https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   04 October 2021 - 17:48 wib

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Penyesuaiannya

Viral
berita-headline

(ist)

Pemerintah kembali memperpanjang penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali selama dua minggu ke depan hingga 18 Oktober 2021, di mana ada sejumlah penyesuaian.

Seiring dengan kondisi penyebaran kasus COVID-19 yang terus melandai, penyesuian itu mulai dari dibukanya pusat kebugaran dengan kapasitas maksimal 25 persen hingga dibukanya kedatangan internasional di Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers perkembangan PPKM yang digelar secara daring, Senin (4/10/2021), mengatakan bahwa penyesuaian tersebut akan diberlakukan di wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bandung Raya, Solo Raya, Semarang Raya, Yogyakarta, dan Surabaya Raya.

"Dalam penerapan PPKM Level yang akan diberlakukan selama dua minggu ke depan, pemerintah melakukan berbagai penyesuaian antara lain pembukaan pusat kebugaran (fitness centre) dengan kapasitas maksimal 25 persen dengan pemberlakuan prokes ketat dan screening PeduliLindungi," kata Luhut.

Dia juga mengungkapkan penyesuaian lain yang akan diberlakukan yakni dibukanya gerai makanan dan minuman di dalam bioskop. Namun, kapasitas bioskop tetap diberlakukan 50 persen. Kebijakan tersebut akan berlaku untuk kota-kota dengan PPKM Level 3, 2, dan 1.

"Nanti kita akan lihat seminggu ke depan, kalau ada perbaikan lagi, nanti kita akan kembangkan lagi ke depan. Jadi, semua saya ingin ingatkan, kita lakukan ini bertahap, bertingkat, berlanjut. Kita tidak ingin tiba-tiba sesuatu yang tidak terkendali terjadi," kata Luhut.

Lebih lanjut, ia mengatakan Bandar Udara Ngurah Rai di Bali, juga akan dibuka untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021 selama memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai
karantina, test, dan kesiapan satgas. Setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina minimal 8 hari dengan biaya sendiri.

Penyesuaian selanjutnya, yaitu dibukanya kompetisi basket remaja Honda DBL di Jakarta dan Surabaya.

Menko Luhut menuturkan berbagai capaian dari pengendalian pandemi yang telah dilakukan pemerintah patut disyukuri. Meski demikian, ia mengungkapkan pesan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang mengingatkan agar semua pihak tetap waspada dan hati-hati karena risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Pemerintah hari ini sama sekali tidak berjumawa dan terus bermohon kepada masyarakat agar sekali lagi tidak euforia yang berlebihan yang pada akhirnya mengabaikan segala macam bentuk prokes yang ada. Apa yang kita capai hari ini tentunya kerja sama semua, dan ini hasil kita, jangan kita rusak," ujar Luhut.

Ia juga mengingatkan agar seluruh masyarakat tidak lengah. Pasalnya, kelengahan sekecil apapun akan berakibat pada peningkatan kasus dan tentunya akan mengulangi kebijakan pengetatan-pengetatan diberlakukan.

"Tentunya ini sangat merugikan kita semua," tutup Luhut.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Solusi Murah Les Interaktif untuk Siswa Belajar Selama PPKM

Platform belajar daring Les-Online.com berupaya hadir sebagai solusi pendampingan belajar secara
berita-headline

Viral

32 Wilayah PPKM Jawa-Bali Statusnya Memburuk

Sejak dilakukan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 18 Oktober
berita-headline

Viral

Wajib Pakai PeduliLindungi untuk Semua Akses Publik

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah mengeluarkan inst
berita-headline

Viral

Pemerintah Klaim Kasus Aktif Covid-19 Turun Signifikan

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan penurunan t
berita-headline

Viral

PPKM Luar Jawa-Bali Juga Diperpanjang, Hanya 6 Kabupaten/Kota di Level 4

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Komite Penanganan COV