https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 October 2021 - 16:35 wib

63 Juta Warung Indonesia Terancam Dicaplok Asing

Sekitar 63 Juta Warung kelas UMKM di Indonesia kini menjadi incaran perusahaan IT asing, dari mulai perusahaan rintisan atau start up sampai ke orang kaya nomer dua di dunia, Jeff Bezos.

Adapun perusahaan pemodal asing yang yang kini mengincar warung-warung di Indonesia antara lain investor Gojek, Northstar Group, AC Ventures, dan Citius. Investor terdahulu seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global juga turut serta sampai terakhir Jeff Bezos.

Rupanya perusahaan  asing itu jeli melihat peluang bisnis  di kelas UMKM, karena  peran UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 60 persen.

Sukses menggarap proyek recehan seperti Gojek yang kini menjadi raksasa unicorn, membuat investor asing di bidang IT ngiler untuk mendigitalisasi warung, sehingga akan menjadi ujung tombak pemasaran untuk  memasarkan produk apapun.

Menanggapai hal tersebut Ekonom Institute for Developments of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira bahwa UMKM Indonesia sudah seharusnya dilindungi dari incaran para investor asing, khususnya bagi UMKM-UMKM yang sudah go online.

"Selama pandemi ya seakan perhatian (pemerintah) pada warung kecil atau informal ini relatif sangat kecil di negara lain bahkan ada subsidi kuota internet itu bukan hanya untuk pendidikan tapi warung-warung kecil sehingga (investor asing) lebih cepat masuk," ujar Bhima kepada INILAHCOM, Selasa (10/06).

Menurut data dari UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), UMKM menyerap 97 persen dari total tenaga kerja, dan tidak sedikit yang terhubung dengan warung tradisional. Oleh karena itu, diperlukan upaya dari para pihak terkait untuk menyelamatkan warung tradisional dari suntikan asing.

Di Indonesia, Saat ini tercatat lebih dari 65 juta UMKM yang tersebar di Indonesia. Pada 2016, tercatat ada 61,7 juta UMKM di Indonesia. Jumlahnya terus meningkat, pada 2017, jumlah UMKM mencapai 62,9 juta dan pada 2018, jumlah UMKM mencapai 64,2 Juta. Diprediksikan bahwa pada tahun 2019, 2020 hingga 2021 jumlahnya terus meningkat. Pertumbuhan UMKM yang semakin meningkat pesat di era perkembangan teknologi seperti saat ini tentunya mengundang perhatian pemodal asing.

Dilketahui Terdapat hampir 4 juta warung tradisional dan toko kelontong yang berdiri di negeri ini, yang merupakan bagian dari 67 juta (per 2019) Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.

Tentu dengan datangnya perusahaan-perusahaan asing itu akan  berpotensi menjadi pemilik warung, karena selain melakukan digitalisasi, mereka juga akan menyuntik permodalan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Bila Terjebak Utang China, Indonesia Bisa Seperti Sri Langka, Maladewa dll

Tak cuma Indonesia, utang terselubung juga menjerat banyak negara. Bahkan di
berita-headline

Viral

Diskrepansi Data Utang Indonesia ke China, Bos BI dan Sri Mulyani Harus Bisa Jelaskan

Laporan lembaga riset AS AidData tentang besarnya utang Indonesia ke China, bikin heboh. Karena,
berita-headline

Viral

Media Barat Sebut Utang China Mencekik dan Tidak Transparan, Mirip Rentenir

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Dradjad Hari Wibowo meng
berita-headline

Viral

Ekonom Senior Ini Tak Percaya Proyek IKN Berkontribusi Besar Terhadap Perekonomian

Draft RUU Ibu Kota Negara (IKN) telah diserahkan ke DPR pertanda pemerintahan Joko Widodo serius
berita-headline

Inersia

Studi: Ekonomi UMKM Lebih Tumbuh Merespons Pandemi

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diyakini berperan dalam pemulihan ekonomi di masa krisis,