https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 October 2021 - 14:38 wib

Kisah Sukardi Menjadi Saksi, P2G Harap Nadiem Tidak Ingkar Janji

Viral
berita-headline

(foto:kemendikbud)

Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim berharap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim tak ingkar janji soal pemberian nilai afirmasi berdasarkan status durasi pengabdian sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap guru honorer.

"Semoga Mas Nadiem tidak ingkar janji. Harapan kami, hari ini itu betul-betul diumumkan oleh Kemendikbudristek sesuai dengan harapan kami, yakni adanya afirmasi tambahan atau penurunan passing grade," ujar Satriwan Salim saat dihubungi INILAHCOM, Jumat (08/10).

Seperti diketahui, Pria yang akrab disapa Mas menteri itu bertemu Sukardi Malik. Ia seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 25 tahun. Guru SMP Negeri 1 Praya Timur itu merupakan salah satu peserta seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Saat berbincang dengan Nadiem, Sukardi menceritakan suka dukanya selama menjadi guru honorer. Ia menuturkan selama menjadi guru honorer perlu memiliki berbagai pekerjaan sampingan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup, sambil terus mengajar.

Ia mengaku sudah menjajal beragam pekerjaan, seperti pembuat anyaman bambu, tukang, hingga ojek. Tak jarang ia diprotes rekan di pekerjaan sampingannya karena sering mengutamakan mengajar anak-anak terlebih dahulu. 

Namun, bagi Sukardi, menjadi seorang guru merupakan panggilan jiwa. "Saya pernah bekerja di Kalimantan, jadi mandor di kebun. Penghasilannya banyak, tapi batin saya kurang sreg. Rasanya kurang berkah. Beda saat menjadi guru," ujarnya seperti dikutip dari keterangan Humas Kemendikbudristek.

Nadiem lantas bertanya mengenai tes seleksi ASN PPPK yang telah dilalui Sukardi beberapa waktu lalu. Guru honorer berusia 50 tahun itu mengaku bisa mengerjakan soal dan melaporkan bahwa nilainya memenuhi ambang batas (passing grade) yang ditetapkan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas).

Sukardi mengatakan bahwa kebijakan Seleksi ASN PPPK telah memberikan kesempatan bagi seluruh guru honorer dari berbagai kategori. Namun, ia meminta agar ada kebijakan khusus bagi guru-guru peserta seleksi yang sudah berusia lanjut.

"Kami bersyukur ada kebijakan pengangkatan seperti ini. Begitu juga dengan program yang lain, kalau dulu hanya bisa diikuti oleh yang PNS, sekarang guru honorer juga bisa. Tapi, kalau bisa tolong ada kebijakan khusus buat guru-guru yang usianya tidak muda," ujarnya.

Nadiem Makarim menyebut bahwa pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai pihak dan terus memperjuangkan yang terbaik. Ia meminta agar guru-guru honorer yang mengikuti Seleksi ASN PPPK tetap tenang dan tidak terhasut informasi tidak jelas. "Sebentar lagi kami akan umumkan kebijakan afirmasi tambahan bagi guru-guru yang sudah senior dan memang layak," ujarnya.

Menteri Nadiem mengklaim pemerintah serius memikirkan kesejahteraan para guru honorer. "Tahun ini pertama kalinya pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk mengikuti seleksi ASN PPPK dalam jumlah yang besar yaitu sampai 500 ribu formasi,” tuturnya.

Sosok guru-guru honorer seperti Sukardi Malik yang dinilainya inspiratif, layak diberikan kesejahteraan selayaknya pendidik Pegawai Negeri Sipil. "Inilah kenapa kami perjuangkan 500 ribu formasi (ASN guru PPPK) tahun ini. Sebuah rekor baru untuk Indonesia," kata Nadiem.


Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Seluruh Guru 3T Disiapkan Dana Insentif dari Kemendikbudristek

Kabar baik bagi guru yang mengajar di daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T)  akan m
berita-headline

Viral

Paradoks Pendidikan dan Pandemi di Perkotaan

Efek pandemi telah menghantam banyak pihak, tetapi golongan miskin yang paling banyak mendapat be
berita-headline

Viral

Kanal Indonesiana, Solusi Kemendikbud Memajukan Budaya Lokal

Gotong royong pemajuan kebudayaan dilakukan lewat platform Indonesiana yang didukung 
berita-headline

Viral

Museum Sumpah Pemuda Gelar Pameran Melodi Bangsaku

Museum Sumpah Pemuda bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, K
berita-headline

Viral

173.329 Guru Honorer Lulus PPPK Tahap I, Nadiem: Terbesar dan Bersejarah

Sebanyak 173.329 guru honorer lulus menjadi aparatur sipil negara berstatus pegawai pemerintah de