https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   10 October 2021 - 05:14 wib

Uji Nyali Menteri Sofyan Berantas Mafia Tanah

Kalangan aktivis pertanahan belum melihat keseriusan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil dalam memberantas praktik mafia tanah.

Menurut Direktur Lokataru, Iwan Nurdin, pernyataan Menteri Sofyan Djalil akan memberangus para mafia tanah, masih sebatas rumor. Alias, belum konkrit hingga saat ini. "Kita belum melihat adanya action. Karena bahasanya baru mau memulai," ungkap Iwan kepada Inilah.com, Sabtu (9/10/2021).

Selanjutnya, dia menguji nyali sang menteri untuk menginisiasi pendirian Posko Pelaporan Korban Mafia Tanah di Kantor BPN, Mabes Polri, Ombudsman dan KPK. "Bagus itu kalau dilakukan dalam waktu dekat," paparnya.

Kata Iwan, Kementerian ATR juga harus menentukan jangka waktu kerja yang jelas dalam menyelesaikan laporan masyarakat. "Dan yang takal pentingnya, BPN perlu melibatkan masyarakat," imbuhnya.

Selain itu, Menteri Sofyan memprioritaskan konflik pertanahan yang menyangkut nasib rakyat kecil. Dipilah titik bekerjanya mulai dari korban mafia  yang sudah dirampas, tanah dipulihkan hak-haknya. "Seluruh pelaku ditangkap dan diumumkan," tegasnya.

"Jika mafia tanah sedang beroperasi mencaplok tanah segera dihentikan juga dipulihkan hak-hak rakyat. Pengusaha yang caplok tanah rakyat, diminta segera kembalikan, bayar ganti rugi, dan aktornya diproses hukum. Kalau ada pejabat BPN langsung pecat," ucap Iwan.

Dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (7/10/2021), Menteri Sofyan Djalil bertekad memberantas praktik mafia tanah. Jika tidak diperangi, maka hidup masyarakat tidak akan tenang.

Sebab, mafia tanah menghalalkan segala car termasuk bermain-main di proses penegakan hukum. Bisa saja ketika proses pengadilan berjalan, dalam waktu bersamaan kepemilikan tanah dialihkan tanpa sepengetahuan pemilik yang sah. Setelah itu, tiba-tiba terdapat penggusuran.

Dalam kasus semacam ini, kata Sofyan, tanah seseorang bisa saja diperebutkan oleh dua pihak mafia yang sama sekali tidak dikenal oleh pemilik tanah yang sah. Mereka bertarung merebutkan klaim di pengadilan pertama, tinggi, kasasi, hingga peninjauan kembali.

"Di PK kalah si B nanti tinggal dieksekusi, dieksekusi tanah orang yang nggak tahu apa-apa karena sudah ada keputusan. Jadi praktek-praktek mafia tanah ini luar biasa," ujarnya.

Selain itu, Menteri Sofyan menyebut, mafia tanah tidak hanya menyasar tanah rakyat. Namun, juga mengincar tanah negara baik pusat maupun daerah, termasuk BUMN.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

IPW Desak Polri Selesaikan Kasus Perampasan 390 Hektare Lahan Petani di Riau

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Bareskrim Polri menyelesaikan kasus perampasan lahan 390 he
berita-headline

Viral

Sama Berani dan Pegang Data, Siapa yang Ketar-ketir?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar
berita-headline

Kanal

Komite I DPD RI Desak ATR/BPN Berantas Mafia Tanah

Komite I DPD RI mendesak Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Ba
berita-headline

Viral

Pengusaha, Oknum BPN, Preman, dan Aparat Hukum Terlibat dalam Penyerobotan Tanah

Menanggapi apa yang disampaikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan
berita-headline

Kanal

Jadi Korban Mafia Tanah, Guru Besar IPB Sambangi Kompolnas

Guru Besar IPB Profesor Ing Mokoginta menyambangi kantor Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) d