pegawai Baru Main 6 Perkara, Terima Rp11 miliar, Gak Logis Ya

Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak yakin dengan pengakuan bekas
berita-headline

Viral

HTI 'Muncul' Lagi di KPK Setelah G30STWK

Foto bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di meja salah satu pegawai Komisi Pemberantasan Korups
berita-headline

Viral

Tak Terima Dipecat, Novel cs Bikin Kantor Darurat

Sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal dalam Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dipecat dengan hormat pada
berita-headline

Kanal

Ketua DPD RI Bersyukur Mulai Ada Komunikasi antara 57 Mantan Pegawai KPK Terhadap Tawaran Kapolri

Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi kepada 57 mantan pegawai KPK.