https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 October 2021 - 14:47 wib

Pigai Ancam Polisikan Sri Sultan, Risma, Luhut, Hendropriyono Sebagai Pelaku Rasis

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengancam bakal mempolisikan beberapa tokoh seperti Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Sosial Tri Rismaharani, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, hingga mantan Kepala BIN Jenderal (Purn) AM Hendropriyono sebagai pelaku rasis ke warga Papua.

Pigai pun mengklaim memiliki bukti dugaan rasisme tersebut. "Saya akan melaporkan tokoh-tokoh nasional Sri Sultan, Risma, LBP, Hendro, dan kawan-kawan sebagai pelaku rasis kepada rakyat Papua dengan bukti otentik kepada polisi," ujarnya kepada wartawan, Selasa (5/10/2021).

Dia mengatakan bahwa rakyat Papua, lebih umum lagi Indonesia dan dunia, akan melihat kinerja polisi dalam laporan yang dia hendak buat. Pigai lalu menyampaikan harapan agar polisi bisa bersikap adil.

"Tinggal kami rakyat Papua dan rakyat Indonesia serta dunia akan menyaksikan polisi bertindak adil atau tidak. Kita harap kepolisian akan profesional dan adil melihatnya," katanya.

Sebelumnya, Natalius Pigai dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh organisasi BaraNusa atas dugaan rasisme. Ini bermula dari cuitan Pigai di akun Twitter-nya. Dia menyampaikan agar orang-orang tidak percaya pada Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Namun, dia menuliskan 'Jawa Tengah' di cuitannya tersebut.

"Jgn percaya org Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mrk merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat papua, injak2 harga diri bangsa Papua dgn kata2 rendahan Rasis, monyet & sampah. Kami bukan rendahan. kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Sy Penentang Ketidakadilan)," demikian cuitan Pigai lewat akun Twitter-nya, @NataliusPigai2, pekan lalu.

Namun, Pigai menganggap bahwa cuitannya itu bukanlah rasis. "Itu tidak ada rasis itu. Itu hanya dua oknum yang namanya Jokowi dengan Ganjar, itu tidak ada rasis," kata Pigai.

"Ke siapa rasisnya? Mereka berasa dari Jawa Tengah itu aksioma. Matahari terbit dari timur itu aksioma. Jokowi dengan Ganjar dari Jawa Tengah itu aksioma. Nggak ada rasis di situ," sambungnya.

Sementara itu, pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan bahwa Natalius Pigai luar biasa berani lantaran bakal melaporkan sejumlah pejabat negara yang rasialisme.

"Ini luar biasa ya, Natalius Pigai ini dia mengancam akan melaporkan tokoh-tokoh besar atau pejabat-pejabat besar dengan dugaan macam-macam," ucap Refly dalam video di Channel YouTube Refly Harun, Rabu (6/10/2021).

Dia pun mengatakan, tidak terlalu suka dengan adu mengadu. Menurut dia, seperti orang yang kurang kerjaan.

"Seolah tidak bisa melihat persoalan itu dari segi sisi substantif hanya melihat dari soal-soal adu mengadu, ini ada peluang untuk diadukan dan sebagainya," ujar Refly.

Menurut Refly, tindakan laporan atau mengadukan ke penegak hukum dianggap kurang elok.

"Terlepas dari tafsir mana yang benar, kan memang di situ dikatakan orang Jawa Tengah, Jokowi, dan Ganjar. Ya kan, secara faktual Jokowi dan Ganjar orang Jawa Tengah," kata dia.

Menurut Refly, Jawa Tengah itu memang sebuah provinsi, wilayah administratif yang gubernurnya adalah Ganjar Pranowo.

"Presiden Jokowi juga berasal dari Jawa Tengah, karena dari Solo yaitu salah satu kota di Jawa Tengah. Jadi menurut saya ya sudahlah tidak usah berlebih-lebihan," ucap Refly.

Dia mengatakan, pencinta Presiden Jokowi tidak terlalu over reaction (bereaksi berlebihan). Sebab, kata dia, yang dikritik adalah Presiden Jokowi dan Ganjar Pranowo.

"Toh yang dikritik Jokowi dan Ganjar Pranowo, bukan warga Jawa Tengah, bukan juga suku Jawa. Jadi jelas, Pigai mengatakan dia mengkritik Ganjar Pranowo yang pernah menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR, yang tentu mengawal otonomi khusus Papua, dan Presiden RI Jokowi," ucap Refly.

Menurut Refly, konteksnya juga menanggapi video pendek Ganjar Pranowo yang datang ke Papua.

"Lalu makan, ya barangkali menyertakan puji-pujian dan lain sebagainya, ya, thats politic sesungguhnya ya, jadi itulah dunia politik," pungkas Refly Harun.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ini Bukti Luhut Bisa Bekerja di Segala Sektor

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investa
berita-headline

Viral

PPKM Luar Jawa-Bali Juga Diperpanjang Dua Pekan

Pemerintah juga memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per le
berita-headline

Viral

Luhut Tak Hadir, Mediasi dengan Haris-Fatia Batal

Mediasi antara Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) dan Haris Azhar-Fatia Maulidiyanti batal, sebelumnya
berita-headline

Viral

"Siapa itu Giring? Kita Tak Kenal"

Sikap pelaksana tugas Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI
berita-headline

Viral

Refly Harun: Natalius Pigai Luar Biasa Berani, Itulah Dunia Politik

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan, mantan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manus