https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   07 October 2021 - 17:29 wib

Cerita '3 Anak Saya Diperkosa' Viral, Polisi Beri Komentar

Viral
berita-headline

Cerita 3 Anak Saya Diperkosa Viral Setelah Disajikan Project Multatuli

Lini massa Twitter seharian kemarin ramai membahas sebuah cerita sedih pengakuan seorang ibu yang anaknya diperkosa. Tiga anaknya diperkosa, namun setelah lapor polisi, kasusnya dihentikan.

Warga Twitter ramai menyoroti cerita sang ibu yang penuh kesedihan dan air mata. Kisah tersebut disajikan dan dipaparkan di laman Project Multatuli dengan judul 'Tiga Anak Saya Diperkosa, Saya Lapor Polisi. Polisi Menghentikan Penyelidikan.'

Project Multatuli.org mengungkap kisah tersebut terjadi pada Oktober 2019.

Kisah tersebut berawal dari cerita anak sulung yang mengaku sakit di bagian vaginanya.

Sang ibu yang tidak percaya meminta untuk menceritakan kebenaran dari apa yang dialami. Mengejutkannya anak sulung mengatakan dirinya telah diperkosa oleh ayahnya. Menyusul kedua anaknya yang lain juga mengaku setelah diperkosa ayahnya.

Mengetahui hal tersebut sang Ibu segera melapor ke polisi."Lydia (si ibu-bukan nama sebenarnya) melaporkan mantan suaminya untuk kecurigaan pada tiga anaknya yang masih di bawah usia 10 tahun. Mengadu ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Luwu Timur, dan Polres Luwu Timur. Aku mendapat perlindungan," tulis Project Multatuli seperti dikutip Kamis (7/10/2021).

Sang Ibu mengaku meminta berita acara pemeriksaan atau (BAP) tapi dilarang membaca BAP tersebut."Saya tanda tangan di bagian laporan bawah itu. Saya bilang nanti saya tanda tangan setelah ini dilanjutkan. Tapi, penyidik ​​memaksa saya. Dan saya ikut tanda tangan. Karena sudah siang dan saya mau pulang untuk buat makanan anak-anak," cerita ibu.

Selanjutnya Lidya melakukan pemeriksaan di klinik jiwa bersama ketiga anaknya. Ketiga melakukan pemeriksaan namun tidak diizinkan untuk ditemani sang ibu. Selesai pemeriksaan putrinya, Lydia juga diperiksa namun hanya berlangsung 15 menit.

"Saat giliran Lydia, dua dokter menanyakan apa punya "kelainan" sebelum bercerai dengan mantan suaminya, serta kondisi rumah tangga mereka dulu. Hingga hasil pemeriksaan yang menyatakan Lydia disebut memiliki gejala-gejala waham bersifat sistematis yang mengarah gangguan menetap," dikutip pada narasi Project Multatuli.

Kepolisian Luwu Timur lalu menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan pada 19 Desember 2019.

Surat ini mengacu pada proses penyelidikan serta gelar perkara pada 4 Desember. Surat itu memuat seluruh ketetapan kepolisian melaksanakan proses penyelidikan tertanggal 10 Desember 2019, tanpa ada detail pertimbangan penghentian.

Hal diatas tertulis pada naskah Project Multatuli Tiga Anak Saya Diperkosa, semoga ketiga anak yang menjadi korban segera mendapat keadilan.

Namun, Lydia tidak berhenti berjuang. Ia ke Makassar, bertemu LBH Makassar yang segera menyurati banyak lembaga agar kasus diinvestigasi lagi. Komnas Perempuan pun merespon.

Viralnya narasi dan pengakuan Tiga Saya Anak Diperkosa itu direspons oleh Polres Luwu Timur. Dalam keterangannya, Polres Luwu Timur menjelaskan versi penanganan kasus tiga anak diduga diperkosa tersebut.

Polres Luwu Timur mengatakan kasus ini memang pernah ditangani polisi Luwu Timur sejak 9 Oktober 2019.  Penyidik bergerak, memeriksa saksi dan terlapor yang merupakan ayah tiga anak tersebut. Penyidik juga melakukan visum pertama di Puskesmas Malili dan visum kedua di RS Bhayangkara Makassar dengan didampingi si ibu dan terlapor, ayah korban serta didampingi pula oleh petugas P2TPA Luwu Timur.

"Hasilnya pada tubuh 3 orang anak pelapor tersebut tidak ditemukan kelainan pada alat kelamain atau dubur/anus," tulis Polres Luwu Timur.

Sedangkan hasil penilaian tim P2TP2A Luwu Timur menyatakan tidak ada tanda trauma ada ketiga anak selepas si ayah datang ke kantor P2TP2A."Saat si ayah datang ketiga anak itu menghampirinya dan duduk di pangkuan ayahnya," tulis Polres Luwu Timur.

Dengan demikian, penyidik Polres Luwu Timur melaksanakan gelar perkara ini di Polres dan Polda Sulawesi Selatan. Hasilnya menghentikan proses penyelidikan pengaduan tersebut dengan alasan tidak ditemukan bukti yang cukup adanya tindak pidana cabul sebagaimana yang dilaporkan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Polda Metro Jaya Tempatkan Personel di Sekolah yang Gelar PTM

Polda Metro Jaya menempatkan personel di setiap sekolah di DKI Jakarta yang menggelar pembelajara
berita-headline

Inersia

Emak-Emak Lagi Dagang Dipukul Preman, Lapor Polisi Malah Jadi Tersangka

Apes betul nasib emak-emak di Deli Serdang, Sumatera Utara ini. LG inisialnya, pedagang di Pasar
berita-headline

Viral

Buntut Pengrusakan Masjid Ahmadiyah, 16 Orang Jadi Tersangka

Kepolisian kembali menetapkan tersangka perusakan tempat ibadah Ahmadiyah di Kabupaten Sintang, K
berita-headline

Viral

Alquran Jadi Pembungkus Petasan Viral, Polisi Turun Tangan

Sebuah video viral di media sosial yang menayangkan sisa kertas petasan  diduga Alquran. Hal
berita-headline

Viral

Dua WNA Produksi Sabu di Tangerang Bisa Lolos X-Ray, Polisi Gandeng DEA

Kepolisian berhasil membongkar pabrik sabu rumahan jaringan internasional di sebuah rumah mewah d