https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 October 2021 - 23:55 wib

Tak Pakai Masker di Bali Bisa Dideportasi

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan akan memberikan sanksi tegas kepada para wisatawan termasuk turis asing yang tidak mematuhi protokol kesehatan saat berkunjung ke Bali.

Wayan Koster memastikan jika ada turis asing yang lalai atau tidak mematuhui protokol kesehatan, pihaknya akan mendeportasi turis tersebut sebagai sanksinya. 

"Seperti yang sudah kita lakukan sebelumnya, ada wisatawan mancanegara di daerah Kuta Utara tidak pakai masker ya kita diberi teguran, kalau tidak tertib lagi, deportasi. Jadi kita harus tertib, ini karena kita harus menjaga jangan sampai terjadi penularan COVID-19," kata Wayan Koster saat konferensi pers di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (14/10/2021).

Dia menjelaskan, turis asing yang diperbolehkan masuk ke Bali harus berasal dari negara yang memiliki risiko COVID-19 yang rendah di bawah level 1 dan level 2, positif rate kurang dari 5% sesuai dengan standar World Health Organization (WHO), dan menerapkan kebijakan sama-sama membuka atau prinsip timbal balik/reciprocal.

Saat ini ada 19 negara yang diperbolehkan masuk ke Bali, yakni Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Adapun persyaratan keberangkatan bagi wisatawan ke Bali yakni harus sudah vaksinasi lengkap dengan hasil negatif uji PCR H-3 sebelum keberangkatan. Turis asing harus mengisi aplikasi e-HAC Internasional yang diintegrasikan dengan Aplikasi PeduliLindungi dan Aplikasi Love Bali.

Turis asing juga diminta memiliki asuransi kesehatan dengan nilai pertanggungan minimal US$100 ribu yang mencakup pembiayaan penanganan COVID-19. Saat di Bandara I Gusti Ngurah Rai mereka wajib menunjukkan dokumen yang sudah terisi lengkap sesuai dengan aplikasi e-HAC, persyaratan keimigrasian dan mengikuti uji swab PCR.

"Waktu menunggu hasil uji swab PCR sekitar 1 jam. Selama menunggu hasil uji swab PCR, wisatawan berada di zona yang telah ditentukan oleh Otoritas Bandara, tidak diizinkan keluar," tegas Wayan Koster.

Lebih lanjut, ia menambahkan, jika nanti kedapatan ada turus asing yang positif tapi tanpa gejala, gejala ringan, sedang dan berat akan langsung dibawa ke rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Pemprov Bali untuk menjalani isolasi. Namun, jika hasil negatif, meraka akan dibawa ke hotel yang telah ditentukan untuk menjalani karantina selama lima hari.

"Selama mengikuti karantina, wisatawan hanya boleh beraktivitas di wilayah Hotel. Pada hari keempat, mengikuti uji swab PCR. Bila hasil positif tanpa gejala, gejala ringan, sedang, dan berat, wisatawan akan dibawa ke rumah sakit yang telah ditentukan oleh Pemerintah Provinsi Bali untuk menjalani perawatan atau isolasi. Bila hasil negatif, wisatawan bisa pindah hotel dan melakukan aktivitas ke destinasi wisata," jelasnya.

Wayan Koster mengatakan pihaknya telah menetapkan 35 hotel untuk karantina dan penginapan bagi wisatawan dan telah memiliki sertifikat standar CHSE. "Biaya uji swab PCR, isolasi atau perawatan di rumah Sakit, dan karantina di hotel menjadi tanggung jawab wisatawan," tegasnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Penerima Vaksin Lengkap COVID-19 di Indonesia Capai 54,9 Juta Orang

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19, penerima vaksinasi lengkap COVID-19 (dosis per
berita-headline

Viral

Segala Jenis Pengobatan COVID-19 Wajib Uji Klinis

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, Indonesia bers
berita-headline

Inersia

Unggah Jenis Konten Video Ini, Channel Youtube Kamu Bisa Langsung Hangus

Setelah melarang informasi palsu tentang vaksin COVID-19 di dalam konten, kini YouTube mengumumka
berita-headline

Viral

DKI Siapkan Beasiswa untuk 28 Anak-Anak Nakes yang Meninggal

Para tenaga kesehatan (nakes) di DKI Jakarta banyak yang berguguran saat bertugas melayani pasien
berita-headline

Viral

Nadiem Terus Pastikan Percepatan Vaksinasi Pelajar

Percepatan program pembelajaran tatap muka (PTM) di Indonesia harus segera terealisasikan untuk m