https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 October 2021 - 15:05 wib

Negara Islam Indonesia (NII) Bangkit di Garut, Densus 88 Turun Tangan Selidiki

Viral
berita-headline

Ilustrasi

Kasus dugaan pembaiatan 59 orang di Garut, Jawa Barat untuk setia terhadap ajaran Negara Islam Indonesia (NII) bikin heboh.

Densus 88 sampai turun tangan untuk mengurai akar masalah yang dinilai menyimpang dari ajaran agama Islam tersebut.

Puluhan warga disebut mengaku telah mengambil sumpah kelompok yang juga dikenal dengan nama Darul Islam.

"Kami sudah monitor kejadian ini dan sedang mengumpulkan informasi yang lebih detail," kata Kabag Ops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis, (7/10/2021).

Meski begitu, dia belum merinci proses penyelidikan yang telah dilakukan petugas, termasuk data dan barang bukti terkait dugaan pembaiatan NII itu. Aswin mengungkapkan, perlu upaya tindak lanjut secara menyeluruh dalam menangani kasus tersebut.

"Nanti akan ada tindak lanjut sesuai fakta hukum yang ditemukan," tutupnya.

Mabes Polri juga ikut memantau kasus ini. Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono kepada wartawan, Kamis (7/10/2021) menyatakan selain melakukan penyelidikan, pihaknya memberikan pembinaan untuk 59 orang yang diduga menerima baiat tersebut.

"Ini masih didalami, penyelidikan masih berjalan tapi pada sisi lain juga dilakukan pembinaan," terangnya.

Sebelumnya puluhan anak dan sejumlah orang tua di wilayah Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut dilaporkam dibaiat masuk aliran sesat Negara Islam Indonesia (NII). Tidak hanya dibaiat saja, mereka juga diduga didoktrin paham radikal.

Terungkapnya puluhan warga yang masuk NII berawal dari laporan seorang warga yang mengaku kalau anaknya yang masih 15 tahun mengalami penyimpangan aqidah.

Setelah didalami, ternyata jumlah anak yang mengalami penyimpangan serupa cukup banyak. Totalnya, ada 59 oramg terdiri dari puluhan anak dan beberapa orang tua.

Dalam salah satu ajarannya, dikatakan bahwa para pengikut yang sudah dibaiat, didoktrin bahwa pemerintahan saat ini adalah jahiliyah atau thoghut. Mereka juga dibacakan kalimat syahadat yang berbeda.

Apa Itu Negara Islam Indonesia
Dikutip dari berbagai sumber, Negara Islam Indonesia (NII)  ini disebut paham turunan dari kelompok pemberontak Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang diinisiasi 7 Agustus 1949.

Kelompok ini bertujuan untuk membentuk negara Islam di Indonesia. Pemukanya sengaja menyusupi doktrin intoleransi pada pengikutnya melalui kajian atau pengajian.

Menurut Pengamat Terorisme dan Intelijen Ridlwan Habib, NII banyak menyuplai kadernya ke berbagai organisasi teroris. Seperti, Jamaah Islamiyah (JI), dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Pergerakan dimulai pada 7 Agustus 1949 oleh sekelompok milisi Muslim. Kelompok ini dikoordinasi oleh seorang politisi Muslim, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo memulai NII di Desa Cisampang, Kecamatan Ciawiligar, Kawedanan Cisayong, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kelompok ini mengakui syariat islam sebagai sumber hukum yang valid. Gerakan ini telah menghasilkan pecahan maupun cabang yang terbentang dari Jemaah Islamiyah ke kelompok agama non-kekerasan.

Gerakan ini bertujuan menjadikan Indonesia negara teokrasi dengan agama Islam sebagai dasar negara.

Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam". Selanjutnya lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam". Serta tertulis "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Sunnah".

Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syariat Islam. NII juga menolak keras adanya ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih. Selain Al-Quran dan Hadis, NII menganggap ideologi lainnya merupakan hukum kafir.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Polri Jamin Tak Ada Seleksi untuk 57 Eks Pegawai KPK

Mabes Polri menjamin tidak ada penyeleksian bagi 57 orang mantan pegawai Komisi Pemberantasan Kor
berita-headline

Viral

Pengrajin Kulit Akui Sulit Bersaing dengan Produk Cina

Para pengrajin olahan kulit di Garut, Jawa Barat mengaku resah dengan keberadaan produk asal Cina
berita-headline

Viral

Menuju Digitalisasi Sekolah di Pelosok Garut

Pandemi Covid-19 telah melanda Indonesia lebih dari satu tahun. Hal yang hangat perbincangkan dan
berita-headline

Viral

Kejahatan Pinjol Tercatat 370 Kasus

Mabes Polri mencatat hingga Oktober 2021 ini jumlah kejahatan pinjaman online (pinjol) sebanyak 370
berita-headline

Viral

Densus Temukan Bahan Peledak 35kg, Disimpan Kaki Gunung Ciremai

Bahan peledak seberat 35 kilogram yang disimpan di kaki Gunung Ciremai, Jawa Barat, berhasil dite