https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   08 October 2021 - 16:37 wib

KPK Siap Lindungi Saksi yang Dilaporkan Haji Isam

Viral
berita-headline

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap memberikan perlindungan kepada mantan Tim Pemeriksa Pajak Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Yulmanizar. Dia sebelumnya dilaporkan ke Mabes Polri oleh pemilik PT Jhonlin Baratama, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

"Setiap saksi juga sepanjang beritikad baik memberikan keterangan yang benar, tentu pasti akan dilindungi secara hukum baik oleh KPK maupun LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban)," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/10/2021).

Ghufron menegaskan Yulmanizar memiliki hak dan kebebasan untuk membeberkan apapun yang diketahuinya terkait dengan kasus tersebut. Keterangan Yulmanizar juga tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun."Keterangan yang disampaikan (saksi) adalah apa yang ia alami, ia dengar atau lihat secara langsung," ujar Ghufron.

Menurut Ghufron Haji Isam baru bisa melaporkan Yulmanizar jika terbukti berbohong. Itu pun, kalau ada bukti yang kuat."Kalau ternyata apa yang disaksikan atau pun diterangkan pada kesaksiannya dalam proses hukum ternyata bohong atau tidak benar, maka pihak-pihak yang memiliki yang berkepentingan atau dirugikan atas keterangan tersebut, secara hukum itu memungkinkan untuk kemudian mengadukan, itu sah-sah saja," tutur Ghufron.

Sebelumnya, Haji Isam melaporkan Yulmanizar ke Mabes Polri usai bersaksi di persidangan. Haji Isam menilai kesaksian Yulmanizar mencemarkan nama baiknya.

Sebelumnya, dalam sidang kasus pajak Senin, 4 Oktober 2021, jaksa KPK membacakan Berita Acara Pemeriksaan mantan tim pemeriksa pajak Yulmanizar. Dalam BAP itu, Yulmanizar menerangkan mengenai pertemuannya dengan konsultan pajak PT Jhonlin Baratama, Agus Susetyo.

Menurut Yulmanizar, Agus mengatakan permintaan pengaturan nilai pajak datang langsung dari pemilik Jhonlin, Haji Isam. Yulmanizar yang bersaksi dalam sidang membenarkan isi BAP tersebut.

Dalam perkara ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Angin Prayitno Aji, Dadan bersama tim pemeriksa pajak menerima suap Rp 57 miliar untuk mengatur nilai pajak tiga perusahaan. Ketiga perusahaan itu adalah PT Jhonlin, PT Gunung Madu Plantations dan PT Bank Pan Indonesia.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Dipecat Firli Bahuri Cs, Kader NU Sang 'Raja OTT' Dagang dan Mengajar Mengaji di Pesantren

Harun Al Rasyid, merupakan salah satu dari 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak
berita-headline

Viral

KPK Usut Kasus Baru, Korupsi Tanah Sekolah SMKN 7 Tangerang Selatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan kasus baru. Kasusnya adalah dugaan korups
berita-headline

Viral

Di KPK, Anies Pamer Penanganan Covid di Jakarta

Sebelum membahas kasus dugaan korupsi Tanah Munjul, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerka
berita-headline

Viral

Dasar Jokowi Izinkan 56 Pegawai KPK Direkrut Polri

Kontroversi 56 pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), dianggap bisa diselesaika
berita-headline

Kanal

DPD RI Inginkan Adanya Penguatan BNPB Dalam Penanggulangan Bencana

Saat menyampaikan pandangan dan pendapat terhadap RUU Penanggulangan Bencana bersama Komisi VIII