https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 October 2021 - 04:36 wib

Pandora Papers Ungkap Aset Ratusan Juta Dolar yang Disembunyikan Para Pemimpin Dunia

Viral
berita-headline

(occrp.org)

Belasan kepala negara dan kepala pemerintah, termasuk di antaranya pemimpin Yordania, Azerbaijan, Kenya, dan Republik Ceko, telah memanfaatkan surga pajak di luar negeri untuk menyembunyikan aset ratusan juta dolar AS yang mereka miliki, demikian dilaporkan dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Konsorsium Internasional bagi Jurnalis Investigasi alias International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Penyelidikan yang dijuluki 'Pandora Papers' itu melibatkan lebih dari 600 jurnalis dari berbagai media termasuk The Washington Post, New York Times, BBC, dan The Guardian. Mereka menyelidiki bocornya sekitar 11,9 juta dokumen dari 14 perusahaan jasa keuangan di seluruh dunia.

Sekitar 35 pemimpin dan mantan pemimpin yang tercatat dalam berbagai dokumen yang dianalisa oleh ICIJ, menghadapi berbagai tuduhan mulai dari korupsi hingga pencucian uang dan penghindaran pajak.

Di kebanyakan negara, ICIJ menekankan, memang tidak melanggar hukum untuk memiliki aset di luar negeri atau menggunakan perusahaan cangkang untuk melakukan bisnis di negara asing.

Tapi, pengungkapan semacam itu merupakan hal memalukan bagi para pemimpin yang mungkin secara terbuka berkampanye menentang penghindaran pajak dan korupsi, dan menyerukan upaya penghematan di dalam negeri.

Dokumen itu mengekspos bagaimana Raja Yordania Abdullah II menciptakan jaringan perusahaan di luar negeri dan surga pajak untuk mengumpulkan properti bernilai US$100 juta dari Malibu, California hingga Washington dan London.

Kedutaan Yordania di Washington DC menolak berkomentar. Tapi BBC mengutip pengacara raja mengatakan semua propertinya dibeli dengan kekayaan pribadi, dan merupakan praktik umum bagi tokoh-tokoh terkemuka untuk membeli properti lewat perusahaan di luar negeri demi alasan privasi dan keamanan.

Pandora Papers juga  juga mengungkapkan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan istrinya menghindari biaya meterai sebesar 312.000 poundsterling ketika mereka membeli gedung perkantoran di London. Pasangan itu membeli sebuah perusahaan di luar negeri yang memiliki gedung tersebut.

Aksi pembocoran juga menghubungkan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan berbagai aset bersifat rahasia di Monako.

Dokumen itu juga menunjukkan bahwa Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis tidak melaporkan perusahaan investasi di luar negeri yang digunakannya untuk membeli dua vila seharga 12 juta poundsterling di wilayah selatan Prancis.

BBC dalam penyelidikan bersama dengan The Guardian dan mitra media lainnya telah memiliki akses ke hampir 12 juta dokumen dan berkas-berkas dari 14 perusahaan jasa keuangan di sejumlah negara, termasuk British Virgin Islands, Panama, Belize, Siprus, Uni Emirat Arab, Singapura, dan Swiss.

Sejumlah figur menghadapi tuduhan korupsi, pencucian uang, dan penghindaran pajak global.

Tetapi salah satu pengungkapan terbesar adalah bagaimana orang-orang terkemuka dan kaya-raya mendirikan perusahaan secara legal untuk secara diam-diam membeli properti di Inggris.

Dokumen-dokumen tersebut mengungkapkan bahwa sejumlah pemilik dari 95.000 perusahaan offshore berada di balik pembelian tersebut.

Temuan ini menyoroti kegagalan pemerintah Inggris untuk memperkenalkan daftar pemilik properti asal luar negeri, meskipun berulang kali berjanji untuk melakukannya, di tengah kekhawatiran sejumlah pembeli properti dapat menyembunyikan kegiatan praktik pencucian uang.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan keluarganya, yang dituduh melakukan korupsi di negara mereka sendiri, adalah salah satu contohnya.

Penyelidikan menemukan keluarga Aliyev dan mitra terdekatnya diam-diam terlibat dalam kesepakatan properti di Inggris senilai lebih dari 400 juta pounsterling.

Pengungkapan ini terbukti memalukan bagi pemerintah Inggris, karena keluarga Aliyev tampaknya telah menghasilkan keuntungan 31 juta pounsterling setelah menjual salah satu properti mereka di London kepada Crown Estate, properti kerajaan milik Ratu Inggris yang dikelola The Treasury dan mengumpulkan dana untuk kepentingan negara.

Tokoh-tokoh lain yang diungkap dalam penyelidikan Pandora Papers termasuk Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, orang-orang lingkaran dalam Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, penyanyi Shakira, supermodel Jerman Claudia Schiffer, serta dua pengusaha Indonesia yang kini menjabat sebagai menteri.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ironis Rakyat Dikejar Pajak Lewat KTP Difungsikan Sebagai NPWP, Dua Menko Diduga Hindari Pajak

Nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Koo
berita-headline

Viral

Jejak Usaha Anak Mantan Menteri Perindustrian Terlama di Zaman Orba, Airlangga

Tidak mudah menelusuri perusahaan-perusahaan milik Ketua Umum Golk
berita-headline

Viral

Anwar Ibrahim Usul Pandora Papers Dibahas di Parlemen Malaysia

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengajukan surat usulan kepada pimpinan parlemen agar pub
berita-headline

Viral

DPR Akan Tanyakan ke Luhut dan Airlangga Soal Pandora Papers

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan menanyakan ke Menteri Koordinator Kemari
berita-headline

Viral

Pajak Rakyat Jelata Dikejar, Pajak Dua Menko Tersangkut Pandora Papers Apa Kabar?

Negeri ini dibuat gaduh sebuah dokumen bernama Pandora Papers. Isinya menyebut dua menko Presiden