https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 October 2021 - 16:54 wib

Universitas Siber Muhammadiyah Resmi Hadir Menyambut Era Industri 4.0

Viral
berita-headline

(ist)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan perguruan tinggi baru yang diberi nama Universitas Siber Muhammadiyah (Sibermu). Berbeda dengan perguruan tinggi Muhammadiyah lain, Universitas Siber Muhammadiyah khusus melayani pembelajaran jarak jauh. Universitas ini diharapkan menghadirkan pendidikan berkualitas yang tidak dibatasi oleh ruang kelas.

”Dengan Universitas Siber Muhammadiyah ini, kita bisa belajar tanpa kendala ruang,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam peluncuran Universitas Siber Muhammadiyah dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id, Rabu (6/10/2021).

Haedar menyatakan, salah satu tujuan utama gerakan Muhammadiyah adalah turut mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Itulah kenapa Muhammadiyah mendirikan banyak perguruan tinggi dan sekolah di banyak wilayah Indonesia.

Keinginan untuk ikut mencerdaskan masyarakat itulah yang juga mendorong Muhammadiyah mendirikan Universitas Siber Muhammadiyah.

Haedar menambahkan, pendirian Universitas Siber Muhammadiyah juga merupakan upaya Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam era revolusi teknologi informasi atau revolusi 4.0 yang terjadi saat ini.

Dia menyebut, untuk terlibat aktif dalam revolusi 4.0 itu, dibutuhkan lembaga-lembaga yang bisa menjawab tantangan zaman.

Direktur Universitas Siber Muhammadiyah Bambang Riyanta mengatakan, gagasan untuk mendirikan universitas tersebut sudah ada sejak sebelum pandemi Covid-19.

Bahkan, soft launching universitas tersebut sudah dilakukan pada 18 November 2019 saat resepsi Milad Muhammadiyah ke-107.

Setelah itu dilakukan berbagai persiapan untuk melengkapi persyaratan pendirian Universitas Siber Muhammadiyah.

Setelah persyaratan dipenuhi, Universitas Siber Muhammadiyah mendapatkan izin prinsip dari pemerintah pada 19 April 2021. Lalu, pada 29 September 2021, universitas tersebut mendapat izin operasional dari pemerintah. ”Dengan izin operasional itu, insya Allah Universitas Siber Muhammadiyah siap menerima mahasiswa baru,” kata Bambang.

Bambang memaparkan, Universitas Siber Muhammadiyah memiliki enam program studi, yakni Informatika, Sistem Informasi, Administrasi Kesehatan, Akuntansi, Manajemen, dan Hukum.

Untuk menjalankan proses pembelajaran jarak jauh, Universitas Siber Muhammadiyah sudah memiliki learning management system atau sistem manajemen pembelajaran.

Keberadaan learning management system itu sangat penting untuk memastikan pembelajaran jarak jauh dijalankan secara terstruktur dan sistematis.

”Pembelajaran jarak jauh itu bertumpu pada penggunaan learning management system sehingga dosen dan mahasiswa ’dipaksa’ menjalankan kuliah secara terstruktur dan sistematis,” kata Bambang

Untuk penerimaan mahasiswa baru melalui jalur regular, karyawan, persyarikatan, dan prestasi dengan syarat masing-masing.

Untuk sarana dan prasarana fisik Universitas SiberMu memiliki kampus pusat berada di Jalan HOS Cokroaminoto No 17 Kota Yogyakarta.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Luhut: Kita Lebih Takut Generasi Pendidikan Masa Depan Bodoh

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan khawatir
berita-headline

Viral

Paradoks Pendidikan dan Pandemi di Perkotaan

Efek pandemi telah menghantam banyak pihak, tetapi golongan miskin yang paling banyak mendapat be
berita-headline

Viral

Viral Santri Tutup Telinga, Muhammadiyah, NU dan MUI Kompak Membela: Setop Nyinyir

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah beserta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Majelis Ulama
berita-headline

Viral

Taliban Beri Izin Perempuan Sekolah Tinggi dengan Syarat Ini

Penguasa baru Afghanistan, Taliban, telah menebar janji tidak akan kembali pada pemerintahan mere
berita-headline

Empati

PP Pemuda Muhammadiyah Bantu Kesembuhan Naufan

Tak hanya dinaungi kemuliaan sebagai penuntut ilmu agama, santri adalah calon penggerak peradaban