https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 October 2021 - 14:40 wib

Presiden Dianugerahi Bapak Infrastruktur, Utang BUMN Karya Makin Menggunung

Ambisi besar Presiden Joko Widodo yang berjuluk Bapak Infrastruktur Indonesia, membangun jalan tol panjang-panjang, berbuah masalah. Kini, sejumlah BUMN karya dirundung dililit utang jumbo.

Membangun infrastruktur agar bea logistik murah, memang ide brilian. Cukup oke, demi meninggikan daya saing produk lokal. Agar mudah diterima konsumen asing. Tapi, harus dilihat dulu bagaimana kemampuan keuangan negara.

Dalam sebuah talkshow di CNBCIndonesia, pekan lalu, ekonom senior Faisal Basri panjang lebar membeberkan sengkarut keuangan di BUMN karya, akibat penugasan proyek infrastruktur.

Dimulai pada November 2014, kata Faisal, ketika pemerintah menaikkan harga BBM. Ada penghematan dana Rp200 triliun yang dialokasikan untuk infrastruktur pada tahun anggaran 2015.

Karena biaya infrastruktur memang mahal, dana tersebut habis dalam sekejab. Tahun berikutnya, pemerintah menugasi BUMN karya untuk menggarap infrastruktur. Pemerintah memberikan modal awal kepada BUMN karya yang ditugasi membangun infrastruktur, melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

"Kalau kurang (dana pembangunan infrastruktur), BUMN disuruh cari sendiri," paparnya.

Setelah duit PMN habis, lanjut Faisal, BUMN karya harus berburu utang demi merampungkan proyek penugasan itu. Di sinilah masalah mulai muncul. Utang yang diajukan terkadang tidak sesuai dengan nilai aset yang dimiliki.

"Kemudian dicari cara mudah. Misalnya, Hutama Karya yang dibebani bangun Trans Sumatera, ribuan kilometer, perlu dana besar. Karena asetnya terbatas untuk pinjam uang dalam jumlah besar, tidak bisa. Maka aset Jasa Marga diberikan kepada Hutama karya," ungkapnya.

Praktik seperti ini jelas salah. Ketika BUMN karya harus mengajukan utang besar hanya untuk penugasan proyek infrastruktur, namun tidak disokong aset yang seimbang, bakal melahirkan masalah serius di masa depan.

"Sekarang kita lihat, pemerintah harus kucurkan dana lewat PMN kepada BUMN karya yang rusak. Kalau habis adalagi, berulang-ulang. Ini jelas tidak sehat. Masalahnya, kalau tidak diguyur PMN maka BUMN karya bisa saja dipailitkan atau bangkrut," ujar Faisal.

Pandangan ekonom senior ini memang cespleng. Saat ini, sejumlah BUMN bidang infrastruktur alias BUMN karya, kompak mengalami masalah utang cukup gede. Utang Adhi Karya mencapai Rp34,9 triliun, Waskita Karya Rp94,47 triliun, PTPP Rp39,7 triliun, dan Wijaya Karya Rp45,2 triliun.

Dan, angka rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity (DER) dari BUMN karya itu, DER Adhi Karya mencapai 5,76 kali. Untuk DER Waskita Karya sebesar 3,42 kali, PT PP (Persero) Tbk sebesar 2,81 kali dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 2,70 kali. Semakin tinggi angka DER maka investor akan berpikir panjang untuk cemplungin investasi.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo pun sempat curhat tentang utang gede BUMN karya. Yang paling jumbo, utang PT Waskita Karya (Persero/WSKT) Tbk mencapai Rp93,47 triliun.

Menurut Tiko, panggilan akrabnya, beban utang yang tinggi itu mencapai puncaknya pada 2019, setelah Waskita agresif membeli (akuisisi) jalan tol dari swasta sejak 2015 hingga 2017.

Rinciannya, utang tersebut senilai Rp70,9 triliun yang bersumber dari pinjaman bank dan obligasi dan sekitar Rp20 triliun utang kepada vendor. Saat pandemi COVID-19, pendapatan anjlok yang membuat keuangan perusahaan berdarah-darah.

"Kenapa terjadi, tahun 2019-2020 pendapatan Waskita drop, pendapatan konstruksi dan tol yang beroperasi turunnya signifikan. Ini membuat kondisi keuangan waskita mengalami pemburukan signifikan," kata mantan Dirut Bank Mandiri itu.

Ramai-ramai Jual Tol

Tak kuat membayar utang, BUMN karya ramai-ramai jual aset jalan tol, melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF).

Tercatat ada tiga BUMN Karya yang akan mencari pendanaan operasional melalui skema LPI. Ketiganya adalah PT Hutama Karya (Persero/HK), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Hutama Karya mempersiapkan proyek jalan tol Trans Sumatera dan Trans Jawa untuk ditawarkan kepada investor. Kabar ini disampaikan langsung Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto. Ruas tol yang ditawarkan adalah Bakauheni-Palembang, Pekanbaru-Dumai, hingga Medan-Binjai

Untuk Trans Jawa, Hutama Karya mengusulkan Tol Jakarta Outer Ring Road Seksi S (JORR S), Tol Akses Tanjung Priok (ATP). Bahkan, sebelum menawarkan aset negara tersebut, manajemen berencana mengintegrasikan JORR S, ATP, dan Tol TransSumatera. Sedangkan Bakauheni-Palembang, Pekanbaru-Dumai, Medan-Binjai, masuk nominasi.

Sementara, Wijaya Karya ancang-ancang menawarkan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dan Manado-Bitung. Sedangkan Waskita Karya adalah BUMN karya yang terbanyak menawarkan jalan tolnya. Bisa jadi karena utangnya paling gede di kalangan BUMN karya.

Tak kurang dari sembilan ruas jalan tol siap dilego sepanjang 2021. Secara agregat, perseroan menawarkan 14 ruas jalan tol kepada investor.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mencatat, upaya penawaran aset jalan tol tersebut seyogyanya dilakukan pada 2020. Namun karena pandemi COVID-19, rencana tersebut baru direalisasikan tahun ini.

Dari sembilan ruas tol tersebut, satu ruas sudah disepakati. Empat ruas dalam proses negosiasi. Sementara lima lainnya masih upayakan untuk ditawarkan kepada investor lainnya.

Manajemen meyakini, langkah didivestasi akan mengurangi beban bunga utang yang hingga saat ini mencapai Rp4,7 triliun. Sementara pokok utang perseroan sebesar Rp90 triliun. Destiawan menyebut, jika proses transaksi berjalan baik, maka akan mempercepat pelunasan utang emiten.

Jokowi, Bapak Infrastruktur

Ini tak ada urusannya dengan Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) KH Said Aqil Siradj ujug-ujug menyematkan Presiden Jokowi sebagai Bapak Infrastruktur.

Said Aqil menyanjung Jokowi lantaran tidak hanya memusatkan pembangunan di Pulau Jawa. Namun, merata ke seluruh wilayah Indonesia.

"Saya katakan, 'Bapak ini Presiden Infrastruktur.' Pak Jokowi ini Bapak Infrastruktur yang kita semua nikmati keberhasilan pembangunan infrastruktur," kata Said Aqil di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Apresiasi Kyai Said Aqil benar adanya. Dari seluruh Presiden Indonesia, jalan tol yang dibangun Jokowi adalah yang terpanjang. Sejak 2014 hingga 2020, Jokowi membangun tol sepanjang 1.530,86 kilometer (km). Sangat jauh dibandingkan para pendahulunya.

Sepuluh tahun SBY berkuasa, pembangunan jalan tol hanya 230,69 km; Megawati 34 km (3 tahun); Gus Dur 5 km (2 tahun); BJ Habibie 12,75 km (1 tahun); dan Soeharto 490 km (34 tahun). Kini, fokus Presiden Jokowi harus dibayar mahal. Keuangan BUMN karya tersandera utang besar.

 
Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Erick Thohir Tekankan Kesiapan Prokes Bandara Ngurah Rai Bali Sebelum Dibuka untuk Wisatawan Asing

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Gubernur Bali Wayan Koster, meneka
berita-headline

Inersia

Greysia Polii: Di Balik Satu Orang di Situ Ada Satu Tim

Pebulutangkis Greysia Polii memberikan semangat untuk para tim Indonesia yang ikut berjuang di Su
berita-headline

Viral

Jokowi Tegur Kapolri Gegara Mural Viral

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku keberatan dengan tindakan aparat yang berlebihan menghadapi
berita-headline

Viral

Presiden Jokowi Resmi Buka PON XX

Presiden Joko Widodo resmi membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dengan mengungkapkan kebangga
berita-headline

Viral

Sewindu Krakatau Steel Merugi, Kini Untung Rp800 Miliar

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, PT Krakatau Steel (KS) be