https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 October 2021 - 16:01 wib

Dari Gaji Rp9 Jutaan, Juliandi Tigor KPK Kini Jualan Nasgor Beromset Rp650 Ribu Per Hari

Viral
berita-headline

Dokumentasi INILAHCOM/DIDIK SETIAWAN

Yudi Purnomo, eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi  menceritakan betapa ramainya usaha nasi goreng gerobakan milik rekannya, Juliandi Tigor Simanjunak. Sejak hari pertama berjualan, hingga Rabu, (13/10/2021), dia melihat ada sekitar 40-50 orang secara bergantian mengantri memesan nasi goreng buatan sahabatnya.

"Kebanyakan belinya dibungkus. Ada sekitar 40-50 orang, cepat sekali pergerakannya. Di sana bisa makan di tempat tapi memang tempatnya terbatas, jadi lebih banyak dibungkus," kata Yudi Purnomo saat berkunjung ke kantor INILAHCOM untuk mengisi INILAH PODCAST, Jakarta, Kamis, (14/10/2021).

Jika dikalikan dengan satu porsi harga nasi goreng rempah yang dijual bang Tigor sebesar Rp 13 ribu, total pendapatan per hari mencapai Rp 650 ribu.

Tigor sudah berjualan selama tiga minggu. Bisa dihitung Rp.650 ribu dikalikan 21 hari, total pendapatan dari penjualan nasi goreng adalah Rp 13.650.000 juta.

Sebelumnya Tigor menjabat menjadi pegawai fungsional Biro Hukum dengan pendidikan S2 Ilmu Hukum di Universitas Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, gaji pegawai KPK dengan rentang Rp 8 juta hingga Rp 9 juta untuk tenaga fungsional.

Memulai usaha dari nol, Juliandi Tigor Simanjuntak sejak sore sudah sibuk mengurus gerobak nasi goreng (nasgor). Meja dan bangku sudah tertata rapih sejak pukul 16.00 WIB.

Mantan pegawai fungsional Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tengah bersiap membuka dagangan nasi gorengnya pada pukul 18.00 WIB.

INILAHCOM, berkesempatan melihat langsung bagaimana sosok yang akrab disapa Bang Tigor itu menggoreng nasi, melayani pembeli dengan sepenuh hati.

Sosok Juliandi Tigor Simanjuntak kini semakin viral karena beralih profesi usai dipecat KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sebagai pegawai fungsional Biro Hukum KPK, menjadi penjual nasi goreng (nasgor) gerobakan.

Tigor adalah satu satu dari 57 pegawai KPK yang sebelumnya bertugas di bidang fungsional Biro Hukum KPK yang diberhentikan oleh ketua KPK Firli Bahuri pada 30 September 2021, karena tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Tigor menjelaskan ada beragam nasi goreng yang bisa dinikmati pelanggan dengan harga Rp10 ribu hingga Rp13 ribu. Tentunya harga yang dibandrol cukup terjangkau itu hanya dalam sebulan karena masih dalam rangka promosi.

"Ada Nasi Goreng Rempah Ayam Krispi, Nasi Goreng Rempah Telur Bakso, Nasi Goreng Rempah Telor Sosis, Nasi Goreng Rempah Teri, dan Nasi Goreng Rempah Ati Ampela," kata Tigor kepada INILAHCOM, Jakarta, Rabu, (13/10/2021).

Ternyata harga yang dibandrol cukup terjangkau itu hanya dalam sebulan ini karena promo.

Tigor memberikan brand untuk nasi gorengnya dengan nama Nasi Goreng KS Rempah yang dijual di jalan Raya Hankam No.88 Jati Rahayu Kecamatan Pd.Melati, Bekasi.

Tidak sulit bagi Tigor untuk membuat nasi goreng. Karena semua dia pelajari lewat tutorial di tayangan YouTube dengan bahan-bahan nasi goreng yang mudah ditemukan di pasar.

"Dari YouTube. Saya itu jujur belajar dari media sosial, dari beberapa aplikasi yang menyediakan resep-resep makanan, dan beberapa artikel-artikel, jadi setiap hari selama saya di rumah ya saya riset, kerjaannya itu, saya tester-tester resep-resep sampai ketemu menurut saya resep yang cukup kita jual," paparnya.

Untuk bahan-bahan yang dibutuhkan adalah sangat simple yaitu bawang merah, bawang putih, dan juga rempah-rempah.

"Rasa rempah ini tidak terlalu mendominasi karena tidak semua lidah orang menerima rasa rempah-rempah, jadi kita kombinasikan. Bahan-bahanya ada nasi, bumbu rempah, kecap, dan perlengkapan toping seperti sosis, ati ampela, dan daging ayam," tambahnya.

Untuk menikmati nasi goreng bang Tigor Anda bisa datang pada Senin-Minggu, pukul 18.00-22.00 WIB.

Rekan dari eks pegawai KPK juga turut serta mendukung usaha Tigor. Terlihat sore itu, Febri Diansyah sebagai mantan kepala Biro Humas KPK juga turut hadir menjajal nasi goreng yang bermodal Rp8 juta dari kantong pribadi Tigor dan temannya.

"Saya sudah mencoba nasi goreng ini sebelumnya. Ya ini memang unik ya rasanya tidak seperti nasi goreng biasa. Keunikannya adalah rasa rempahnya, saya sudah makan, kemudian rasanya enak, yang paling penting porsinya banyak," papar Febri.

Bisnis kuliner dirasa menjadi pilihan tepat bagi pria lulusan Magister Hukum Universitas Indonesia itu. Meski terbilang baru, Tigor sudah mulai lihai membuat nasi goreng sejak tiga minggu lalu.

Tigor mengaku dengan menjalankan usaha bisa menjadi jalan keluar dari situasi yang sedang dia hadapi saat ini.

"Kalau ini sih dari awal punya usaha adalah salah satu jalan keluar. Dalam konteks kita tidak bekerja dalam situasi yang lagi jenuh. karena usaha itu membuat saya termotivasi gitu, jadi ketika saya berkontribusi untuk kerja di tempat lain, tentunya usaha ini akan tetap saya kembangkan," paparnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Eks Penyidik KPK Robin Patok Harga Rp10 M untuk Urus PK

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari menyebut eks penyidik Komisi Pemberantasan
berita-headline

Viral

Dipecat Firli Bahuri Cs, Kader NU Sang 'Raja OTT' Dagang dan Mengajar Mengaji di Pesantren

Harun Al Rasyid, merupakan salah satu dari 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak
berita-headline

Viral

KPK Usut Kasus Baru, Korupsi Tanah Sekolah SMKN 7 Tangerang Selatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan kasus baru. Kasusnya adalah dugaan korups
berita-headline

Viral

Di KPK, Anies Pamer Penanganan Covid di Jakarta

Sebelum membahas kasus dugaan korupsi Tanah Munjul, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memamerka
berita-headline

Viral

Dasar Jokowi Izinkan 56 Pegawai KPK Direkrut Polri

Kontroversi 56 pegawai KPK yang tak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK), dianggap bisa diselesaika