https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   10 October 2021 - 05:06 wib

Partai Perkasa Berharap Bisa Teruskan Perjuangan Rachmawati Soekarnoputri

Ketua Umum Partai Pelopor Eko Suryo Santjojo berharap perubahan nama partai menjadi Partai Perkasa (Pergerakan Kebangkitan Desa) dapat meneruskan perjuangan pendirinya, yaitu Rachmawati Soekarnoputri.

Ia menyampaikan bahwa Partai Perkasa, seperti pendahulunya, merupakan partai yang berasaskan Pancasila dan memiliki visi memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat sebagaimana terus diperjuangkan oleh Rachmawati yang telah tutup usia pada 3 Juli 2021.

"Partai Pelopor yang berganti nama ini merupakan sarana dan prasarana meneruskan perjuangan Bung Karno dan Ibu Rachmawati," kata Eko saat Kongres Partai Pelopor di Jakarta, Sabtu (9/10/2021).

Kongres di Jakarta merupakan muktamar terakhir Partai Pelopor, yang dipimpin Ketua Umum Eko Suryo Santjojo dan dibantu Sekretaris Jenderal Ristiyanto. Kegiatan kongres itu digagas di antaranya oleh Bonny Z Minang dan beberapa pengurus.

Kongres itu kemudian menyepakati perubahan nama dari Partai Pelopor menjadi Partai Perkasa. Tujuan perubahan itu, antara lain untuk memperkuat konsolidasi kader menjelang Pemilihan Umum 2024.

Baca juga: Siap Ikut Pemilu 2024, Partai Pelopor Ganti Nama Jadi Partai Perkasa

Pergantian nama itu akan diikuti oleh perubahan struktur partai, yaitu anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART), dan susunan pengurus.

"Saya berharap ini selesai agar minggu depan ini bisa didaftarkan ke Kemenkumham," kata Eko.

Ia menyebut perubahan nama Partai Pelopor menjadi Partai Perkasa merupakan upaya para kader untuk menyudahi dikotomi antara kelompok nasionalis dan religius.

Menurut Eko, dikotomi itu cenderung memecah belah keutuhan dan persatuan bangsa, sementara nilai-nilai nasionalisme dan agama terangkum dalam Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dengan nama partai baru, saya berharap kita tidak menjual idiom nasionalisme atau religi yang pada akhirnya menghadap-hadapkan seolah-olah religi lawan nasionalis. Oleh karena itu, partai baru ini diharapkan tidak terjebak dalam dikotomi SARA (suku, ras, agama, dan antargolongan) yang akhirnya mendegradasi pentas politik Indonesia," terang Eko.

Ia menjelaskan perpecahan itu terlihat dari suburnya industri pendengung (buzzer) yang kerap melabeli orang-orang dengan istilah 'cebong' dan 'kampret'.

Berkaca dari itu, Partai Perkasa punya misi menciptakan iklim politik yang sehat dan tidak memecah belah.

"Pancasila yang digali dari norma adat dan norma agama harusnya melahirkan kehidupan politik yang sehat, bukan merusak tatanan politik. Kondisi seperti itu harus diakhiri karena tidak sesuai Pancasila," terang Eko.

Kongres Partai Pelopor 2021 dihadiri oleh perwakilan dari 34 provinsi, dan enam dari 12 pengurus Partai Pelopor hasil kongres pada 2008.

Partai Pelopor, yang merupakan cikal bakal Partai Perkasa, resmi terbentuk pada 29 Agustus 2002. Partai itu pernah menjadi peserta pemilu pada 2009 dengan nomor urut 22.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Tim Pansel Kemungkinan Masukkan 2 Nama Anggota KPU Petahana

Tim Panitia Seleksi (Pansel) calon anggota KPU dan Bawaslu diprediksi akan memasukkan dua nama an
berita-headline

Viral

KPU Usul Pilkada Serentak 27 November 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serenta
berita-headline

Viral

Tuding Skenario Gelap Pemilu Mei 2024, Benny K Harman Irit Bicara

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Kabur Harman enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai tud
berita-headline

Viral

Polemik Partai Pelopor, Putra Rachmawati Pastikan Tetap di Gerindra

Didi Mahardika Soekarnoputra, sekaligus putra dari almarhum Rachmawati Soekarnoputri me
berita-headline

Viral

Bila Pemilu 2024 Dipaksakan Pemerintah 15 Mei, Maka Kampanye Jatuh di Bulan Ramadan

Apabila Pemilu 2024 dilaksanakan pada bulan Mei sesuai dengan usulan pemerintah, maka masa kampan